Pernah mendengar istilah white noise, pink noise, atau brown noise? Banyak orang mengenal white noise sebagai suara statis yang membantu menutupi kebisingan di sekitar dan membuat istirahat atau tidur lebih nyaman.
Namun, ternyata ada juga jenis noise atau kebisingan lain dengan karakter suara yang berbeda dan manfaat yang menarik untuk kualitas tidur. Beberapa di antaranya disebut lebih lembut, lebih dalam, atau lebih menenangkan untuk membantu tubuh rileks.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kalau sedang mencari cara alami untuk membantu tidur nyenyak, kamu perlu tahu apa saja warna kebisingan ini dan mana yang lebih efektif untuk membantumu tidur.
Ragam warna noise, ada apa saja?
Ada suara yang terasa menenangkan, ada pula yang terdengar lebih tajam. Merangkum berbagai sumber, berikut beberapa jenis noise yang perlu kamu tahu.
1. White noise
Mengutip WebMD, white noise adalah jenis yang paling populer. Suaranya merupakan campuran semua frekuensi yang terdengar oleh telinga manusia dalam porsi seimbang.
Hasilnya berupa bunyi seperti statis, kipas angin, pendingin ruangan, atau vacuum cleaner. White noise cukup efektif untuk menutupi suara mengganggu di sekitar, sehingga banyak orang memakainya saat ingin tidur nyenyak.
2. Pink noise
Pink noise terdengar seperti suara latar yang lebih lembut dan natural. Dibanding white noise, bunyinya lebih dalam dan lebih halus, seperti hujan ringan, angin di pepohonan, atau ombak di pantai.
Suara ini sering dianggap bagus untuk membantu relaksasi dan mempertahankan tidur yang lebih dalam. Kalau kamu mudah terbangun karena suara keras seperti pintu tertutup atau klakson mobil, pink noise bisa membantu meredam gangguan tersebut.
3. Brown noise
Brown noise yang juga disebut red noise, memiliki suara yang lebih berat dan bergemuruh. Karakternya lebih dalam ketimbang white noise maupun pink noise, mirip hujan deras yang stabil atau aliran air dengan tekanan kuat.
Penelitian awal menunjukkan brown noise dapat membantu sebagian orang yang mengalami tinnitus atau denging di telinga.
Selain itu, ada juga temuan bahwa brown noise dapat mendukung konsentrasi dan proses berpikir. Meski begitu, bukti ilmiah tentang pengaruhnya terhadap tidur masih perlu diperbanyak.
4. Green noise
Green noise termasuk pendatang baru dalam tren suara tidur. Suara ini sedang populer di media sosial karena dianggap membawa nuansa alam yang sangat menenangkan. Sayangnya, penelitian ilmiah tentang green noise masih sangat terbatas.
Meski begitu, banyak orang percaya green noise bisa membantu menurunkan kecemasan, meningkatkan relaksasi, dan mendukung kualitas tidur.
5. Blue, violet, dan grey noise
Selain yang populer, ada juga blue noise, violet noise, dan grey noise. Blue noise terdengar lebih tajam dan mendesis karena energinya naik pada frekuensi tinggi.
Violet atau purple noise bahkan lebih tinggi lagi dan sering dikaitkan dengan terapi tinnitus. Adapun grey noise terdengar mirip white noise, tetapi lebih seimbang di frekuensi tertentu.
Warna apa yang terbaik agar tidur lebih lelap?
Untuk tidur nyenyak, tiga pilihan yang paling sering direkomendasikan adalah white noise, pink noise, dan brown noise.
White noise cocok jika kamu ingin menutupi suara bising dari luar. Pink noise cenderung lebih lembut dan bisa membantu tidur lebih dalam. Brown noise cocok untuk kamu yang menyukai suara rendah dan dalam yang terasa menenangkan.
"White, pink, dan brown noise mengandung jumlah energi yang berbeda di semua frekuensi [dan] berfungsi dengan cara unik untuk memengaruhi kondisi mental kita," ujar audiolog klinis Amy Sarow, seperti dikutip dari Good Housekeeping.
Jadi, tidak ada satu suara yang cocok untuk semua orang. Pilihan terbaik bergantung pada kebutuhan dan kebiasaan tidur masing-masing.
Kamu juga bisa mencoba beberapa jenis noise secara bergantian sampai menemukan yang paling nyaman. Seperti saran para ahli, noise sebaiknya dipadukan dengan kebiasaan tidur sehat lainnya.
"Kami biasanya menyarankan pasien untuk mencoba beberapa suara dan menemukan mana yang mereka sukai, lalu menggabungkan suara tersebut dengan teknik relaksasi, latihan pernapasan, terapi tidur, dan mindfulness," kata ahli audiologi berbasis di New York, Ruth Reisman-Aguilar.
(rti)
