Bukan Sekadar Liburan, Ini Cara Baru Menjelajah Dunia Anti Mainstream

CNN Indonesia
Rabu, 26 Agu 2026 22:01 WIB
Anantara Palazzo Naiadi Rome, Luxury River & Rooftop Escape
Liburan anti mainstream. (Arsip Istimewa)
Jakarta, CNN Indonesia --

Berwisata ke sebuah destinasi tidak berarti harus mendatangi tempat-tempat yang paling populer. Ada kalanya, pengalaman justru terasa lebih menarik ketika wisatawan memperlambat langkah dan melihat sebuah kota, alam, atau budaya dari sisi yang berbeda.

Roma, misalnya, tidak hanya tentang Colosseum dan bangunan bersejarah. Bali juga bukan sekadar pantai dan kawasan wisata yang ramai. Begitu pula Rajasthan, Kamboja, hingga Ras Al Khaimah yang menyimpan cerita tentang tradisi dan kehidupan masyarakat di balik lanskap yang sudah lebih dulu dikenal wisatawan.

Cara menikmati perjalanan seperti ini membuat liburan tidak hanya menjadi kegiatan berpindah dari satu tempat ke tempat lain, tetapi juga kesempatan untuk mengenal karakter sebuah destinasi lebih dekat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kota-kota besar biasanya menawarkan berbagai atraksi yang sudah akrab bagi wisatawan. Namun, ada cara lain untuk menikmatinya, yakni dengan melihat kehidupan kota dari ritme yang lebih lambat.

Di Roma, Italia, Sungai Tiber dapat menjadi salah satu cara untuk mengenal Kota Abadi dari perspektif berbeda. Menyusuri sungai dengan perahu memungkinkan wisatawan melihat deretan bangunan bersejarah dan sudut-sudut kota yang mungkin terlewat ketika menjelajah menggunakan kendaraan darat.

Perjalanan dapat dilanjutkan dengan menikmati aperitivo sambil melihat lanskap Roma dari ketinggian. Suasana yang lebih tenang memberikan pengalaman berbeda dibandingkan perjalanan wisata yang dipenuhi agenda untuk mengunjungi banyak tempat dalam satu hari.

Sementara itu, pengalaman mengenal Budapest, Hungaria, dapat dibawa hingga ke kawasan pedesaan. Desa Tard menjadi salah satu tempat untuk melihat bagaimana tradisi lokal masih menjadi bagian dari kehidupan masyarakat.

Anantara Angkor Angkor & The LotusAnantara Angkor Angkor & The Lotus. (Foto: Arsip Istimewa)

Di sini, wisatawan dapat mengenal seni sulam Matyó yang diwariskan dari generasi ke generasi dan melihat langsung proses pembuatan berbagai kerajinan. Pengalaman tersebut dapat dilengkapi dengan kunjungan ke gereja lokal serta mencicipi gulyás atau goulash, hidangan khas Hungaria. Musik tradisional yang dimainkan dalam berbagai pertemuan dan perayaan masyarakat turut melengkapi perjalanan.

Dari pengalaman tersebut, Budapest dan sekitarnya tidak hanya hadir sebagai destinasi dengan bangunan megah dan pusat kota yang ramai, tetapi juga memiliki kehidupan tradisional yang masih bertahan.

Menyusuri alam di balik destinasi populer

Cara berbeda menikmati perjalanan juga dapat dilakukan dengan masuk lebih jauh ke alam. Di Bali, misalnya, wisatawan dapat meninggalkan sejenak kawasan pantai dan bergerak menuju pedalaman. Desa, sawah, hutan, hingga kehidupan masyarakat menjadi bagian dari perjalanan yang memperlihatkan sisi lain Pulau Dewata.

Mengutip berbagai sumber, salah satu kawasan yang dapat dijelajahi adalah Taro, yang dikenal sebagai salah satu permukiman Hindu tertua di Bali. Perjalanan melintasi persawahan menuju kawasan tersebut memberikan gambaran tentang kehidupan Bali yang lebih dekat dengan lingkungan dan tradisi.

Di Hutan Alas Taro, wisatawan dapat mengenal flora dan fauna setempat, termasuk kerbau putih yang dianggap sakral oleh masyarakat. Perjalanan juga dapat dilanjutkan menuju kawasan konservasi kunang-kunang.

Pengalaman tersebut menunjukkan bahwa daya tarik Bali tidak hanya terletak pada pantainya. Hubungan antara masyarakat, alam, dan tradisi juga menjadi bagian penting dari identitas pulau ini.

Perjalanan juga dapat menjadi kesempatan untuk mengenal sebuah daerah melalui tradisi yang masih dijalankan masyarakat setempat. Di Rajasthan, India, misalnya, kehidupan masyarakat di sejumlah desa masih lekat dengan kerajinan tradisional.

Di Manpura, wisatawan dapat bertemu dengan pengrajin yang membuat karpet menggunakan teknik simpul tangan, membentuk gerabah, hingga menghasilkan gelang dari lak. Kegiatan tersebut bukan sekadar pertunjukan untuk wisatawan. Kerajinan menjadi bagian dari kehidupan dan keterampilan yang diwariskan lintas generasi.

Wisatawan juga dapat berjalan menyusuri gang-gang bersejarah peninggalan Rajput dan mencicipi masakan rumahan khas Rajasthan yang disiapkan keluarga setempat. Pengalaman semacam ini memberikan gambaran bahwa kekayaan budaya sebuah destinasi tidak hanya tersimpan di museum atau bangunan bersejarah, tetapi juga hidup dalam aktivitas sehari-hari masyarakat.

Di Siem Reap, Kamboja, bunga teratai menjadi pintu masuk untuk mengenal tradisi setempat. Perjalanan dapat dimulai dari Angkor Wat, tempat motif teratai dapat ditemukan pada berbagai bagian bangunan. Dari sana, pengalaman berlanjut menuju perkebunan teratai ketika sore mulai berganti malam.

Wisatawan dapat memanen teratai dan mempelajari proses pengolahan serat dari batangnya menjadi benang. Perjalanan kemudian ditutup dengan sajian yang terinspirasi dari tradisi kerajaan Kamboja. Bunga yang selama ini mungkin hanya dilihat sebagai tanaman ternyata memiliki hubungan dengan simbolisme dan tradisi masyarakat setempat.

Berbagai pengalaman tersebut menunjukkan bahwa cara menikmati sebuah destinasi terus berkembang. Wisatawan tidak selalu harus mengejar sebanyak mungkin tempat dalam satu perjalanan.

Menyusuri sungai, memasuki hutan, mengamati kunang-kunang, mencicipi masakan rumahan, hingga berbincang dengan pengrajin lokal bisa menjadi cara untuk memahami sebuah destinasi dengan lebih dekat.

Pendekatan semacam ini juga membuat perjalanan terasa lebih personal. Alih-alih hanya menjadi penonton, wisatawan memiliki kesempatan untuk berinteraksi dengan lingkungan dan masyarakat yang ditemui sepanjang perjalanan. Konsep perjalanan yang lebih dekat dengan karakter lokal tersebut menjadi bagian dari perayaan 25 tahun Anantara Hotels & Resorts pada 2026.

Merek perhotelan di bawah Minor Hotels itu menghadirkan sejumlah pengalaman yang dikurasi di berbagai destinasi, mulai dari kota, alam, hingga kawasan yang kaya akan tradisi. Pengalaman tersebut dirancang berbeda di setiap lokasi, menyesuaikan karakter lingkungan dan budaya setempat.

Perjalanan memang tidak selalu ditentukan oleh seberapa jauh seseorang pergi. Terkadang, pengalaman yang paling berkesan justru muncul ketika wisatawan bersedia berhenti sejenak, melihat lebih dekat, dan menemukan cerita yang selama ini tersembunyi di balik sebuah destinasi.

(tis/tis)
placeholder