Tak Selalu Nyeri Dada, Ini 7 Tanda Serangan Jantung pada Wanita
Serangan jantung kerap identik dengan rasa sesak seperti diduduki gajah, maupun nyeri atau sakit yang hebat di area dada. Gejala tersebut memang bisa terjadi, tetapi tidak selalu demikian, terutama pada perempuan.
Dilansir dari laman Prevention, dokter menyebut tanda serangan jantung pada perempuan terkadang muncul lebih samar dan mudah disalahartikan sebagai keluhan biasa.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Akhirnya, kondisi itu membuat sebagian perempuan mengabaikan gejala yang muncul.
Serangan jantung terjadi ketika aliran darah yang membawa oksigen ke otot jantung melambat atau terhenti. Kondisi ini umumnya berkaitan dengan penyempitan pembuluh darah akibat penumpukan plak.
Ketika plak pecah dan membentuk bekuan darah, aliran darah dapat tersumbat sehingga otot jantung mulai kekurangan oksigen dan mengalami kerusakan.
Karena itu, perempuan perlu mengenali gejalanya. Dokter menekankan bahwa nyeri atau rasa tidak nyaman di dada tetap menjadi gejala yang paling umum pada perempuan maupun laki-laki.
Namun, perempuan juga lebih mungkin mengalami sejumlah gejala lain yang tidak selalu terasa seperti masalah jantung.
Tanda serangan jantung pada perempuan
Berikut beberapa tanda serangan jantung pada perempuan yang perlu dikenali.
Ilustrasi. Tanda serangan jantung pada perempuan yang kerap diabaikan. (Foto: iStockphoto/KatarzynaBialasiewicz) |
1. Lelah ekstrem yang tak biasa
Merasa lelah setelah menjalani aktivitas seharian tentu wajar. Namun, kelelahan yang sangat berat hingga membuat seseorang sulit beraktivitas, terutama jika disertai kelemahan tubuh atau gejala lain, bisa menjadi tanda yang perlu diwaspadai.
Sebuah penelitian melaporkan bahwa 70 persen perempuan yang mengalami serangan jantung merasakan kelelahan yang tidak biasa. Gangguan tidur dan sesak napas juga termasuk keluhan yang cukup sering muncul.
2. Gangguan pencernaan
Serangan jantung terkadang terasa seperti mengalami gangguan pencernaan. Posisi jantung yang berada dekat dengan lambung membuat sensasi yang muncul dapat disalahartikan sebagai masalah pada saluran pencernaan.
Jika gangguan pencernaan terasa sangat intens, berlangsung lebih lama dari biasanya, atau tidak membaik setelah mengonsumsi obat, Anda sebaiknya memeriksakan diri.
3. Nyeri pada rahang atau punggung
Berkurangnya aliran darah ke jantung dapat menyebabkan rasa sakit yang menjalar dari dada menuju bagian tubuh lain, termasuk rahang dan punggung. Sensasinya bahkan dapat terasa seperti sakit gigi.
Lokasi dan intensitas rasa sakit dapat berbeda pada setiap orang. Karena itu, nyeri yang muncul secara tiba-tiba dan disertai gejala lain sebaiknya tidak diabaikan.
4. Rasa panas di dada
Sensasi terbakar di dada atau heartburn juga dapat disalahartikan sebagai gangguan lambung. Sebaliknya, serangan jantung pun terkadang terasa seperti heartburn.
Jika rasa tidak nyaman muncul secara tiba-tiba, berlangsung lebih dari beberapa menit, dan tidak membaik setelah beristirahat, kondisi tersebut perlu segera diperiksakan.
5. Sesak napas
Sesak napas setelah berolahraga berat merupakan hal yang wajar. Namun, sesak yang muncul ketika sedang duduk, beristirahat, atau saat melakukan aktivitas ringan yang biasanya mudah dilakukan dapat menjadi tanda masalah pada jantung.
Sesak napas ini juga bisa terjadi tanpa disertai nyeri dada.
6. Nyeri pada lengan
Nyeri yang muncul secara tiba-tiba pada lengan, terutama lengan kiri, merupakan salah satu tanda serangan jantung yang cukup dikenal. Namun, rasa sakit juga bisa dirasakan pada lengan lainnya.
Hal ini terjadi karena otak terkadang sulit menentukan sumber nyeri yang berasal dari jantung. Akibatnya, rasa sakit dapat terasa di bagian tubuh lain seperti lengan, rahang, punggung, atau dada.
7. Mual dan pusing
Serangan jantung dapat menyebabkan mual yang disertai tubuh terasa dingin, berkeringat, pusing, atau kepala terasa ringan. Gejala tersebut muncul ketika jantung tidak mendapatkan aliran darah yang cukup.
Demikian beberapa tanda serangan jantung yang dirasakan perempuan. Apabila muncul gejala yang mengarah pada serangan jantung, sebaiknya periksakan segera. Jangan menunggu gejala hilang sendiri untuk mendapatkan penanganan yang cepat dan meminimalkan risiko kerusakan otot jantung.
(fef)
