Tanda Kolesterol Tinggi Bisa Muncul Lewat Lidah, Benarkah?
Kolesterol tinggi kerap tidak disadari karena kondisi ini umumnya tidak menimbulkan gejala yang khas. Namun sebuah riset menemukan perubahan warna pada lidah dapat mengindikasikan kadar kolesterol tinggi dalam darah. Apakah selalu demikian?
Seseorang bisa memiliki kadar kolesterol tinggi tanpa merasa ada perubahan pada tubuh. Padahal kalau kondisi ini dibiarkan, tentu bisa menjalar ke masalah kesehatan lain terutama masalah kardiovaskular.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebuah riset yang diterbitkan di jurnal Frontiers in Medicine menemukan orang dapat mengenali kadar kolesterol tinggi lewat perubahan warna lidah. Riset menyebut semburat ungu pada lidah dapat berkaitan dengan perubahan pada aliran darah dan pembuluh darah sublingual atau pembuluh darah di bawah lidah.
Tanda kolesterol tinggi di lidah
Penelitian dari Jepang menggunakan analisis gambar untuk mengamati warna lidah dan mengukur lebar pembuluh darah sublingual.
Hasilnya, warna lidah yang lebih gelap atau keunguan ditemukan berkaitan dengan pembuluh darah sublingual yang lebih lebar. Penelitian tersebut melihat warna lidah sebagai salah satu karakteristik yang berkaitan dengan kondisi pembuluh darah di bawah lidah.
Kemudian, apa hubungannya dengan kolesterol?
Kadar LDL atau kolesterol jahat juga terlihat berbeda berdasarkan kondisi pembuluh darah di bawah lidah. Peneliti menemukan, kelompok dengan pembuluh darah sublingual yang lebih lebar cenderung memiliki kadar LDL lebih tinggi.
Perbedaan tersebut secara statistik signifikan yang menunjukkan adanya hubungan antara kondisi pembuluh darah sublingual dan kadar LDL pada kelompok yang diteliti.
Akan tetapi, perubahan warna lidah menjadi kebiruan atau keunguan juga tidak selalu berhubungan dengan kolesterol.
Warna lidah yang tiba-tiba berubah menjadi biru atau ungu sebaiknya tidak langsung dikaitkan dengan kadar kolesterol. Ada berbagai kemungkinan penyebab yang perlu dinilai berdasarkan kondisi kesehatan secara keseluruhan.
Ilustrasi. Perubahan warna pada lidah tidak bisa dijadikan patokan pasti kenaikan kadar kolesterol dalam darah. Anda perlu melakukan cek kolesterol lengkap. (Thinkstock) |
Dalam kondisi tertentu, perubahan warna kebiruan pada jaringan tubuh dapat menjadi tanda sianosis. Kondisi ini terjadi ketika kadar oksigen dalam darah rendah dan dapat berkaitan dengan gangguan pada jantung atau paru-paru.
Hal yang sama berlaku untuk perubahan warna pada bibir. Bibir yang tampak kebiruan juga dapat berkaitan dengan masalah oksigenasi, sehingga tidak tepat jika langsung dianggap sebagai tanda kolesterol tinggi.
Kolesterol tinggi memang dapat meningkatkan risiko penumpukan plak di pembuluh darah. Dalam jangka panjang, kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular, termasuk serangan jantung dan stroke. Masalahnya, kolesterol tinggi sering tidak memberikan tanda yang bisa dikenali hanya dengan melihat tubuh.
Oleh karena itu, jika muncul keluhan seperti nyeri atau rasa tidak nyaman di dada, sesak napas, atau jantung berdebar, maka jangan mencoba mengaitkannya hanya dengan warna lidah. Gejala tersebut perlu mendapat perhatian medis karena dapat berkaitan dengan berbagai kondisi kesehatan.
Jika ingin mengetahui kadar kolesterol, cara yang lebih dapat diandalkan adalah melakukan pemeriksaan kadar kolesterol melalui tes darah.
(anm/els)

