Pramugari Beber Kapan Penumpang Bisa Tekan Tombol Panggilan di Pesawat
Menggunakan tombol panggilan (call button) di dalam pesawat kerap membuat penumpang ragu. Tak sedikit yang khawatir tindakan tersebut dinilai mengganggu tugas awak kabin.
Namun, seorang pramugari berpengalaman bernama Leanna Coy meluruskan pandangan tersebut dan membagikan etika penggunaan fasilitas tersebut secara tepat.
Melalui unggahan video di platform TikTok, Leanna justru mengaku senang apabila penumpang memanfaatkan tombol panggilan saat membutuhkan bantuan, ketimbang menanti pramugari melintas di lorong (aisle).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Leanna, menekan tombol panggilan sangat membantu awak kabin dalam merespons kebutuhan penumpang di saat mereka memiliki jeda waktu.
Sebagai contoh, ketika penumpang membutuhkan air minum, menekan tombol tersebut akan memberikan sinyal sehingga pramugari dapat datang melayani setelah tugas utama mereka rampung.
Sebaliknya, mengandalkan momen saat pramugari kebetulan melintas di lorong justru berisiko membuat permintaan penumpang terlupakan karena perhatian awak kabin yang terbagi.
Meski demikian, Leanna menegaskan tidak keberatan jika penumpang menyampaikan permohonan secara langsung saat ia sedang berada di lorong.
Kendati menganjurkan penggunaan tombol panggilan, Leanna menekankan dua kondisi utama di mana penumpang diimbau TIDAK menekan tombol tersebut untuk urusan non-mendesak:
- Meminta Pengambilan Sampah:Leanna menegaskan bahwa tombol panggilan bukan sarana untuk memanggil petugas sekadar mengambil sampah pribadi penumpang. Hal ini berkaitan erat dengan protokol kebersihan dan perlindungan diri dari kuman.
"Saya punya aturan yang sangat ketat. Saya tidak menyentuh apa pun tanpa sarung tangan," kata Leanna, mengutip Yahoo. Lagi pula, awak kabin dipastikan akan rutin berkeliling membawa kantong sampah khusus setelah layanan makanan dan minuman selesai diberikan.
- Saat Lepas Landas dan Mendarat:Penumpang diminta tidak menggunakan tombol panggilan untuk hal-hal sepele pada fase takeoff (lepas landas) maupun landing (mendarat). Pada fase krusial ini, seluruh awak kabin diwajibkan tetap duduk di kursi keselamatan demi mematuhi regulasi penerbangan.
Pengecualian untuk Situasi Darurat
Aturan penundaan tersebut tidak berlaku apabila terjadi kondisi darurat, seperti masalah medis mendadak atau potensi bahaya di dalam kabin. Dalam situasi kritis, penumpang sangat dianjurkan untuk segera menekan tombol panggilan kapan saja demi mendapat pertolongan cepat dari awak kabin.
(wiw)