Perilaku nyamuk memang kerap bikin kesal. Tak hanya hinggap dan mengisap darah, nyamuk juga gemar terbang di sekitar kepala. Ternyata ini bisa dijelaskan secara ilmiah.
Pernah merasa nyamuk entah kenapa selalu muncul di sekitar kepala, terutama saat sedang rebahan atau tidur? Sudah berusaha ditepuk, terbang sebentar, lalu muncul lagi di dekat telinga.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Fenomena ini memang terasa seperti nyamuk sengaja mengincar kepala. Padahal, belum ada bukti bahwa kepala merupakan bagian tubuh yang secara khusus paling disukai nyamuk.
Kenapa nyamuk suka terbang di atas kepala?
Yang terjadi lebih berkaitan dengan cara nyamuk menemukan manusia. Serangga ini menggunakan beberapa petunjuk dari tubuh manusia, terutama karbon dioksida (CO₂) dari napas, bau tubuh, dan panas yang kita keluarkan ketika bernapas.
Dari sebuah penelitian yang diterbitkan di Cell, nyamuk menggabungkan CO₂ dengan berbagai sinyal lain dari tubuh manusia untuk menemukan inangnya.
Nyamuk tidak hanya mengandalkan satu petunjuk. CO₂ membantu mengarahkan nyamuk menuju manusia, kemudian sinyal lain dari tubuh membantu mereka menentukan keberadaan dan lokasi manusia tersebut.
Karena kepala berada sangat dekat dengan hidung dan mulut, area ini tentu berada dekat dengan sumber CO₂ dari napas. Hal inilah yang bisa membuat nyamuk terlihat lebih sering berputar di sekitar wajah atau kepala, terutama ketika seseorang sedang diam atau tidur.
Bukan cuma CO₂, nyamuk juga mengenali bau tubuh. Setelah menemukan sumber CO₂, nyamuk masih menggunakan petunjuk lain untuk mendekati manusia.
Mengutip studi yang diterbitkan Current Biology, perilaku Anopheles gambiae, salah satu jenis nyamuk yang dapat menularkan malaria, nyamuk tertarik pada target yang suhunya dibuat menyerupai suhu kulit manusia ketika target tersebut disertai CO₂ dan bau tubuh manusia.
Menariknya, nyamuk juga menunjukkan perbedaan ketertarikan terhadap bau dari manusia yang berbeda. Artinya, bau tubuh setiap orang bisa ikut memengaruhi seberapa menarik seseorang bagi nyamuk.
Ilustrasi. Ternyata nyamuk sering terbang di atas kepala karena area kepala dekat dengan sumber napas yang digunakan untuk mengenali keberadaan manusia. (Getty Images/iiievgeniy) |
Penelitian tersebut juga menemukan bahwa nyamuk lebih tertarik pada kombinasi sinyal daripada panas tubuh saja. Target yang hanya dipanaskan tanpa CO₂ atau bau tubuh memiliki daya tarik yang jauh lebih rendah.
Lantas, kenapa yang kelihatan justru di atas kepala?
Di sinilah pengalaman sehari-hari dengan nyamuk bisa terasa masuk akal. Kepala merupakan bagian tubuh yang dekat dengan sumber napas. Ketika seseorang sedang tidur, wajah juga biasanya menjadi salah satu bagian tubuh yang tetap berada di ruang terbuka, sementara bagian tubuh lain bisa tertutup selimut.
Nyamuk dapat mengikuti jejak CO₂ dari napas, kemudian menggunakan bau tubuh dan panas untuk semakin mendekati manusia. CO₂ dan bau tubuh dapat membantu nyamuk bergerak menuju sumber panas yang menyerupai manusia.
Kalau nyamuk terlihat mondar-mandir di sekitar kepala, bukan berarti serangga itu punya favorit berupa kepala. Lebih tepatnya, kepala berada dekat dengan salah satu sumber sinyal penting yang digunakan nyamuk untuk menemukan manusia: napas.
CO₂ membantu nyamuk menemukan arah sumber manusia, sementara bau tubuh dan panas membantu mempersempit lokasi target. Jadi, lain kali mendengar suara nyamuk berdengung di dekat telinga, kemungkinan besar bukan karena kepala kita punya daya tarik khusus bagi nyamuk.
Serangga itu hanya sedang mengikuti "petunjuk" yang kita keluarkan sendiri.
(anm/els)


