Jangan Sepelekan, Kebanyakan Gula Bisa Merusak Kesehatan Mata

CNN Indonesia
Kamis, 06 Agu 2026 19:07 WIB
Young tired working woman at work
Ilustrasi. Gula bukan cuma bikin diabetes, tapi juga bisa rusak kesehatan mata. (Istockphoto/seb_ra)
Daftar Isi
Jakarta, CNN Indonesia --

Konsumsi gula berlebihan selama ini lebih sering dikaitkan dengan kenaikan berat badan hingga diabetes. Padahal, kebiasaan mengonsumsi makanan dan minuman manis juga dapat berdampak pada kesehatan mata.

Dampaknya tidak selalu muncul dalam jangka panjang. Pada sebagian orang, kadar gula darah yang naik secara drastis bahkan dapat memicu gangguan penglihatan sementara, hingga mata terasa lebih kering.

Mata sendiri merupakan organ yang memiliki pembuluh darah sangat halus. Ketika kadar gula darah berubah secara signifikan, keseimbangan cairan di dalam lensa mata ikut terpengaruh. Kondisi inilah yang membuat penglihatan dapat berubah meski hanya bersifat sementara.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dampak gula berlebih pada mata

Salah satu keluhan yang paling sering muncul akibat lonjakan gula darah adalah penglihatan yang menjadi buram. Kondisi ini terjadi karena lensa mata mengalami pembengkakan ringan akibat perubahan kadar cairan di dalam tubuh.

Jika kadar gula kembali normal, penglihatan umumnya akan membaik. Namun, jika kadar gula darah terus tinggi dan tidak terkontrol, keluhan tersebut bisa muncul lebih sering, terutama pada penyandang diabetes.

Selain itu mengutip Website resmi Optik Melawai, konsumsi gula berlebih juga dapat memengaruhi produksi air mata. Akibatnya, mata menjadi lebih kering, terasa perih, hingga mudah lelah saat menatap layar komputer atau ponsel dalam waktu lama.

Risiko jangka panjang

Dampak konsumsi gula terhadap mata bukan hanya soal rasa tidak nyaman. Dalam jangka panjang, kadar gula darah yang tinggi dapat merusak pembuluh darah kecil di retina.

Kondisi ini meningkatkan risiko terjadinya retinopati diabetik, salah satu penyebab gangguan penglihatan pada penderita diabetes. Selain itu, proses penuaan alami lensa mata juga dapat berlangsung lebih cepat sehingga meningkatkan risiko katarak dan penurunan ketajaman penglihatan.

General Manager Operation Optik Melawai, James Hadisurjo mengatakan masalah kesehatan mata yang paling sering ditemui saat ini bukan hanya miopia atau rabun jauh, tetapi juga mata kering dan katarak yang belum terdiagnosis.

"Kasus miopia memang masih tinggi, tetapi sekarang banyak juga keluhan dry eye atau mata kering yang membuat mata terasa perih. Selain itu, kami juga ingin lebih fokus pada deteksi katarak yang belum terdiagnosis," ujar James dalam keterangannya saat hadir di perayaan ulang tahun ke-45 Optik Melawai di Senayan City, Jakarta Pusat.

Menurutnya, paparan cahaya biru dari layar gawai dan komputer, serta paparan sinar matahari saat beraktivitas di luar ruangan, diduga ikut berkontribusi terhadap meningkatnya kasus katarak yang muncul pada usia lebih muda. Karena itu, pemeriksaan mata secara rutin menjadi langkah penting agar gangguan penglihatan dapat dideteksi lebih dini sebelum menimbulkan komplikasi.

Cara menjaga kesehatan mata

Menjaga kesehatan mata tidak berarti harus menghindari gula sepenuhnya. Langkah sederhana berikut dapat membantu mengurangi risikonya:

• Batasi konsumsi minuman manis dan camilan tinggi gula setiap hari.

• Perbanyak minum air putih agar mata tetap terhidrasi dengan baik.

• Istirahatkan mata secara berkala saat bekerja di depan layar menggunakan aturan 20-20-20, yaitu melihat objek sejauh sekitar 20 kaki selama 20 detik setiap 20 menit.

• Konsumsi makanan bergizi seimbang yang kaya vitamin A, C, E, lutein, dan omega-3 untuk mendukung kesehatan mata.

• Lakukan pemeriksaan mata secara rutin, termasuk mengecek kembali ukuran lensa kacamata atau lensa kontak bila diperlukan.

James menambahkan, masyarakat sebaiknya tidak hanya mempertimbangkan model atau merek saat membeli kacamata.

"Yang paling penting adalah kualitas pemeriksaan mata dan kualitas lensanya. Fashion memang menjadi nilai tambah, tetapi bagi kami kesehatan mata tetap menjadi prioritas utama," katanya.

Ia mengatakan pihaknya terus meningkatkan standar pelayanan dengan berinvestasi pada teknologi pemeriksaan mata agar setiap pelanggan memperoleh layanan yang lebih personal, akurat, dan sesuai kebutuhan.

Konsumsi gula berlebih memang tidak selalu langsung menyebabkan gangguan penglihatan. Namun, jika dibiarkan menjadi kebiasaan, dampaknya dapat mengganggu kesehatan mata dalam jangka panjang. Karena itu, menjaga pola makan sehat dan rutin memeriksakan mata menjadi langkah sederhana yang penting dilakukan sejak dini.

(tis/tis)


[Gambas:Video CNN]