Bikin Lemot, Batasi 5 Makanan Perusak Konsentrasi Anak Ini

CNN Indonesia
Kamis, 27 Agu 2026 20:45 WIB
Biar tidak mengganggu kegiatan belajarnya, orang tua perlu tahu apa saja makanan perusak konsentrasi anak yang perlu dihindari.
Ilustrasi. Biar tidak mengganggu kegiatan belajarnya, orang tua perlu tahu apa saja makanan perusak konsentrasi anak yang perlu dihindari. (Getty Images/iStockphoto/Neydtstock)
Daftar Isi
Jakarta, CNN Indonesia --

Kemampuan anak untuk fokus dan mengelola emosi dipengaruhi pula oleh makanan yang dikonsumsi setiap hari. Oleh karena itu, orang tua perlu memperhatikan apa saja jenis makanan perusak konsentrasi anak yang perlu dihindari biar anak tak lemot.

Terlalu sering mengonsumsi makanan tinggi gula, garam, lemak, dan bahan tambahan, bisa membuat anak kurang mendapatkan asupan nutrisi yang dibutuhkan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam jangka panjang, makanan tersebut bisa berdampak pada kestabilan energi, kesehatan metabolisme, suasana hati, dan kemampuan anak untuk fokus.

Lantas, apa saja makanan perusak konsentrasi anak? Dikutip dari News Medical, berikut daftar makanan yang perlu dibatasi konsumsinya.

1. Camilan kemasan

Keripik kemasan, biskuit manis, permen, dan berbagai camilan anak, sering mengandung gula tambahan, garam, lemak, pewarna, perisa, serta bahan tambahan lainnya.

Jika dikonsumsi terlalu sering, makanan ini dapat menggantikan makanan utuh yang lebih kaya vitamin, mineral, dan serat. Sebagai alternatif, berikan buah segar, sayuran, kacang-kacangan, atau makanan yang dibuat sendiri dengan bahan yang lebih minim proses.

2. Minuman tinggi gula

Minuman bersoda, minuman kemasan, teh manis, dan minuman dengan tambahan gula dapat menyebabkan asupan gula menjadi berlebihan.

Kandungan gula yang tinggi dapat membuat kadar gula darah meningkat dengan cepat kemudian menurun. Pada sebagian anak, hal ini dapat memengaruhi energi, suasana hati, dan kemampuan berkonsentrasi.

Air putih dapat menjadi pilihan utama untuk memenuhi kebutuhan cairan anak. Susu juga dapat diberikan sesuai kebutuhan, sedangkan jus buah sebaiknya dikonsumsi dalam jumlah wajar.

3. Makanan mengandung lemak trans

Lemak trans dapat ditemukan pada sebagian makanan olahan dan produk yang menggunakan lemak terhidrogenasi. Asupan lemak trans yang tinggi tidak baik untuk kesehatan secara keseluruhan dan perlu dibatasi dalam pola makan anak.

Sebagai gantinya, pilih sumber lemak yang lebih sehat, seperti ikan, alpukat, kacang-kacangan, dan biji-bijian. Ikan berlemak juga menyediakan omega-3 yang berperan dalam perkembangan dan fungsi otak.

4. Produk dengan pemanis buatan berlebihan

Produk dengan pemanis buatan berlebihan termasuk jenis makanan perusak konsentrasi anak.Ilustrasi. Produk dengan pemanis buatan berlebihan termasuk jenis makanan perusak konsentrasi anak. (iStock/gemphotography)

Pemanis non-gula banyak digunakan pada berbagai produk makanan dan minuman rendah kalori. Konsumsi produk dengan pemanis buatan sebaiknya tetap diperhatikan, terutama jika anak terbiasa mengonsumsi makanan atau minuman dengan rasa sangat manis.

Orang tua dapat membiasakan anak menikmati rasa alami dari buah atau makanan tanpa tambahan pemanis berlebihan. Jika menggunakan pemanis seperti madu, jumlahnya tetap perlu dibatasi karena madu juga mengandung gula.

5. Makanan cepat saji

Burger, ayam goreng, kentang goreng, pizza, dan makanan cepat saji lainnya umumnya tinggi kalori, garam, lemak, serta bahan tambahan tertentu.

Jika terlalu sering dikonsumsi, makanan tersebut dapat membuat pola makan anak kurang beragam dan mengurangi ruang untuk makanan yang lebih kaya nutrisi.

Cobalah menggantinya dengan makanan rumahan yang terdiri dari protein, sumber karbohidrat, sayuran, dan buah. Dengan begitu, anak tetap mendapatkan energi sekaligus berbagai nutrisi yang dibutuhkan untuk mendukung perkembangan otak.

Itu dia beberapa jenis makanan perusak konsentrasi anak. Dengan mengetahuinya, orang tua bisa membuat pilihan makanan yang lebih baik.

(gas/rti)
placeholder