Jijik, Fasilitas Katering Bandara Diduga Dipenuhi Belatung dan Kecoak
Pekerja katering penerbangan Flying Food Group melayangkan keluhan resmi ke otoritas keselamatan kerja California (Cal/OSHA). Perusahaan penyuplai katering di Bandara Internasional Los Angeles, Amerika Serikat (AS) tersebut diduga membiarkan fasilitas penyiapan makanan penerbangan terpapar belatung, jamur, hingga kecoak.
Flying Food Group merupakan penyedia sekitar 120 juta porsi makanan per tahun untuk lebih dari 75 maskapai global. Di Bandara Los Angeles, perusahaan ini melayani katering maskapai ternama seperti Lufthansa, Air France, SWISS, Austrian Airlines, LOT Polish Airlines, Scandinavian Airlines, hingga Hawaiian Airlines.
Melansir Daily Mail, laporan keluhan menyebutkan insiden berawal pada Juni 2026 saat seorang pekerja diminta membuka troli peralatan makan yang sudah lama tertutup. Di dalamnya ditemukan sisa makanan membusuk yang dipenuhi belatung, lalat, dan jamur berbau menyengat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pekerja tersebut menyarankan agar peralatan dibuang. Namun, supervisor justru memintanya mencuci peralatan itu untuk digunakan kembali pada penerbangan berikutnya tanpa dibekali alat pelindung diri (APD) seperti masker. Pekerja tersebut kemudian mengalami sakit perut, sakit kepala, dan gangguan pernapasan.
Tak hanya itu, pekerja lain melaporkan keberadaan kecoak di area penyiapan makanan, ruang ganti, hingga kafetaria karyawan. Kondisi ini dinilai melanggar hukum California terkait jaminan tempat kerja yang aman dan higienis.
Keluhan para pekerja juga menyoroti ketiadaan sabun serta tisu di toilet dan area cuci tangan. Selain itu, makanan yang disajikan untuk pekerja diduga menggunakan roti kedaluwarsa, terkontaminasi kotoran, dan disimpan secara tidak layak.
Kondisi ruang cuci peralatan juga dikeluhkan karena sangat panas dan lembap menyerupai sauna, hingga menyebabkan dehidrasi, kelelahan parah, dan pekerja yang nyaris pingsan.
"Tidak seorang pun layak bekerja di lingkungan yang dipenuhi belatung, kecoak, jamur, dan makanan yang membusuk hanya untuk mendapatkan gaji, seperti yang disebutkan dalam keluhan ini," tegas Susan Minato, Wakil Presiden UNITE HERE Local 11 yang mendampingi para pekerja.
"Para pekerja yang menyiapkan makanan untuk penumpang pesawat berhak mendapatkan tempat kerja yang memenuhi standar kebersihan dan keselamatan paling dasar. Kami meminta Cal/OSHA menangani masalah ini secara serius dan segera melakukan penyelidikan," tambahnya.
Ini bukan kali pertama Flying Food Group tersandung masalah. Pada Mei 2026, Cal/OSHA telah mengeluarkan enam surat pelanggaran, empat di antaranya berkategori serius terkait keamanan ruang penyimpanan dingin di Bandara Los Angeles.
Otoritas Bandara Los Angeles pun hanya memperpanjang izin operasional perusahaan hingga akhir 2026 sembari melakukan penyelidikan ketenagakerjaan.
Pihak Flying Food Group membantah tuduhan tersebut dan menuding foto-foto bukti telah dimanipulasi di tengah perselisihan negosiasi dengan serikat pekerja sejak 2022.
"Kami dengan tegas menolak narasi yang salah dan menyesatkan terkait keluhan Cal/OSHA terbaru yang diajukan oleh UNITE HERE Local 11. Keluhan tersebut tidak menggambarkan kondisi yang sebenarnya di fasilitas kami," tegas pihak Flying Food Group.
"Kami tetap berpegang teguh pada standar keamanan pangan dan sanitasi kami serta akan bekerja sama sepenuhnya dalam setiap pemeriksaan oleh pihak regulator," lanjut pihak perusahaan.
Sementara itu, Virgin Atlantic menyatakan sejauh ini tidak menemukan bukti kontaminasi pada makanan yang disajikan kepada penumpang mereka.
"Kami terus berkomunikasi dengan pemasok tersebut dan berdasarkan informasi yang tersedia saat ini, belum ada bukti bahwa katering yang disediakan untuk Virgin Atlantic terdampak," tulis pihak Virgin Atlantic.
"Keselamatan dan kesejahteraan pelanggan serta seluruh pihak yang bekerja bersama kami selalu menjadi prioritas utama. Kami akan terus memantau situasi dengan saksama selama proses peninjauan oleh pemasok berlangsung," lanjut pernyataan itu.
(dsd/wiw)