Departemen Luar Negeri Amerika Serikat (AS) belum lama ini memperbarui petunjuk perjalanan atau travel advisory ke Brasil per 31 Agustus 2026.
Wisatawan mancanegara diminta meningkatkan kewaspadaan menyusul tingginya risiko kejahatan dengan kekerasan dan penculikan di negara tersebut.
Mengutip Fox News, status keamanan Brasil saat ini berada pada Level 2: Exercise Increased Caution (Tingkatkan Kewaspadaan). Meskipun tingkat ancaman secara umum tidak berubah, pembaruan difokuskan untuk menyoroti maraknya tindak kriminalitas urban dan penculikan kilat (express kidnapping).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pemerintah AS menyebutkan kejahatan dengan kekerasan seperti pembunuhan, perampokan bersenjata, hingga pembajakan kendaraan berpotensi terjadi di kawasan perkotaan Brasil, baik siang maupun malam hari.
Wisatawan asing kerap ditargetkan melalui modus bius minuman di bar atau lewat aplikasi kencan sebelum akhirnya dirampok. Modus ini dilaporkan paling marak terjadi di Kota Rio de Janeiro.
Selain itu, ancaman express kidnapping, yakni penculikan berdurasi singkat di mana korban dipaksa menarik dana tunai dari ATM atau mentransfer uang via aplikasi perbankan, semakin mengintai.
Penarikan dana dari mesin ATM disarankan dilakukan di lokasi yang terjamin keamanannya seperti pusat perbelanjaan atau hotel besar.
Otoritas AS menetapkan status Level 4: Do Not Travel (Dilarang Mengunjungi) untuk kawasan perbatasan darat internasional Brasil dalam radius 160 kilometer. Pengecualian batas aman hanya diberikan untuk Taman Nasional Iguaçu dan kawasan konservasi Pantanal.
Pemerintah AS juga mengimbau turis membatalkan rencana kunjungan ke permukiman informal atau favela, meskipun menggunakan tur berpemandu.
Beberapa kawasan rawan lain yang menjadi perhatian khusus meliputi:
- Kota Satelit Brasília: Ceilândia, Santa Maria, São Sebastião, dan Paranoá, khususnya pada jam rawan pukul 18.00-06.00 waktu setempat.
- Kompleks Permukiman Rio de Janeiro: Otoritas Kanada secara khusus melarang kunjungan ke Complexo da Maré dan Complexo da Penha akibat tingginya risiko bentrokan, operasi kepolisian, serta keterbatasan akses bantuan darurat.
Wisatawan diimbau selalu memperhatikan situasi sekitar, tidak mencolok dalam membawa barang berharga, serta ekstra waspada saat berada di pantai, bar, pusat transportasi, maupun saat menggunakan angkutan umum pada malam hari.
(dsd/wiw)