Hindari 6 Kebiasaan Cuci Muka Ini, Diam-diam Malah Bikin Kulit Iritasi

CNN Indonesia
Rabu, 26 Agu 2026 17:45 WIB
Cara cuci muka yang bikin kulit iritasi.
Ilustrasi. Kebiasaan cuci muka tertentu bisa picu kulit iritasi. (iStockphoto/K-Angle)
Daftar Isi
Jakarta, CNN Indonesia --

Mencuci muka mungkin terasa seperti rutinitas biasa. Tinggal membasahi wajah, memakai pembersih, membilas, lalu selesai. Tapi, cara melakukannya ternyata bisa memengaruhi kondisi kulit seperti memicu iritasi.

Sejumlah penelitian dermatologi dan panduan dari American Academy of Dermatology (AAD) menunjukkan beberapa kebiasaan yang sebaiknya dihindari saat mencuci wajah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

1. Terlalu sering mencuci muka

Mencuci muka berkali-kali dalam sehari belum tentu membuat kulit semakin bersih. Justru, terlalu sering terkena air dan bahan pembersih dapat mengganggu skin barrier atau lapisan pelindung kulit.

Menukil ulasan dalam jurnal Dermatologic Therapy, surfaktan atau bahan dalam produk pembersih yang membantu mengangkat minyak dan kotoran dari kulit juga dapat mengangkat lipid dan protein dari lapisan terluar kulit. Jika terjadi berulang kali, kondisi tersebut dapat membuat kulit kering, terasa tertarik, gatal, hingga mengalami iritasi.

Sebaiknya mencuci wajah maksimal dua kali sehari dan setelah berkeringat banyak. Jadi, jika wajah terasa semakin kering atau perih setelah terlalu sering mencuci muka, bisa jadi kulit justru sedang mendapat terlalu banyak paparan pembersih.

2. Menggunakan air terlalu panas

Air panas memang terasa nyaman, terutama ketika tubuh sedang lelah. Untuk wajah, kebiasaan ini sebaiknya dihindari. Air yang terlalu panas dapat memperburuk kekeringan dan memengaruhi lapisan pelindung kulit.

Karena itu, sebaiknya menggunakan air hangat suam-suam kuku ketika mencuci wajah.

3. Menggosok wajah terlalu keras

Ada orang yang merasa wajah belum benar-benar bersih kalau belum digosok sampai terasa kesat. Padahal, rasa kesat tersebut bukan berarti kulit menjadi lebih sehat.

American Academy of Dermatology (AAD) menyebut, tindakan scrubbing dapat mengiritasi kulit. Gesekan dari waslap, spons, atau alat pembersih juga bisa menambah tekanan pada kulit.

Untuk membersihkan wajah, cukup gunakan ujung jari dan gerakan yang lembut. Kulit tidak perlu digosok kuat-kuat untuk mengangkat kotoran.

4. Memakai cleanser yang terlalu keras

Pembersih wajah memang membutuhkan surfaktan untuk membantu mengangkat minyak dan kotoran. Masalahnya, jenis surfaktan tertentu dapat ikut berinteraksi dengan protein dan lipid pada lapisan terluar kulit.

Paparan surfaktan dapat mengganggu komponen tersebut dan memicu kekeringan maupun iritasi. Mengutip penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Colloids and Surfaces B: Biointerfaces, paparan surfaktan tertentu dapat menyebabkan gangguan lipid, perubahan protein, serta respons peradangan pada kulit. Karena itu, semakin kuat sensasi pembersihnya belum tentu semakin baik untuk kulit.

5. Memilih cleanser dengan pH terlalu tinggi

Kulit memiliki permukaan yang secara alami bersifat sedikit asam. Kondisi ini dikenal sebagai acid mantle dan ikut berperan dalam menjaga fungsi skin barrier serta lingkungan mikroorganisme di permukaan kulit.

Sabun atau produk pembersih dengan pH tinggi dapat mengubah kondisi tersebut dan berpotensi mengganggu fungsi pelindung kulit serta mikrobioma. Memilih pembersih yang lebih sesuai dengan kondisi alami kulit dapat menjadi pilihan yang lebih lembut, terutama bagi orang dengan kulit sensitif.

6. Menggunakan cleanser berpewangi saat kulit sensitif

Wajah terasa wangi setelah mencuci muka memang menyenangkan. Tetapi, bagi pemilik kulit sensitif, kandungan pewangi atau fragrance justru dapat menjadi pemicu iritasi atau dermatitis kontak.

AAD menyarankan orang dengan kulit sensitif memilih produk berlabel fragrance-free, bukan sekadar unscented. Kedua istilah tersebut tidak selalu berarti hal yang sama.

Cara mencuci muka yang lebih aman

ilustrasi cuci muka dengan sabun wajahIlustrasi cara cuci muka yang aman. (iStockphoto)

Sebenarnya, rutinitas mencuci wajah tidak perlu rumit. AAD menyarankan menggunakan pembersih yang lembut, air suam-suam kuku, serta ujung jari untuk membersihkan wajah tanpa menggosok terlalu keras.

Setelah selesai, keringkan wajah dengan menepuk-nepuknya secara perlahan menggunakan handuk bersih, bukan menggosoknya.

Kalau setelah mencuci muka kulit justru sering terasa kering, tertarik, perih, gatal, atau kemerahan, mungkin sudah waktunya mengevaluasi kembali cara mencuci muka, frekuensi mencuci, dan produk yang digunakan.

(anm/asr)