Jangan Langsung Pergi, Ini Pentingnya Check-out di Resepsionis Hotel

CNN Indonesia
Jumat, 07 Agu 2026 09:45 WIB
Ilustrasi Resepsionis Hotel
Ilustrasi tamu melapor di resepsionis hotel. (istockphoto/Jacob Wackerhausen)
Jakarta, CNN Indonesia --

Kapan terakhir kali kamu menyempatkan diri mampir ke meja resepsionis sebelum melangkah keluar meninggalkan hotel setelah menginap?

Kecuali ada tagihan tambahan yang harus diselesaikan, sebagian besar tamu hotel kerap kali langsung pergi begitu saja tanpa pamit ke meja resepsionis.

Beberapa jaringan hotel besar memang sudah menyediakan fitur pemberitahuan via aplikasi seluler. Langkah ini hemat waktu dan terkesan sepele, namun pakar industri perhotelan justru menegaskan pentingnya melapor ke resepsionis saat hendak keluar atau check-out.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Langkah sederhana ini memberi dampak nyata, terutama di hotel-hotel besar atau saat tingkat hunian sedang tinggi," ujar Curtis Crimmins, pendiri sekaligus CEO Roomza yang telah berkecimpung di industri hotel selama 20 tahun, seperti dilansir Travel and Leisure.

"Check-out bukan lagi sekadar formalitas, melainkan bentuk kepedulian. Bukan hanya untuk pihak hotel, melainkan bentuk tenggang rasa dari satu wisatawan ke wisatawan lainnya," tambahnya.

Crimmins menjelaskan bahwa manajemen hotel selalu memprioritaskan pembersihan kamar yang sudah terkonfirmasi kosong dari tamu.

Ketika seorang tamu pergi lebih awal tanpa melapor, tim kebersihan (housekeeping) akan tetap mencatat kamar tersebut dalam status 'terisi' hingga batas resmi waktu check-out tiba, yang kerap kali berjarak beberapa jam setelah tamu sebenarnya sudah pergi.

"Dampak terbesar justru akan dirasakan oleh tamu berikutnya yang berharap bisa masuk kamar lebih awal (early check-in), bukan staf hotel," ungkap Crimmins.

Sebagai contoh, sebuah kamar mungkin saja sudah kosong sejak pukul 08.00 pagi. Namun, sistem hotel tidak akan mencatatnya sebagai kamar yang siap dibersihkan hingga batas waktu check-out pukul 12.00 siang. Tim housekeeping menyusun jadwal kerja berdasarkan estimasi kepulangan dan kedatangan tamu.

Tanpa adanya konfirmasi kepulangan, operasional tim kebersihan menjadi tidak efisien, terutama pada jam sibuk dan musim liburan.

Tamu jarang menyadari betapa ketatnya durasi kerja staf kebersihan hotel. Proses pembersihan standar satu kamar pasca-check-out rata-rata membutuhkan waktu 25 hingga 30 menit.

Dengan jeda waktu check-out (pukul 11.00-12.00) dan check-in (pukul 14.00-15.00) yang sangat sempit, tim housekeeping harus memacu waktu untuk membersihkan seluruh kamar.

Ketersediaan tenaga kerja di bagian kebersihan ini juga menjadi masalah tersendiri, di mana survei American Hotel & Lodging Association mencatat divisi housekeeping sebagai departemen yang paling sering kekurangan staf di industri perhotelan.

Meskipun tamu tidak bisa menyelesaikan masalah krisis tenaga kerja di industri hotel, Crimmins menyebut tamu dapat membantu memberikan jeda waktu pembersihan yang lebih longgar melalui aksi yang amat mudah.

Cukup tinggalkan kartu kunci (keycard) di meja resepsionis dan beri tahu petugas bahwa Anda telah selesai menginap. Jika menginap di jaringan hotel besar yang memiliki aplikasi seluler, Anda cukup menekan tombol check-out di aplikasi untuk memberi tahu staf tanpa perlu mengantre di meja resepsionis.

"Satu orang yang pergi diam-diam mungkin tidak akan merusak sistem hotel, tetapi jika dilakukan banyak orang, dampaknya akan menumpuk-terutama saat musim liburan," jelas Crimmins.

"Jika Anda berencana meninggalkan kamar lebih awal, beri tahu kami. Ini adalah bantuan termurah dan termudah yang bisa dilakukan tamu yang hendak pulang, dan kami tidak bisa mendapatkan informasi itu melalui cara lain," lanjutnya.

(wiw)


[Gambas:Video CNN]