5 Cara Hilangkan Bau Bawang pada Talenan Kayu

CNN Indonesia
Selasa, 15 Sep 2026 08:15 WIB
Ilustrasi Persiapan Memasak
Ilustrasi. Ada cara ampuh membersihkan talenan kayu, agar tidak bau bawang. (Unsplash/Pixabay)
Daftar Isi
Jakarta, CNN Indonesia --

Talenan kayu digunakan untuk memotong berbagai bahan makanan, mulai dari buah, roti, sayuran, daging, hingga bawang. Di antara bahan tersebut, bawang termasuk yang meninggalkan aroma paling kuat.

Bau bawang pada talenan kayu bahkan bisa tetap tercium meski permukaannya sudah dicuci. Aroma tersebut tentu mengganggu, terutama jika talenan kembali digunakan untuk memotong buah, roti, atau bahan makanan lain yang tidak memiliki aroma kuat.

Lantas, kenapa talenan kayu mudah menyerap bau bawang? Adakah cara menghilangkan bau bawang pada talenan kayu tanpa merusak permukaannya?

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kenapa talenan kayu bisa bau bawang?

Bau tajam muncul ketika bawang dipotong atau dihancurkan. Saat itu, sel bawang pecah dan menghasilkan senyawa sulfur yang mudah menguap. Itu sebabnya, aroma bawang yang sudah dipotong terasa lebih kuat dibandingkan bawang yang masih utuh.

Ketika bawang dipotong di atas talenan, cairan yang membawa senyawa aromanya akan mengenai permukaan kayu. Berbeda dengan kaca atau logam yang permukaannya lebih rapat dan tidak berpori, kayu memiliki serat dan pori-pori yang dapat menyerap air, minyak, noda, hingga aroma makanan.

Cairan bawang juga dapat masuk ke celah serat dan goresan bekas pisau. Aroma yang tertahan di bagian tersebut dapat keluar perlahan sehingga bau bawang masih tercium meski talenan telah dibilas.

5 cara menghilangkan bau bawang pada talenan kayu

Ada beberapa cara sederhana yang bisa dilakukan untuk membersihkan talenan sekaligus mengurangi aroma bawang yang tertinggal, melansir berbagai sumber berikut caranya:

1. Cuci talenan hingga bersih

Cara menghilangkan bau bawang pada talenan kayu sebaiknya dimulai dengan mencucinya segera setelah selesai digunakan. Jangan membiarkan sisa bawang mengering dan semakin melekat pada permukaan talenan.

Buang terlebih dahulu potongan bawang yang tersisa. Kemudian, cuci kedua sisi talenan menggunakan air dan sabun pencuci piring. Gunakan spons untuk membersihkan permukaan kayu, terutama bagian yang memiliki banyak bekas sayatan pisau.

Setelah itu, bilas hingga tidak ada lagi busa atau sisa sabun. Hindari merendam talenan kayu di dalam wastafel, terutama dalam waktu lama atau semalaman. Paparan air yang terlalu lama dapat membuat kayu menyerap banyak air, mengembang, melengkung, atau mengalami kerusakan.

2. Keringkan talenan sebelum disimpan

Setelah dicuci, jangan langsung memasukkan talenan ke dalam lemari dapur. Talenan yang tidak lagi menetes belum tentu sudah benar-benar kering.

Lap kedua sisinya menggunakan kain bersih, kemudian letakkan talenan dalam posisi berdiri atau miring di tempat dengan sirkulasi udara yang baik. Posisi ini membantu udara menjangkau kedua sisi talenan sehingga proses pengeringan lebih merata.

Jangan menumpuk talenan yang masih basah atau meletakkannya mendatar dalam waktu lama. Bagian yang tertutup meja atau talenan lain akan lebih sulit kering.

Kondisi lembap dapat membuat talenan lebih mudah berjamur dan menimbulkan bau apek. Karena itu, memastikan talenan benar-benar kering sebelum disimpan juga penting untuk menjaga kebersihannya.

3. Pisahkan talenan berdasarkan penggunaannya

Jika talenan sering digunakan untuk berbagai jenis bahan makanan, pertimbangkan untuk memisahkannya berdasarkan fungsi. Sediakan satu talenan khusus untuk bawang dan bumbu beraroma tajam.

Gunakan talenan lain untuk buah, roti, atau makanan siap makan. Dengan begitu, aroma bawang tidak mudah berpindah ke bahan makanan lain. Pemisahan talenan juga penting antara bahan mentah dan makanan yang akan langsung dikonsumsi.

Talenan yang digunakan untuk daging, unggas, dan makanan laut mentah sebaiknya tidak digunakan untuk memotong buah atau sayuran siap makan karena dapat meningkatkan risiko kontaminasi silang. Tidak harus memiliki banyak talenan. Dua atau tiga talenan dengan fungsi yang jelas sudah cukup membantu menjaga kebersihan dan aroma makanan.

4. Gunakan garam untuk membantu mengangkat residu

Jika bau bawang masih tertinggal setelah talenan dicuci, garam dapat digunakan sebagai pembersih tambahan. Basahi sedikit permukaan talenan, kemudian taburkan garam secara merata. Gosok perlahan menggunakan spons atau kain lembap untuk membantu mengangkat sisa residu yang berada di permukaan dan bekas sayatan pisau.

Setelah selesai, bilas talenan dengan air bersih dan segera keringkan. Namun, cara ini sebaiknya tidak dilakukan terlalu sering atau dengan tekanan yang berlebihan. Butiran garam dapat bersifat abrasif sehingga penggosokan berulang dapat membuat permukaan talenan semakin kasar.

5. Gunakan lemon untuk membantu menetralisasi aroma

Lemon juga dapat digunakan sebagai langkah tambahan ketika aroma bawang masih menempel pada talenan. Setelah talenan dicuci, gosok permukaannya secara perlahan menggunakan potongan lemon. Diamkan sebentar, kemudian bilas dengan air bersih dan keringkan.

Aroma segar dari lemon dapat membantu mengurangi bau yang tertinggal. Namun, penggunaan lemon tidak berarti talenan dapat dibiarkan basah lebih lama. Setelah dibersihkan, talenan tetap perlu segera dibilas dan dikeringkan.

(tis/tis)