Jangan Sepelekan, 7 Kebiasaan Ini Bikin Listrik Boros

CNN Indonesia
Senin, 14 Sep 2026 08:15 WIB
Too many wall chargers
Ilustrasi. Ada beberapa kebiasaan yang bikin tagihan listrik membengkak. (iStockphoto/supersizer)
Daftar Isi
Jakarta, CNN Indonesia --

Tagihan listrik yang tiba-tiba membengkak terkadang membuat bingung. Padahal, penggunaan perangkat elektronik di rumah terasa tidak jauh berbeda dari biasanya.

Namun, tanpa disadari, sejumlah kebiasaan sehari-hari bisa membuat konsumsi listrik menjadi lebih besar. Mulai dari membiarkan perangkat tetap terhubung ke stop kontak hingga menyalakan AC di ruangan kosong.

Jika dilakukan terus-menerus, kebiasaan tersebut dapat membuat penggunaan energi di rumah menjadi kurang efisien. Karena itu, mengenali kebiasaan yang membuat listrik boros bisa menjadi langkah sederhana untuk mengendalikan pengeluaran bulanan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Lantas, apa saja kebiasaan yang bisa membuat tagihan listrik membengkak? Simak berikut ini, melansir Beautynesia:

1. Membiarkan kabel tetap tertancap

Kebiasaan membiarkan charger, televisi, atau perangkat elektronik lain tetap terhubung ke stop kontak meski tidak digunakan mungkin terasa sepele. Namun, beberapa perangkat masih dapat mengonsumsi listrik ketika berada dalam kondisi siaga atau standby.

Kondisi ini dikenal sebagai standby power atau vampire power. Besarnya konsumsi dari satu perangkat memang relatif kecil, tetapi penggunaan banyak perangkat secara bersamaan dan terus-menerus dapat menambah konsumsi listrik rumah tangga.

Karena itu, mencabut perangkat atau charger dari stop kontak setelah digunakan dapat menjadi salah satu cara sederhana untuk mengurangi penggunaan listrik yang tidak diperlukan.

2. Menyalakan AC di ruangan kosong

AC menjadi salah satu perangkat rumah tangga yang membutuhkan energi cukup besar. Penggunaannya pun bisa semakin boros jika AC dibiarkan menyala ketika ruangan sedang kosong.

Pengaturan suhu yang terlalu rendah juga dapat membuat AC bekerja lebih lama untuk mencapai dan mempertahankan suhu tersebut. Department of Energy Amerika Serikat menyarankan penggunaan pengaturan suhu yang moderat untuk membantu menghemat energi.

Jika ruangan terasa cukup nyaman, suhu sekitar 24-26 derajat Celsius dapat menjadi pilihan yang lebih efisien dibanding mengatur suhu terlalu rendah. Jadi, jangan lupa mematikan AC ketika meninggalkan ruangan dalam waktu lama.

3. Sering membuka-tutup pintu kulkas

Kulkas bekerja sepanjang waktu untuk menjaga makanan tetap dingin. Karena itu, kebiasaan membuka dan menutup pintunya berulang kali juga sebaiknya tidak dianggap remeh.

Ketika pintu terbuka, udara dingin keluar dan udara yang lebih hangat masuk. Kulkas kemudian perlu bekerja kembali untuk menurunkan suhu di dalamnya.

Department of Energy Amerika Serikat menyarankan agar pintu kulkas tidak dibiarkan terbuka terlalu lama. Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah mengambil beberapa kebutuhan sekaligus sehingga pintu tidak perlu dibuka berkali-kali.

4. Menyalakan lampu di siang hari

Lampu yang tetap menyala ketika ruangan sedang kosong atau ketika cahaya matahari sebenarnya sudah cukup terang juga bisa menjadi sumber pemborosan listrik. Penggunaan satu lampu memang tidak serta-merta membuat tagihan melonjak.

Namun, jika kebiasaan tersebut dilakukan setiap hari dan di banyak ruangan, konsumsi listrik yang terakumulasi tentu menjadi lebih besar. Karena itu, biasakan mematikan lampu ketika meninggalkan ruangan. Pada siang hari, manfaatkan cahaya alami selama kondisi memungkinkan.

5. Menyetrika pakaian sedikit demi sedikit

Setrika termasuk perangkat rumah tangga yang membutuhkan daya cukup besar ketika digunakan. Salah satu kebiasaan yang dapat membuat penggunaannya kurang efisien adalah terlalu sering menyetrika pakaian dalam jumlah sedikit.

Setiap kali digunakan, setrika membutuhkan energi untuk memanaskan permukaannya hingga mencapai suhu yang dibutuhkan. Jika kegiatan menyetrika dilakukan berkali-kali dalam sehari atau beberapa kali dalam seminggu untuk pakaian yang hanya sedikit, penggunaan listrik pun dapat menjadi kurang efisien.

Menyetrika pakaian sekaligus dalam satu waktu dapat menjadi pilihan yang lebih praktis. Selain menghemat waktu, kebiasaan ini juga membantu mengurangi frekuensi penggunaan setrika.

6. Membiarkan televisi menyala tanpa ditonton

Televisi yang menyala sebagai 'teman suara' ketika sedang mengerjakan aktivitas lain mungkin sudah menjadi kebiasaan bagi sebagian orang. Masalahnya, televisi tetap menggunakan listrik selama perangkat tersebut menyala. Jika dibiarkan berjam-jam setiap hari meski tidak benar-benar ditonton, konsumsi listrik pun terus berjalan.

Daripada membiarkan televisi menyala tanpa kebutuhan, matikan perangkat ketika tidak digunakan. Jika hanya membutuhkan suara sebagai latar, pertimbangkan apakah televisi memang perlu tetap menyala.

7. Menggunakan mesin cuci saat muatannya terlalu sedikit

Menyalakan mesin cuci untuk mencuci beberapa potong pakaian mungkin terasa praktis, terutama ketika pakaian tersebut ingin segera digunakan. Namun, kebiasaan ini bisa membuat penggunaan mesin cuci menjadi kurang efisien.

Setiap siklus pencucian membutuhkan energi untuk menjalankan mesin dan, tergantung jenis serta programnya, menggunakan air serta proses tambahan lainnya. Kebutuhan tersebut tetap berjalan meski pakaian yang dicuci hanya sedikit.

Karena itu, jika memungkinkan, tunggu hingga muatan pakaian cukup sebelum menjalankan mesin cuci. Tetap perhatikan kapasitas maksimal mesin dan jangan mengisinya secara berlebihan agar proses pencucian tetap optimal.

Kebiasaan menggunakan perangkat elektronik secara lebih bijak tidak harus dilakukan dengan perubahan besar. Mematikan perangkat yang tidak digunakan, mencabut charger, mengatur penggunaan AC, hingga menunggu mesin cuci cukup penuh bisa menjadi langkah sederhana yang dilakukan setiap hari.

Dengan mengurangi penggunaan listrik yang tidak diperlukan, konsumsi energi di rumah dapat menjadi lebih efisien. Pada akhirnya, kebiasaan kecil tersebut juga bisa membantu menjaga pengeluaran rumah tangga agar tidak ikut membengkak.

(tis/tis)
placeholder