7 Cara Menghadapi Orang Pendendam agar Tidak Terjebak Konflik

CNN Indonesia
Selasa, 29 Sep 2026 02:00 WIB
Ada beberapa cara menghadapi orang pendendam dengan bijak.
Ilustrasi. Ada beberapa cara menghadapi orang pendendam dengan bijak. (iStockphoto/Srdjanns74)
Daftar Isi
Jakarta, CNN Indonesia --

Berhadapan dengan orang yang sulit melupakan kesalahan orang lain memang bisa menguras energi. Mereka dapat menyimpan rasa kecewa dalam waktu lama, mengungkit masalah di kemudian hari, bahkan berusaha membuat orang yang dianggap menyakiti mereka merasakan hal serupa.

Ada beberapa cara menghadapi orang pendendam dengan bijak. Apa saja?

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut psikologi, sifat pendendam dapat muncul ketika seseorang merasa terancam, dipermalukan, atau harga dirinya terluka. Perilaku ini bisa semakin sulit dihadapi jika disertai sikap manipulatif, mudah tersinggung, dan keinginan untuk selalu menang.

Jika menghadapi orang seperti ini, menjaga jarak dan membatasi konflik menjadi langkah penting.

Cara menghadapi orang pendendam

Dilansir dari Choosing Therapy, berikut cara menghadapi orang pendendam tanpa harus membalas perlakuannya.

1. Batasi interaksi yang tidak perlu

Semakin sering berinteraksi dengan orang yang mudah menyimpan dendam, semakin besar pula peluang munculnya konflik baru. Karena itu, batasi komunikasi hanya pada hal-hal yang memang diperlukan, terutama jika orang tersebut adalah rekan kerja atau seseorang yang tidak bisa sepenuhnya dihindari.

Usahakan percakapan tetap singkat, jelas, dan berfokus pada persoalan yang sedang dibahas. Dengan mengurangi interaksi yang tidak penting, Anda juga dapat mengurangi kesempatan bagi mereka untuk memancing emosi atau mencari celah untuk menyerang.

2. Tetapkan batasan yang jelas dan tegas

Batasan diperlukan agar seseorang mengetahui perilaku apa yang dapat dan tidak dapat Anda terima. Jangan ragu mengatakan tidak ketika permintaan atau perlakuan mereka sudah melewati batas.

Misalnya, Anda dapat memutuskan untuk tidak membalas pesan di luar jam kerja, menghindari pembicaraan pribadi, atau menolak terlibat dalam percakapan yang berisi gosip dan provokasi. Kuncinya adalah konsisten menjalankan batasan tersebut.

3. Hindari memberikan informasi pribadi

Orang yang pendendam dapat menggunakan informasi tertentu untuk menyerang ketika terjadi perselisihan. Karena itu, berhati-hatilah saat menceritakan masalah pribadi, kelemahan, rahasia, maupun hal-hal yang membuat Anda merasa rentan.

Meski mereka lebih dulu membuka cerita pribadi untuk membangun kepercayaan, bukan berarti Anda harus melakukan hal yang sama. Tetap jaga informasi sensitif yang berpotensi digunakan untuk merugikan Anda.

4. Jangan mudah terpancing oleh provokasi

Salah satu cara menghadapi orang pendendam adalah tidak memberikan respons emosional yang mereka harapkan. Kritik berlebihan, sindiran, pujian yang terasa menyakitkan, hingga usaha membuat Anda cemburu dapat menjadi cara untuk memancing reaksi.

Alih-alih membalas, tetaplah tenang dan jawab seperlunya. Jangan merasa harus memenangkan setiap perdebatan karena memperpanjang konflik justru dapat membuat situasi semakin sulit.

5. Simpan bukti jika mulai menjadi sasaran

Jika perilaku mereka mulai mengarah pada fitnah, intimidasi, pelecehan, atau upaya merugikan Anda, dokumentasikan komunikasi yang terjadi. Simpan pesan, email, atau bukti lain yang relevan.

Dalam situasi tertentu, usahakan komunikasi berlangsung melalui jalur tertulis atau dilakukan di hadapan orang lain. Langkah ini dapat membantu apabila perkataan atau tindakan Anda nantinya diputarbalikkan.

6. Pahami pola perilakunya, bukan berusaha mengubahnya

Perhatikan apa yang biasanya memicu kemarahan atau perilaku balas dendam mereka. Biasanya mereka bereaksi keras ketika ditolak, dikritik, dipermalukan, ditantang, atau merasa kalah dari orang lain.

Memahami pola tersebut bukan berarti Anda harus memaklumi perilakunya. Tujuannya adalah agar Anda dapat mengantisipasi situasi dan memilih respons yang lebih aman tanpa terjebak dalam permainan emosional mereka.

7. Kenali batas toleransi dan ambil tindakan bila dilanggar

Tidak semua perilaku harus ditoleransi demi menjaga hubungan tetap baik. Tentukan batas yang benar-benar tidak dapat Anda terima, seperti ancaman, pelecehan, penguntitan, kekerasan, atau tindakan yang membahayakan keselamatan.

Jika batas tersebut dilanggar, jangan hanya berharap keadaan akan membaik dengan sendirinya. Anda dapat meminta bantuan orang terpercaya, melapor kepada pihak berwenang, HR di tempat kerja, atau mencari bantuan profesional sesuai situasinya.

Nah, itulah cara menghadapi orang pendendam agar tidak terjebak konflik berkelanjutan.

(gas/asr)