5 Makanan Kaya Antioksidan untuk Bantu Hadapi Polusi Udara
Kualitas udara belakangan menjadi perhatian. Selain aktivitas transportasi, polusi udara juga dapat diperburuk oleh kebakaran hutan dan lahan di sejumlah wilayah.
Paparan polusi, termasuk partikel halus berukuran 2,5 mikrometer atau PM2.5, bukan sekadar membuat pernapasan terasa tidak nyaman. Partikel ini dapat masuk jauh ke saluran pernapasan dan memicu berbagai proses biologis di dalam tubuh, termasuk stres oksidatif dan peradangan.
Di tengah paparan polusi yang sulit sepenuhnya dihindari, asupan makanan bergizi dapat menjadi salah satu cara untuk membantu tubuh menghadapi tekanan tersebut. Salah satunya melalui makanan yang kaya antioksidan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kenapa antioksidan berkaitan dengan polusi?
Melansir studi yang dipublikasikan dalam Respiratory Research, paparan polusi, termasuk PM2.5, dapat meningkatkan pembentukan molekul reaktif di dalam tubuh. Jika jumlah molekul reaktif tersebut terlalu banyak dan tidak mampu diimbangi oleh sistem pertahanan tubuh, kondisi ini dapat menyebabkan stres oksidatif.
Stres oksidatif kemudian dapat berkontribusi terhadap kerusakan sel dan peradangan. Di sinilah antioksidan berperan. Senyawa ini merupakan bagian dari sistem pertahanan tubuh yang membantu menyeimbangkan molekul reaktif.
Antioksidan pun sebenarnya tidak sulit ditemukan. Sejumlah makanan yang dikonsumsi sehari-hari mengandung vitamin dan senyawa dengan aktivitas antioksidan. Berikut jenis vitamin yang bagus untuk tubuh saat polusi udara 'mengamuk':
1. Vitamin C
Vitamin C merupakan salah satu vitamin yang memiliki aktivitas antioksidan dan berperan dalam mendukung sistem pertahanan tubuh. Sumber vitamin C cukup beragam, mulai dari jeruk, jambu biji, kiwi, stroberi, dan pepaya hingga paprika, brokoli, dan tomat.
2. Vitamin E
Vitamin E merupakan kelompok senyawa yang larut dalam lemak dan memiliki aktivitas antioksidan. Nutrisi ini dapat ditemukan dalam sejumlah makanan, seperti kacang almond, biji bunga matahari, kacang-kacangan, minyak nabati, alpukat, dan sayuran hijau. Vitamin E juga menjadi salah satu nutrisi yang cukup banyak diteliti terkait dampak paparan polusi udara.
3. Karotenoid dan likopen
Mengutip studi dalam Nutrients, karotenoid merupakan pigmen alami yang ditemukan pada tumbuhan. Beberapa jenis karotenoid memiliki aktivitas antioksidan. Sumber karotenoid juga dapat dikenali dari warna makanan. Beta-karoten, misalnya, banyak ditemukan pada wortel, ubi jalar, dan labu.
Sementara itu, likopen banyak terdapat pada tomat dan semangka. Ada pula lutein dan zeaksantin yang dapat ditemukan dalam bayam serta berbagai sayuran hijau. Sejumlah penelitian menunjukkan potensi karotenoid dalam membantu melindungi tubuh dari dampak paparan polusi. Namun, bukti mengenai manfaat tersebut masih terus berkembang.
4. Polifenol dan flavonoid
Polifenol dan flavonoid merupakan kelompok senyawa yang banyak ditemukan dalam makanan sehari-hari. Sumbernya antara lain buah-buahan, sayuran, teh, kakao, kopi, kacang-kacangan, dan rempah-rempah.
Keduanya menarik perhatian peneliti karena memiliki aktivitas antioksidan dan antiinflamasi yang berpotensi membantu tubuh menghadapi proses biologis yang berkaitan dengan paparan polusi.
5. Sulforafana
Berbeda dari vitamin, sulforafana merupakan senyawa yang banyak ditemukan pada sayuran kelompok cruciferous, terutama brokoli dan broccoli sprouts atau kecambah brokoli. Senyawa ini dapat memengaruhi salah satu sistem pertahanan antioksidan di dalam sel. Karena itu, sulforafana juga menjadi salah satu senyawa yang diteliti dalam kaitannya dengan respons tubuh terhadap paparan lingkungan.
Jangan lupa kurangi paparan polusi
Mengonsumsi makanan kaya antioksidan bukan berarti tubuh menjadi kebal terhadap polusi udara. Langkah utama tetap mengurangi paparan polusi sebanyak mungkin.
Caranya antara lain dengan membatasi aktivitas di luar ruangan ketika kualitas udara sedang buruk, menggunakan masker yang sesuai bila diperlukan, serta menjaga kualitas udara di dalam rumah. Di sisi lain, pola makan sehat dapat menjadi bagian dari upaya menjaga tubuh tetap mendapatkan nutrisi yang dibutuhkan. Tidak perlu mencari satu makanan tertentu yang dianggap sebagai 'penangkal' polusi.
Lebih baik biasakan mengonsumsi makanan yang beragam, termasuk buah, sayuran, kacang-kacangan, serta berbagai sumber pangan nabati lainnya. Antioksidan bukan tameng dari polusi. Namun, pola makan yang baik dapat membantu mendukung sistem pertahanan tubuh ketika kita tetap harus berhadapan dengan lingkungan yang kurang sehat.
(anm/tis)