Apa Itu Demam Kelinci? Kenali Gejala dan Bahayanya
Saat ini Otoritas kesehatan di Suffolk County, New York, Amerika Serikat (AS) melakukan penyelidikan terhadap tiga dugaan kasus demam kelinci atau rabbit fever, yang juga dikenal sebagai tularemia.
Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) melaporkan lonjakan tajam kasus demam kelinci, dengan mencatat 64 kasus terlaporkan di 50 negara bagian sepanjang tahun 2026 hingga 29 Juli.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mengutip Medical Daily, Tularemia merupakan infeksi serius yang disebabkan oleh bakteri Francisella tularensis. Meskipun tergolong penyakit berbahaya, infeksi ini dipastikan tidak menular dari manusia ke manusia.
Bakteri pemicu demam kelinci dapat menginfeksi manusia melalui beberapa jalur penularan utama, di antaranya:
- Gigitan serangga pembawa bakteri.
- Penanganan hewan terinfeksi secara tidak tepat atau tanpa perlindungan.
- Menghirup partikel aerosol yang terkontaminasi.
- Mengonsumsi air yang tercemar bakteri.
Bakteri Tularemia dapat menyerang berbagai organ tubuh, seperti kelenjar getah bening, kulit, mata, tenggorokan, paru-paru, hingga saluran pencernaan.
Gejala klinis yang muncul sangat bergantung pada rute masuknya bakteri, antara lain demam tinggi, pembengkakan kelenjar getah bening, tukak (luka) pada kulit, sakit tenggorokan, dan infeksi mata.
Pada kasus yang parah, penyakit ini berpotensi memicu pneumonia, peradangan otak, serta peradangan pada jantung.
Belum ada vaksin untuk mencegah infeksi Tularemia, namun pasien dapat diobati menggunakan antibiotik. Apabila dibiarkan tanpa penanganan medis, infeksi ini berpotensi menyebabkan kematian pada lebih dari dua persen kasus.
Menurut data CDC, kasus tularemia di Amerika Serikat tergolong jarang. Sebagian besar kasus terjadi antara bulan Mei dan September, yaitu periode ketika masyarakat lebih banyak beraktivitas di luar ruangan dan aktivitas kutu berada pada tingkat tertinggi.
Hal penting yang perlu dipahami adalah demam kelinci tidak menular antarmanusia. Seseorang yang terinfeksi tularemia tidak dapat memindahkan penyakit ini kepada anggota keluarga, rekan kerja, maupun teman-temannya.
(wiw)[Gambas:Video CNN]


