Kasus influenza A kini tengah menjadi sorotan. Rumah sakit di sejumlah daerah melaporkan kenaikan jumlah kasus.
Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin membenarkan adanya kenaikan kasus influenza. Namun, ia menegaskan influenza adalah penyakit musiman.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Memang ada kenaikan kasus influenza. Yang masyarakat mesti tahu, influenza itu ada musimnya. Jadi, memang bulan-bulan ini pasti ada kenaikan," ujar Budi di Gedung DPR RI, Jakarta, Rabu (16/9).
Hal yang sama juga diungkapkan Kepala Biro Komunikasi Informasi dan Publik Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Aji Muhawarman. Menurutnya, tren peningkatan kasus virus pernapasan wajar terjadi menjelang akhir tahun.
Anak paling banyak terinfeksi
Hasil surveilans sendiri mencatat, kelompok anak usia dini menjadi kelompok yang paling rentan terdampak pada kenaikan kali ini.
"Kasus influenza yang terdeteksi tersebut mayoritas terjadi pada kelompok usia 0-4 tahun, dengan proporsi mencapai 33 persen," ujar Aji di Jakarta, Kamis (17/9), mengutip detikhealth.
Kendati demikian, Aji memastikan, kondisi fasilitas kesehatan nasional tetap aman dan tidak mengalami overcapacity meski ada kenaikan kasus influenza A.
"Kenaikan tersebut juga diperkirakan tidak akan menjadi lonjakan signifikan," ujarnya.
Kemenkes mengimbau orang tua lebih waspada terhadap gejala batuk dan demam pada anak. Terapkan juga protokol kesehatan dasar dan senantiasa menjaga daya tahan tubuh.
Influenza A sendiri pada dasarnya merupakan virus umum yang menyebabkan penyakit pernapasan musiman, bersama dengan influenza B.
Influenza A sendiri memiliki beberapa subtipe yang paling umum beredar. Di antaranya adalah subtipe A (H1N1) dan A (H3N2).
Gejala influenza sendiri umumnya datang secara mendadak. Berikut beberapa gejala influenza A:
- demam atau menggigil,
- batuk,
- sakit kepala,
- nyeri tubuh,
- kelelahan,
- sakit tenggorokan,
- pilek.
Pada sebagian orang, terutama kelompok berisiko tinggi, influenza dapat berkembang menjadi penyakit yang lebih serius.
(asr)
