Permudah WNI, Kini Tersedia Bahasa Indonesia di Singapore Arrival Card
Singapore Arrival Card (SGAC) menjadi salah satu formulir yang perlu diisi sebelum memasuki negara Singapura. Formulir ini berisi informasi perjalanan dan kondisi kesehatan wisatawan.
Pengecualian berlaku bagi penumpang yang hanya transit tanpa melalui pemeriksaan imigrasi serta penduduk Singapura yang bepergian melalui pos pemeriksaan darat Woodlands dan Tuas.
Berbeda dengan visa dan paspor, pengisian SGAC bukan berarti wisatawan otomatis mendapatkan izin masuk ke Singapura. Persyaratan visa tetap bergantung pada kewarganegaraan dan aturan imigrasi Singapura.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Melansir dari VN Express, baru-baru ini SGAC diperbarui dengan tampilan dan fitur untuk mempermudah pengisian data. SGAC akan menambahkan tampilan antarmuka baru, tujuh pilihan bahasa tambahan, serta fitur pemindaian paspor yang dapat mengisi data secara otomatis.
Tujuh bahasa tambahan yang akan hadir di SGAC adalah Bahasa Indonesia, Belanda, Arab, Spanyol, Rusia, Filipina, dan Italia. Dengan penambahan tersebut, total pilihan bahasa di SGAC menjadi 19 pilihan bahasa, dari sebelumnya yang berjumlah 12.
Fitur-fitur baru tersebut akan tersedia melalui aplikasi seluler MyICA dan situs web Immigration and Checkpoints Authority (ICA) mulai 26 Agustus 2026, menurut unggahan ICA di Facebook pada 19 Agustus lalu.
ICA mengatakan fitur pemindaian paspor untuk mengisi data secara otomatis saat ini hanya tersedia bagi wisatawan asing, lalu akan dikembangkan bagi warga negara Singapura.
Menurut The Straits Times, dalam sistem yang telah diperbarui, fitur tersebut juga akan tersedia bagi warga negara Singapura, penduduk tetap, dan pemegang izin tinggal jangka panjang, selain opsi pengambilan informasi melalui Singpass yang sudah tersedia.
Singapura sebagai salah satu negara dengan GDP per kapita tertinggi di dunia dan tertinggi di Asia pada 2025, terus berupaya untuk memberikan kemudahan bagi para wisatawan.
(dsd/wiw)