Baju Dijemur di Luar saat Hujan Abu Vulkanik, Perlu Dicuci Lagi?

CNN Indonesia
Senin, 07 Sep 2026 11:15 WIB
Aktivitas sederhana seperti menjemur pakaian juga bisa terdampak sebaran hujan abu vulkanik.
Ilustrasi. Aktivitas sederhana seperti menjemur pakaian juga bisa terdampak sebaran hujan abu vulkanik. (utroja0/Pixabay)
Daftar Isi
Jakarta, CNN Indonesia --

Hujan abu vulkanik tak cuma bikin jalanan dan kendaraan kotor. Aktivitas sederhana seperti menjemur pakaian pun bisa terdampak. Lantas, bagaimana seharusnya kita menjemur pakaian?

Sebaran hujan abu vulkanik imbas erupsi Gunung Anak Krakatau mencapai sejumlah daerah. Tak hanya Lampung dan Banten, wilayah lain seperti Bengkulu, DKI Jakarta, hingga sebagian Jawa Barat pun ikut terdampak.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Masalahnya, abu vulkanik bukan sekadar debu biasa. Partikel hasil erupsi bisa menempel pada berbagai permukaan, termasuk pakaian hingga kemudian terbawa masuk ke dalam rumah.

Oleh karena itu, menjemur pakaian di tengah hujan abu vulkanik perlu dipertimbangkan dengan baik-baik.

Lantas, bagaimana seharusnya menjemur pakaian saat terjadi hujan abu vulkanik. Berikut informasinya.

Di mana baiknya menjemur pakaian saat hujan abu?

Hujan abu akan membawa partikel-partikel kecil yang bisa menempel di pakaian. Pakaian yang dijemur di luar bisa jadi medium penyebaran partikel abu vulkanik di dalam rumah.

Badan Geologi Amerika Serikat (USGS) sendiri menyarankan untuk tetap berada di dalam ruang saat hujan abu. Artinya, pakaian yang dicuci juga diupayakan agar cukup dijemur dalam ruang jika memungkinkan.

Tapi, jika tidak memungkinkan, upayakan untuk menjemur pakaian di area outdoor dengan penutup atap seperti kanopi. Hal ini diperlukan untuk meminimalisasi paparan abu pada pakaian.

Jika hujan abu terjadi saat baju sedang dijemur, apa yang harus dilakukan?

Hujan abu bisa terjadi secara tiba-tiba tanpa diprediksi. Pakaian yang sedang dijemur bisa kembali kotor akibat hujan abu vulkanik.

USGS juga menyarankan agar kain atau pakaian yang terkena abu dibilas dengan air mengalir. Untuk pakaian yang sangat kotor, penggunaan deterjen yang lebih banyak juga diperlukan.

Artinya, jika pakaian yang dijemur terpaksa harus terpapar abu vulkanik, Anda disarankan untuk mencucinya kembali.

Saat akan dikeringkan kembali, pastikan agar baju sudah terbebas dari abu sebelum dimasukkan ke mesin pengering. Pasalnya, abu dapat menggores bagian dalam pengering.

Bahaya paparan abu vulkanik

Paparan abu vulkanik tak bisa dianggap sepele. Ketua Majelis Kehormatan Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) Profesor Tjandra Yoga Aditama mengatakan, partikel abu yang masuk ke saluran napas dapat langsung memicu batuk dan iritasi tenggorokan.

"Dalam kondisi tertentu, paparan juga bisa memicu penyakit seperti bronkitis serta memperburuk kondisi asma dan penyakit paru obstruktif kronis (PPOK)," ujar Tjandra, melansir Antara, Senin (7/9).

Selain pada pernapasan, abu vulkanik juga bisa memicu iritasi pada mata dan kulit. Jika debu mengotori sumber air dan makanan, gangguan pada saluran cerna juga bisa terjadi. 

(asr)
placeholder