Penumpang Garuda Batal Terbang Imbas Erupsi Bisa Refund dan Reschedule

CNN Indonesia
Senin, 07 Sep 2026 11:30 WIB
Penumpang Garuda Batal Terbang Imbas Erupsi Bisa Refund dan Reschedule
Ilustrasi pesawat Garuda Indonesia. (Dok. Garuda Indonesia)
Jakarta, CNN Indonesia --

Maskapai Garuda Indonesia membatalkan seluruh penerbangan dari Jakarta, Bandung, serta Lampung maupun arah sebaliknya hingga Senin (7/9) pukul 12.00 WIB.

Kebijakan tersebut diambil atas dampak sebaran abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau yang berdampak pada operasional sejumlah bandara.

Corporate Communications Division Head Garuda Indonesia Dicky Irchamsyah mengatakan penyesuaian penerbangan dilakukan setelah otoritas memperpanjang penutupan sementara Bandara Soekarno-Hatta, Bandara Husein Sastranegara, dan Bandara Radin Inten II.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Penyesuaian tersebut menyusul perpanjangan penutupan sementara Bandara Soekarno-Hatta, Bandara Husein Sastranegara, dan Bandara Radin Inten II oleh otoritas terkait," kata Dicky dalam keterangannya, Senin (7/9).

Garuda Indonesia juga melakukan pemeriksaan teknis terhadap pesawat yang terdampak abu vulkanik. Pemeriksaan tersebut dilakukan untuk memastikan armada yang kembali beroperasi memenuhi standar keselamatan dan layak terbang.

"Operasional penerbangan akan dilaksanakan kembali secara bertahap setelah bandara dinyatakan dapat beroperasi oleh otoritas terkait, seluruh persyaratan keselamatan terpenuhi, dan kesiapan armada telah dipastikan sesuai ketentuan yang berlaku," ujar Dicky.

Dengan demikian, penerbangan yang dijadwalkan setelah pukul 12.00 WIB pada Senin (7/9) tidak otomatif dipastikan kembali normal. Pengoperasian penerbangan akan dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kondisi bandara dan kesiapan armada.

Hal ini juga sejalan dengan kondisi sejumlah bandara yang masih mengalami penutupan akibat sebaran abu vulkanik.

Bagi penumpang yang terdampak, Garuda Indonesia menyediakan pilihan perubahan jadwal penerbangan atau pengembalian dana secara penuh sesuai ketentuan yang berlaku.

"Permohonan tersebut dapat diajukan hingga 14 September 2026," tegas Dicky.

Batas waktu 14 September tersebut merupakan batas pengajuan refund atau reschedule, bukan berarti penerbangan Garuda ditunda hingga tanggal tersebut.

Garuda Indonesia mengimbau penumpang yang memiliki jadwal penerbangan pada periode terdampak untuk mengecek status penerbangan secara berkala melalui kanal resmi maskapai sebelum menuju bandara.

Maskapai juga menyatakan akan terus memantau perkembangan situasi dan berkoordinasi dengan otoritas serta pihak terkait. Informasi mengenai operasional penerbangan akan disampaikan melalui kanal komunikasi resmi Garuda Indonesia.

(dsd/wiw)
placeholder