Heboh Parade Satanic Pekalongan, Apa Itu Simbang Kulon Night Carnival?

CNN Indonesia
Senin, 14 Sep 2026 19:15 WIB
Heboh Parade Satanic Pekalongan, Apa Itu Simbang Kulon Night Carnival?
Simbang Kulon Night Carnival di Pekalongan, Jawa Tengah. (Tangkapan layar Instagram @pekalonganinfo)
Jakarta, CNN Indonesia --

Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, memiliki beragam tradisi masyarakat yang menarik untuk diketahui. Salah satunya adalah Simbang Kulon Night Carnival (SKNC), karnaval malam yang digelar di Kelurahan Simbang Kulon, Kecamatan Buaran.

SKNC merupakan bagian dari rangkaian kegiatan khitanan massal yang diselenggarakan oleh Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) Simbang Kulon.

Tradisi tersebut telah berlangsung selama puluhan tahun dan pada 2026 memasuki penyelenggaraan ke-61. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari rangkaian peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Simbang Kulon Night Carnival biasanya digelar pada malam hari dan menjadi ajang bagi masyarakat untuk menampilkan berbagai kreasi.

Karnaval ini juga menjadi daya tarik untuk wisatawan yang ingin mengenal budaya di Simbang Kulon. Tahun ini, karnaval tersebut berlangsung pada Kamis (10/9) malam WIB, dengan melibatkan 25 tim kreasi.

Berbagai penampilan ditampilkan sepanjang jalur karnaval, mulai dari ogoh-ogoh, tarian, marching band, sound horeg hingga sepeda hias. Ribuan warga juga turut menyaksikan kemeriahan acara tersebut.

Selain menjadi hiburan bagi masyarakat, SKNC juga menjadi wadah kreativitas warga. Persiapan untuk mengikuti karnaval bahkan dilakukan sejak jauh-jauh hari.

Sejumlah peserta membuat kostum dan properti khusus agar dapat tampil menarik dalam karnaval. Karena berlangsung rutin dan melibatkan banyak masyarakat, acara ini menjadi salah satu kegiatan budaya yang cukup dikenal di Simbang Kulon.

Pada pelaksanaan tahun ini, SKNC menjadi sorotan setelah salah satu penampilan peserta viral di media sosial.

Sebuah video beredar di sosial media, terlihat sebuah pertunjukan di dalam karnaval tersebut yang menampilkan sejumlah orang dengan kostum menyeramkan, peti mati, serta adegan penyembelihan kambing.

Beberapa ornamen dalam pertunjukan juga terlihat menyerupai simbol yang berkaitan dengan satanisme atau okultisme.

Mengutip Detik, pihak panitia kemudian menyampaikan permintaan maaf dan mengatakan tidak mengetahui secara rinci konsep penampilan tersebut.

"Kami dari panitia mohon maaf yang sebesar-besarnya atas khilaf atau kekurangan kami," kata perwakilan Panitia SKNC, Ziyad Azizi ditemui di Kelurahan Simbang Kulon, Kecamatan Buaran, Senin (14/9/).

Sementara itu, Tim Simone atau Simbang Gang One yang membuat konsep pertunjukan juga meminta maaf dan mengaku kurang memahami referensi yang digunakan. Pihak tim menegaskan tidak bermaksud menampilkan sesuatu yang berkaitan dengan ritual tertentu.

Meski acara tahun ini menciptakan kontroversi, SKNC tetap menjadi tradisi tahunan masyarakat Simbang Kulon yang menggabungkan kegiatan keagamaan, hiburan, dan kreativitas warga.

Pemerintah daerah juga berharap kegiatan ini dapat terus digelar dengan penataan dan pengamanan yang lebih baik sehingga berpotensi menjadi daya tarik wisata budaya di Pekalongan.

(dsd/wiw)
placeholder