Saat masuk ke kamar hotel, ada banyak detail kecil yang mungkin luput dari perhatian, termasuk tisu toilet yang ujungnya dilipat membentuk segitiga.
Lipatan sederhana ini sudah menjadi kebiasaan yang cukup umum di berbagai hotel. Banyak yang mengira bentuk lipatan ini sekadar hiasan saja, tetapi ada arti di baliknya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lantas, apa arti lipatan segitiga pada ujung tisu kamar mandi hotel? Ada pesan sederhana yang ingin disampaikan petugas housekeeping kepada tamu melalui lipatan tersebut.
Kebiasaan ini juga menarik karena dilakukan di banyak hotel di berbagai negara, meskipun tidak diketahui secara pasti siapa yang pertama kali memulainya. Dari sisi budaya hingga psikologi, lipatan kecil tersebut ternyata memiliki makna yang cukup menarik.
Arti lipatan segitiga pada ujung tisu kamar mandi hotel
Mengutip Your Life Choices, salah satu alasan utama tisu toilet hotel dilipat menjadi segitiga, yakni untuk memberikan tanda kamar mandi telah dibersihkan. Hal ini disimpulkan dari hasil investigasi seorang kolumnis bernama David Feldman.
Ketika tamu melihat ujung tisu yang masih terlipat rapi, mereka dapat mengetahui bahwa bagian tersebut telah ditata oleh petugas housekeeping sebelum kamar digunakan.
Feldman mengutip James P. McCauley, Direktur Eksekutif International Association of Holiday Inns ketika itu, yang mengatakan lipatan pada tisu bertujuan membangun rasa percaya pada tamu.
"Hotel ingin memberikan kepercayaan kepada tamu mereka bahwa kamar mandi telah dibersihkan sejak tamu terakhir menggunakan kamar tersebut," kata McCauley.
Sejak kapan lipatan segitiga ini dipraktikkan?
Menariknya, tak ada catatan pasti mengenai siapa yang pertama kali menciptakan kebiasaan melipat tisu toilet hotel seperti ini. Namun berdasarkan sejumlah catatan, sejak akhir 1980-an praktik tersebut sudah ada kemudian menyebar luas di industri perhotelan.
Kebiasaan tersebut juga menunjukkan bagaimana standar kecil dalam industri hotel dapat menyebar lintas negara.
Bahkan, fotografer Inggris Stephen Gill pernah mengabadikan berbagai bentuk lipatan tisu toilet hotel dari sejumlah negara dan menjadikannya bagian dari karya fotografi.
Di Jepang, kebiasaan melipat tisu ini juga kerap dikaitkan dengan perhatian terhadap detail dalam pelayanan tamu. Malah di Negeri Sakura tersebut dikembangkan alat pelipat tisu toilet yang dinamai Meruboa.
Mengutip NPR, alat ini diciptakan oleh seorang pendaur ulang suku cadang rem mobil berusia 70 tahun dari Nagoya.
Dengan sekali tarikan, alat ini bisa melipat kembali ujung tisu terakhir menjadi segitiga sempurna. Jadi, tak perlu lagi sentuhan tangan manusia untuk membentuk lipatan agar tisu tetap higienis.
Awalnya ia berencana membuat 10.000 unit per bulan. Namun karena penjualannya sangat kuat, produksi alat ini meningkat hingga lima kali lipat.
Jadi, arti lipatan segitiga pada ujung tisu kamar mandi hotel sebenarnya cukup sederhana, tetapi memiliki fungsi yang penting. Bukan sekadar pajangan, melainkan bagian dari cara hotel menunjukkan perhatian terhadap kebersihan dan kenyamanan tamunya.
(gas/rti)
