7 Tanda Orang Tua Lansia Mulai Kesepian yang Perlu Diperhatikan

CNN Indonesia
Rabu, 02 Sep 2026 20:45 WIB
Kesepian bisa dialami siapa saja, termasuk orang tua yang memasuki usia lanjut. Ketahui tanda orang tua lansia mulai merasa kesepian.
Ilustrasi. Kesepian bisa dialami siapa saja, termasuk orang tua yang memasuki usia lanjut. Ketahui tanda orang tua lansia mulai merasa kesepian. (Foto: iStockphoto/PeopleImages)
Daftar Isi
Jakarta, CNN Indonesia --

Kesepian bisa dialami siapa saja, termasuk orang tua yang memasuki usia lanjut. Kondisi ini sering kali tidak terlihat jelas karena seseorang mungkin tetap menjalani aktivitas sehari-hari seperti biasa.

Berikut tanda orang tua lansia mulai kesepian yang perlu diketahui.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Semakin bertambah usia, kehidupan orang tua bisa mengalami banyak perubahan.

Anak-anak mungkin sudah sibuk dengan keluarga dan pekerjaan masing-masing, sementara teman-teman seusianya mulai jarang bertemu atau bahkan pindah ke tempat lain.

Jika sebelumnya ada pasangan yang selalu menemani di rumah, kehilangan sosok tersebut juga bisa membuat hari-hari terasa jauh lebih sepi. Sayangnya, rasa kesepian pada lansia tidak selalu disampaikan secara langsung.


Tanda orang tua lansia mulai kesepian

Dikutip dari Helping Hands, berikut tanda orang tua lansia mulai kesepian yang perlu diperhatikan oleh keluarga.

1. Pola tidur berubah

age, relax and people concept - happy senior woman sleeping on pillow at homePerubahan pola tidur bisa menjadi tanda orang tua lansia mulai merasa kesepian (Foto: iStockphoto/dolgachov)

Perubahan pola tidur dapat menjadi salah satu tanda orang tua lansia mulai kesepian. Mereka mungkin mengalami kesulitan tidur, sering terbangun pada malam hari, atau justru tidur lebih lama dari biasanya.

Pada usia lanjut, perubahan aktivitas dan rutinitas memang dapat memengaruhi waktu tidur. Namun, perubahan tersebut juga dapat berkaitan dengan kondisi emosional, termasuk depresi yang muncul setelah mengalami kesepian dalam waktu lama.

Karena itu, perhatikan jika perubahan pola tidur terjadi secara terus-menerus dan disertai perubahan suasana hati.


2. Nafsu makan dan berat badan turun

Penurunan nafsu makan dapat terjadi pada lansia karena aktivitas fisik berkurang atau efek samping obat tertentu. Namun, kehilangan berat badan secara cepat atau sering menolak makan perlu mendapat perhatian lebih.

Bagi sebagian orang tua, waktu makan bukan hanya soal memenuhi kebutuhan nutrisi, tetapi juga menjadi momen bersosialisasi. Setelah kehilangan pasangan, makan sendirian setiap hari dapat membuat suasana menjadi kurang menyenangkan.

Keluarga dapat menemani mereka makan atau mengatur waktu makan bersama secara rutin.


3. Mulai sulit bersosialisasi

Orang tua yang kesepian mungkin mulai menjauh dari teman atau keluarga dan tidak lagi bersemangat menjaga hubungan yang sebelumnya dekat. Mereka juga bisa menunjukkan perubahan sikap yang membuat komunikasi menjadi lebih sulit.

Meski begitu, perubahan perilaku tidak selalu berarti mereka mengalami depresi atau kesepian. Bisa saja mereka memang sedang ingin menjalani kehidupan dengan cara berbeda.

Yang penting, keluarga tetap menjaga komunikasi dan memastikan tidak ada pihak lain yang memberikan tekanan atau memengaruhi keputusan mereka secara tidak sehat.


4. Cepat lelah

Bertambahnya usia dapat membuat seseorang lebih mudah lelah, terutama ketika mengalami masalah tidur atau keluhan fisik. Akibatnya, menghadiri acara keluarga atau bertemu teman mungkin terasa melelahkan.

Kondisi tersebut dapat membuat lansia memilih tinggal di rumah dan menghindari kegiatan sosial. Jika terus terjadi, mereka justru kehilangan kesempatan untuk berinteraksi dengan orang lain.

Saat mengadakan acara keluarga, sediakan tempat yang tenang agar mereka dapat beristirahat ketika merasa lelah tanpa harus meninggalkan acara sepenuhnya.


5. Kepercayaan diri berkurang

Kehilangan pasangan, teman dekat, atau peran tertentu dalam keluarga dapat membuat lansia merasa tidak lagi memiliki tujuan. Mereka mungkin berpikir sudah terlalu tua untuk bertemu orang baru atau memulai aktivitas berbeda.

Keluarga dapat memberikan dukungan secara perlahan. Misalnya, temani orang tua menghadiri kegiatan komunitas, pusat aktivitas lansia, atau acara yang sesuai dengan hobinya.

Dukungan kecil dari orang terdekat dapat membuat mereka lebih berani membuka diri dan membangun pertemanan baru.


6. Merasa tidak diperhatikan atau didengarkan

Kesibukan anak dan anggota keluarga terkadang membuat waktu berkunjung menjadi semakin terbatas. Bahkan ketika sedang bersama, penggunaan ponsel atau pekerjaan yang masih harus diselesaikan dapat membuat orang tua merasa tidak benar-benar mendapatkan perhatian.

Perasaan tidak didengarkan dapat membuat mereka merasa menjadi beban bagi keluarga. Karena itu, manfaatkan waktu bersama untuk benar-benar berbicara dan mendengarkan.

Misalnya, sepakati waktu kunjungan tanpa ponsel agar percakapan menjadi lebih berkualitas.


7. Frekuensi menelepon berubah

Jika biasanya orang tua sering menelepon, lalu tiba-tiba menjadi jarang berkomunikasi, perubahan tersebut sebaiknya tidak diabaikan. Orang yang merasa kesepian atau mengalami masalah emosional terkadang menarik diri dari interaksi sosial.

Namun, ada kemungkinan lain, seperti mereka khawatir mengganggu kesibukan anak atau ingin menghemat biaya telepon. Pastikan orang tua mengetahui bahwa Anda tetap senang menerima telepon mereka.

Jika sedang bekerja atau tidak dapat mengangkat telepon, beri tahu kapan Anda bisa menghubungi mereka kembali dan usahakan menepatinya.

Dengan mengenali tanda orang tua lansia mulai kesepian merupakan langkah awal untuk memberikan dukungan yang tepat.

(gas/fef)
placeholder