Kopi asal Aceh, Arabika Gayo, masuk dalam daftar kopi terbaik versi Taste Atlas. Kopi yang tumbuh di dataran tinggi Gayo itu menempati peringkat pertama dalam kategori Best Asian Coffee Beans Types 2026.
Dalam daftar tersebut, kopi Arabika Gayo berada di atas sejumlah kopi dari negara Asia lainnya. Di posisi berikutnya ada Kafae Doi Chaang dan Kafae Doi Tung dari Thailand, kemudian Yemeni Mocha dari Yaman.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tak hanya di Asia, Kopi Arabika Gayo juga masuk dalam daftar kopi terbaik dunia. Kopi asal Aceh ini berada di peringkat kelima dalam kategori Best Coffee Beans in the World.
"Kopi ini dikenal memiliki rasa yang bersih, body sedang hingga penuh, serta tingkat keasaman yang rendah, dengan karakter rasa herbal, earthy atau rempah," tulis Taste Atlas.
Salah satu hal yang ikut membentuk karakter kopi Gayo adalah tempat kopi tersebut ditanam. Kopi Arabika Gayo tumbuh di ketinggian sekitar 1.200 hingga 1.700 meter di atas permukaan laut (mdpl). Dengan ketinggian tersebut, ditambah tanah vulkanis dan iklim yang relatif sejuk, membuat kawasan Gayo cocok untuk budidaya kopi Arabika.
Taste Atlas juga mencatat kopi Gayo umumnya diproses menggunakan metode giling basah atau wet-hulling, teknik pengolahan yang banyak digunakan pada kopi Sumatra. Dalam proses ini, biji kopi dikeringkan sebagian sebelum kulit tanduknya dilepas. Setelah itu, biji kembali dikeringkan hingga mencapai tingkat kekeringan yang sesuai.
"Hasilnya adalah profil rasa yang khas dengan mouthfeel yang kaya dan karakter earthy yang dalam. Saat diseduh, Kopi Gayo dikenal memiliki keseimbangan dan cita rasa yang jelas," demikian penjelasan Taste Atlas.
Karakter rasa tersebut membuat Kopi Gayo tidak hanya dikonsumsi di Indonesia. Kopi dari dataran tinggi Aceh ini juga dipasarkan ke berbagai negara di Eropa, Amerika Utara, dan Asia.
