Teks Proklamasi Asli Tulisan Tangan Soekarno, di Mana Keberadaannya?

CNN Indonesia
Senin, 17 Agu 2026 12:45 WIB
Teks proklamasi tulisan tangan Soekarno.
Teks proklamasi tulisan tangan Soekarno. (Museum Perumusan Naskah Proklamasi)
Jakarta, CNN Indonesia --

Teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia yang dibacakan oleh Soekarno-Hatta pada 17 Agustus 1945 identik dengan versi ketikan pengetik sejarah, Sayuti Melik.

Namun, keberadaan lembaran asli tulisan tangan yang ditulis langsung oleh Presiden RI pertama Soekarno kerap memicu rasa penasaran publik.

Dokumen paling krusial yang menandai berakhirnya era penjajahan di tanah air tersebut kini tersimpan dengan aman di dalam fasilitas khusus milik Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) di Jakarta.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Penyelamatan naskah otentik ini tidak terlepas dari peran penting wartawan pejuang, B.M. Diah. Setelah menyimpan draft bersejarah tersebut, B.M. Diah resmi menyerahkannya kepada pemerintah melalui Menteri Sekretaris Negara periode 1988-1998, Moerdiono.

Oleh Moerdiono, naskah tulisan tangan Soekarno itu diteruskan kepada Kepala ANRI saat itu, Noerhadi Magetsari, pada tahun 1992. Sejak saat itulah, naskah Proklamasi asli resmi menetap di ANRI dan telah dijaga ketat selama lebih dari 30 tahun.

Mengingat nilai historisnya yang sangat tinggi, ANRI menempatkan naskah Proklamasi di ruang penyimpanan khusus yang dilengkapi fasilitas perlindungan berstandar tinggi.

Melansir Antara, dalam menjaga keutuhan dokumen, ANRI menerapkan berbagai langkah konservasi ilmiah, seperti ruangan khusus didesain dengan sistem pengawasan penuh guna mengantisipasi kerusakan fisik dokumen.

ANRI juga melakukan pemeliharaan rutin dilakukan menggunakan perangkat teknologi terkini agar kondisi kertas dan tinta tetap prima.

Selain itu, analisis potensi bahaya juga dilakukan secara berkelanjutan untuk memetakan, mengontrol, dan meminimalkan risiko kerusakan yang mungkin timbul.

Selain menjaga fisik naskah dari ancaman pelapukan, ANRI juga menggelar berbagai program edukasi serta pameran sejarah. Langkah ini bertujuan agar generasi muda dapat terus mempelajari dan menghargai momentum terpenting dalam perjalanan bangsa Indonesia.

(wiw)
placeholder