Teh Panas atau Dingin, Mana yang Lebih Baik?

CNN Indonesia
Jumat, 14 Agu 2026 09:45 WIB
Ada banyak cara menikmati teh, bisa diminum saat hangat/panas atau bisa juga dinikmati dalam bentuk dingin.
Ilustrasi. Ada banyak cara menikmati teh, bisa diminum saat hangat/panas atau bisa juga dinikmati dalam bentuk dingin. (iStockphoto/Seva_blsv)
Jakarta, CNN Indonesia --

Ada banyak cara menikmati teh, bisa diminum saat hangat/panas atau bisa juga dinikmati dalam bentuk dingin. Lantas, di antara teh hangat dan es teh, mana yang lebih baik?

Teh jadi minuman kedua yang paling banyak dikonsumsi di dunia. Di Indonesia, teh juga telah begitu melekat ke dalam kehidupan sehari-hari masyarakat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Teh menawarkan beragam khasiat untuk kesehatan. Teh yang terbuat dari tanaman Camellia sinensis, seperti teh hijau dan teh hitam, mengandung polifenol dan flavonoid. Keduanya merupakan senyawa antioksidan yang melindungi tubuh dari paparan radikal bebas.

Teh dikonsumsi dengan cara diseduh dengan air panas. Beberapa orang memilih meminum teh hangat, utamanya di cuaca dingin. Tapi beberapa orang lain lebih suka dengan es teh, apalagi saat cuaca sedang panas.

Pertanyaannya, mana yang lebih baik di antara keduanya?

Teh panas vs teh dingin

Antioksidan menjadi senyawa utama dalam teh. Proses penyeduhan panas atau dingin ternyata berkontribusi terhadap kandungan antioksidan di dalam teh.

Mengutip Eating Well, teh dingin biasanya melibatkan perendaman daun teh dalam air suhu ruang dalam jangka waktu lama.

"Proses ekstraksi ini menghasilkan minuman, yang menurut banyak orang, lebih lembut, lebih manis, dan tidak terlalu pahit seperti teh panas," ujar ahli gizi Lee McIntyre.

Namun, penelitian menunjukkan, penyeduhan dingin umumnya mengekstrak lebih sedikit polifenol dibandingkan teh panas. Tanpa panas yang bertindak sebagai katalis, air tidak dapat menarik banyak senyawa dari daun, bahkan dengan waktu penyeduhan yang lama.

[Gambas:Video CNN]

Sebaliknya, menyeduh teh dalam air panas dianggap lebih efektif dalam mengekstrak antioksidan. Suhu air yang panas membantu memecah struktur daun teh, memungkinkan air bekerja sebagai pelarut senyawa antioksidan yang efektif.

Penelitian menunjukkan, teh yang diseduh panas cenderung memiliki potensi antioksidan yang lebih tinggi daripada teh dingin.

Dengan demikian, teh panas jelas lebih unggul dibandingkan teh dingin. Teh panas memiliki kandungan antioksidan yang lebih tinggi.

Kendati demikian, preferensi menikmati segelas teh tetap kembali pada kesesuaian masing-masing individu.

(asr)