Berbau Takhayul, Ini Alasan Kenapa Tidak Ada Lantai 13 di Hotel

CNN Indonesia
Jumat, 18 Sep 2026 13:00 WIB
Berbau Takhayul, Ini Alasan Kenapa Tidak Ada Lantai 13 di Hotel
Ilustrasi. Pernahkah Anda perhatikan beberapa hotel tidak mencantumkan lantai 13. Kira-kira, kenapa tidak ada lantai 13 di hotel? (Foto: davidlee770924/Pixabay)
Jakarta, CNN Indonesia --

Ketika menginap di hotel bertingkat, mungkin Anda sering memperhatikan bahwa beberapa hotel tidak mencantumkan lantai 13.

Setelah lantai 12, biasanya akan ada lantai 12A atau bahkan langsung menemukan lantai 14 di tombol lift atau daftar lantai hotel. Kira-kira, kenapa tidak ada lantai 13 di hotel?

Hal ini mungkin terlihat sepele, tetapi ternyata berkaitan dengan kepercayaan yang sudah berkembang sejak lama. Angka tertentu memiliki makna khusus dalam berbagai budaya dan sering dikaitkan dengan keberuntungan atau kesialan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Salah satunya adalah angka 13 yang hingga kini masih dianggap membawa nasib kurang baik oleh sebagian orang. Lantas, kenapa tidak ada lantai 13 di hotel? Simak alasan dan sejarah di baliknya.

Kenapa tidak ada lantai 13 di hotel?

Dilansir dari Washington Surveying and Rating Bureau, bahwa angka 13 telah lama dikaitkan dengan kesialan, nasib buruk, hingga pertanda kejadian yang tidak diinginkan. Ketakutan berlebihan terhadap angka 13 bahkan memiliki istilah khusus, yaitu triskaidekaphobia.

Kepercayaan ini menjadi salah satu alasan mengapa pengelola hotel dan gedung tinggi memilih untuk tidak menggunakan angka 13 secara langsung. Salah satu pertimbangannya adalah faktor psikologis penghuni atau tamu.

Sebagian orang memang merasa tidak nyaman jika harus tinggal di kamar yang berada di lantai 13. Pemilik gedung tentu tidak ingin calon tamu menghindari lantai tertentu hanya karena angka yang dianggap membawa sial.

Karena itu, lantai 13 biasanya diganti dengan penamaan seperti 12A atau langsung dilanjutkan dari lantai 12 ke lantai 14. Dengan cara ini, secara teknis bangunan tetap memiliki tingkat yang sama, tetapi angka 13 tidak ditampilkan pada tombol lift maupun penunjuk lantai.

Gedung apartemen dan bangunan bertingkat lainnya juga kerap menghilangkan angka 13 dari sistem penomorannya.

Bahkan, Otis Elevator Company pernah menyebut bahwa sekitar 80-90 persen lift yang dipasang di gedung tinggi dan hotel tidak memiliki tombol lantai 13.

Praktik tersebut menunjukkan bahwa takhayul terhadap angka 13 masih memiliki pengaruh dalam pembangunan gedung modern.

Lalu, dari mana sebenarnya anggapan bahwa angka 13 membawa sial? Tidak ada satu jawaban yang benar-benar pasti.

Namun, angka ini sudah dikaitkan dengan berbagai kisah dan kepercayaan sejak zaman dahulu. Dalam tradisi Kristen, misalnya, Judas Iskariot disebut sebagai tamu ke-13 dalam Perjamuan Terakhir.

Dalam mitologi Nordik, Loki datang sebagai tamu ke-13 dalam sebuah jamuan para dewa dan kemudian menyebabkan kekacauan. Angka 13 juga memiliki simbol tertentu dalam kartu Tarot, yaitu kartu Death, yang sering dianggap melambangkan kematian atau perubahan besar.

Meski demikian, tidak semua gedung menghindari angka 13. Salah satu contohnya adalah Empire State Building di New York yang tetap memiliki lantai 13.

Pada akhirnya, kenapa tidak ada lantai 13 di hotel bukan karena adanya aturan khusus dalam pembangunan gedung, melainkan lebih dipengaruhi oleh budaya, kepercayaan, dan preferensi penghuni atau tamu.

(gas/fef)
placeholder