Jika Masih Melakukan 7 Hal Ini, Bisa Jadi IQ Kamu Tidak Tinggi
Merasa punya kecerdasan intelektual (IQ) tinggi? Tunggu dulu. Jika masih melakukan beberapa hal berikut, bisa jadi IQ-mu tak setinggi yang dibayangkan.
IQ memang kerap jadi tolok ukur kecerdasan. IQ diukur melalui serangkaian tes yang mengecek kemampuan berpikir.
Konon, selain melalui skor yang harus didapatkan melalui tes, tingkat kecerdasan juga bisa dilihat dari perilaku sehari-hari. Meski demikian, hingga saat ini, belum ada penelitian yang membuktikan hal tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hal-hal yang dihindari oleh orang dengan IQ tinggi
Kecerdasan boleh jadi hadir dalam berbagai bentuk. Menjadi cerdas bukan pengalaman yang sama untuk semua orang. Namun, beberapa psikolog sepakat, ada perilaku tertentu yang biasanya dihindari oleh orang-orang cerdas.
Nah, apa saja hal-hal yang tidak akan dilakukan oleh orang dengan IQ tinggi. Berikut di antaranya, merangkum berbagai sumber.
1. Menghakimi orang lain
Orang cerdas cenderung ogah menghakimi orang lain. Empati membuat mereka berpikir bahwa pengalaman hidup setiap orang akan berbeda satu sama lain. Penghakiman tidak bisa dijadikan solusi.
"Setiap orang memiliki kapasitas dan tingkat kesadaran yang berbeda untuk melihat, mendengar, dan memahami," ujar psikolog Carolyn Hidalgo, mengutip Your Tango.
Pemahaman itulah yang membuat orang ber-IQ tinggi cenderung tak mau menghakimi orang lain.
2. Membiarkan emosi menguasai diri
Orang-orang cerdas juga biasanya memiliki kecerdasan emosional yang tinggi. Artinya, mereka menyadari apa yang mereka rasakan, memprosesnya, dan membiarkannya berlalu tanpa memberikan kendali berlebih terhadap emosi tersebut.
Psikolog Nick Wignall mengatakan, orang cerdas memandang emosi mereka sebagai pembawa pesan yang mencoba menyampaikan informasi.
"Emosi bisa saja salah dan tidak bermanfaat," ujarnya.
3. Terlalu percaya diri
Kecerdasan tak membuat mereka terlalu percaya diri. Mereka sadar bahwa mereka tak selalu tahu segalanya. Mereka juga tak mau berpura-pura lebih pintar dari yang sebenarnya.
Hal ini dikenal dengan istilah 'kerendahan hati intelektual', yang didefinisikan sebagai kesadaran akan kekurangan dri sendiri.
Bersikap rendah hati secara intelektual berarti mengakui bahwa keyakinan, pendapat, dan teori Anda bisa saja salah.
4. Multitasking
Sepintas, multitasking terkesan hebat. Tapi, orang-orang dengan IQ tinggi justru cenderung menghindarinya.
Orang cerdas umumnya memiliki manajemen waktu yang kuat. Artinya, mereka tahu bagaimana membagi waktu secara produktif.
5. Selalu mencari jalan pintas
Jalan pintas tak menjadi solusi bagi orang cerdas saat menghadapi kendala. Mereka justru merangkul tantangan. Mereka sadar bahwa situasi sulit bisa membantu mereka berkembang.
Psikolog Lisa Newman menjelaskan perbedaan antara pola pikir tetap (fixed mindset) dan pola pikir berkembang (growth mindset) yang terletak pada bagaimana seseorang memandang tantangan.
"Pola pikir berkembang memungkinkan Anda untuk terbuka terhadap refleksi dan lebih mampu menghadapi tantangan hidup," ujar Newman.
Orang-orang cerdas, lanjut Newman, memahami nilai dari keterampilan menghadapi tantangan. Jadi, alih-alih mengambil jalan pintas, mereka lebih memilih untuk menghadapi tantangan meskipun terasa berat.
6. Terlalu perfeksionis
Orang-orang yang cerdas mengejar kemajuan, bukan kesempurnaan. Mereka paham bahwa perfeksionisme hanyalah jebakan yang akan menghambat perkembangan.
Mereka percaya bahwa kesalahan akan memberikan pelajaran yang penting.
7. Takut akan perubahan
Orang cerdas akan melakukan apa pun segala yang mereka bisa untuk mengatasi rasa takut akan perubahan. Mereka sadar bahwa perubahan akan menakutkan, tapi bukan berarti menjadi penghalang.
Mereka akan mencoba aktivitas baru atau menempatkan diri dalam situasi sosial yang tidak familiar. Tujuannya, untuk mencari tahu apa yang bisa dipelajari dari sana.
Kendati demikian, kebiasaan-kebiasaan di atas tak bisa dijadikan patokan untuk melihat tingkat kecerdasan seseorang. Kebiasaan-kebiasaan di atas dipengaruhi oleh banyak faktor, tak melulu menyoal kecerdasan.
(asr)
