WNI Simpan Pisau di Sepatu di Bandara Changi Terancam Hukuman Cambuk
Pihak kepolisian Singapura meringkus seorang pria Warga Negara Indonesia (WNI) berusia 32 tahun di Bandara Internasional Changi, Singapura.
Pria tersebut kedapatan menyembunyikan sebilah pisau di dalam sepatunya saat melewati area pemeriksaan keamanan penerbangan Bandara Changi.
Kepolisian Singapura menyatakan bahwa pria tersebut menyembunyikan pisau sepanjang 19,5 sentimeter, dengan bilah tajam berukuran 12 sentimeter, di dalam kaos kakinya saat berada di area pemeriksaan terpusat Balai Keberangkatan Terminal 4 Bandara Changi, melansir The Straits Times, Jumat (28/8).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sajam tersebut ditemukan dalam kondisi terbungkus beberapa lapis kantong plastik dan direkatkan rapat menggunakan isolasi bening.
Petugas keamanan penerbangan yang mengoperasikan mesin pemindai X-ray mendeteksi keberadaan benda tajam mencurigakan di dalam sepatu kanan pria tersebut. Petugas langsung menginstruksikannya untuk melepas sepatu sebelum melintasi jalur pemindaian ulang, mengutip AsiaOne.
Pria tersebut kemudian digiring ke ruang pemeriksaan khusus. Di lokasi tersebut, petugas menemukan sebilah pisau beserta sarungnya tersembunyi di bagian dalam sepatu.
Atas perbuatannya, WNI tersebut didakwa atas tuduhan membawa senjata tajam/ofensif di tempat umum tanpa izin sah.
Jika terbukti bersalah di pengadilan, pelaku terancam hukuman penjara hingga maksimal tiga tahun serta hukuman hukuman cambuk sedikitnya enam kali.
Kepolisian Singapura menegaskan tidak akan memberikan toleransi terhadap segala bentuk upaya penyelundupan maupun pembawaan senjata tajam berbahaya di ruang publik.
"Para pelancong diingatkan kembali bahwa siapa pun yang terbukti membawa senjata ofensif tanpa alasan hukum yang sah akan ditindak secara tegas dan tanpa kompromi sesuai dengan hukum yang berlaku," tegas pihak kepolisian.
Bandara Changi Singapura belum lama ini dinobatkan sebagai bandara terbaik di dunia tahun ini versi Skytrax dan mencatatkan trafik sebanyak 34,8 juta penumpang pada semester pertama 2026.
Angka trafik penumpang pesawat tersebut naik 0,4 persen secara tahunan (YoY) di tengah dinamika gangguan penerbangan imbas krisis kawasan Timur Tengah.
(wiw)