Kenapa Perut Kerap Kembung dan Ingin Kentut Saat Naik Pesawat?

CNN Indonesia
Kamis, 24 Sep 2026 02:00 WIB
Ilustrasi perut kembung
Ilustrasi. Seringkali perut terasa kembung dan ingin kentut terus saat naik pesawat. Kira-kira, kenapa begitu? (Foto: iStock/Staras)
Daftar Isi
Jakarta, CNN Indonesia --

Seringkali perut terasa kembung dan ingin kentut terus saat naik pesawat. Keluhan ini ternyata bukan sekadar akibat terlalu banyak makan sebelum penerbangan.

Perubahan tekanan udara di dalam kabin dapat membuat gas yang sudah berada di saluran pencernaan mengembang. Akibatnya, perut terasa lebih penuh, begah, dan muncul keinginan untuk kentut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Rasa tidak nyaman tersebut juga dapat semakin kuat selama penerbangan berlangsung lama. Duduk terlalu lama, kurang minum, makanan tertentu, dan stres saat bepergian dapat ikut memengaruhi kerja sistem pencernaan.

Karena itu, memahami penyebabnya dapat membantu penumpang memilih makanan dan kebiasaan yang lebih tepat sebelum maupun selama penerbangan.


Alasan kembung dan kentut saat naik pesawat

Berikut beberapa penyebab yang membuat perut terasa kembung dan ingin kentut saat naik pesawat.

1. Tekanan udara membuat gas di usus mengembang

Perubahan tekanan menjadi salah satu alasan utama mengapa perut terasa lebih kembung ketika pesawat mulai naik. Kabin pesawat memang diberi tekanan, tetapi tekanannya tetap lebih rendah dibandingkan kondisi di permukaan tanah.

Ketika tekanan tersebut turun, gas yang sudah berada di saluran pencernaan akan mengembang dan menempati ruang lebih besar. Kondisi ini dapat menimbulkan rasa penuh, tidak nyaman, hingga keinginan untuk kentut.

Menurut The New York Times, sebuah penelitian pada 1969 yang melibatkan 18 pria militer menemukan bahwa rata-rata jumlah gas dalam perut meningkat lebih dari empat kali lipat ketika ketinggian simulasi penerbangan dinaikkan hingga hampir 30.000 kaki.

2. Duduk lama memicu kembung

Posisi tubuh selama penerbangan turut berpengaruh terhadap sistem pencernaan. Berjam-jam duduk di kursi membuat tubuh minim bergerak, padahal aktivitas fisik membantu pergerakan isi saluran pencernaan.

Kondisi tersebut dapat membuat gas lebih mudah menumpuk dan memperlambat proses pencernaan. Penerbangan jarak jauh biasanya membuat keluhan semakin terasa karena penumpang berada dalam posisi duduk selama beberapa jam.

Stres dan rasa cemas sebelum atau selama penerbangan juga dapat memengaruhi fungsi usus. Pada sebagian orang, kondisi ini bisa memicu kembung, kentut, diare, atau justru sembelit.

3. Diperparah makanan dan minuman yang dikonsumsi

Apa yang dikonsumsi sebelum dan selama penerbangan juga perlu diperhatikan. Beberapa jenis makanan lebih mudah menghasilkan gas atau sulit dicerna oleh sebagian orang.

Berikut beberapa makanan dan minuman yang sebaiknya dibatasi jika mudah mengalami kembung:

  • Kacang-kacangan, termasuk kacang polong
  • Bawang bombai dan bawang putih
  • Makanan tertentu yang tinggi FODMAP
  • Produk susu jika tubuh sensitif terhadap laktosa
  • Minuman berkarbonasi, seperti soda dan sparkling water
  • Makanan dengan kandungan garam tinggi yang dapat memperburuk retensi cairan

Menurut Dr. Eamonn Quigley, gastroenterologist dari Houston Methodist juga menjelaskan bahwa makanan seperti bawang dan bawang putih sebaiknya dihindari sekitar 24 hingga 48 jam sebelum penerbangan bagi orang yang mudah mengalami gas.

Demikian alasan perut terasa kembung dan ingin kentut saat naik pesawat.

[Gambas:Video CNN]

(gas/fef)
placeholder