Naik Maskapai Ini, Simpan Barang di Bagasi Kabin Harus Bayar Lagi
Maskapai penerbangan berbiaya murah asal Australia, Jetstar, bakal memberlakukan tarif tambahan bagi penumpang yang ingin menyimpan tas atau bagasi di kompartemen kabin atas mulai Februari tahun depan.
Di bawah kebijakan baru ini, tiket penerbangan standar hanya mencakup satu barang pribadi berukuran kecil yang wajib muat di bawah kursi depan tanpa biaya tambahan. Penumpang yang ingin membawa bagasi kabin berukuran lebih besar ke kompartemen atas diwajibkan membeli opsi layanan tambahan.
Bersamaan dengan aturan tersebut, Jetstar menyatakan akan menghentikan prosedur rutin penimbangan bagasi kabin di gerbang keberangkatan atau boarding gate.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Maskapai ini meminta penumpang memastikan berat bagasi kabin tidak melebihi 10 kg agar dapat diangkat sendiri ke kompartemen atas tanpa bantuan.
Pihak maskapai menyebut perubahan ini dilakukan guna merespons masukan dari pelanggan dan kru demi meningkatkan kenyamanan proses boarding.
"Perubahan ini mengikuti riset mendalam serta umpan balik dari pelanggan dan kru. Proses penimbangan bagasi di gerbang dan kesulitan mencari ruang di kompartemen atas secara konsisten diidentifikasi sebagai momen paling memicu stres di bandara," bunyi pernyataan resmi Jetstar, seperti dilansir Independent.
Chief Executive Officer (CEO) Jetstar, Stephanie Tully, menjelaskan bahwa revisi kebijakan ini bertujuan untuk mengoptimalkan penggunaan ruang kompartemen, mempercepat proses masuk pesawat, serta menekan angka keterlambatan penerbangan.
"Mulai Februari, fokus utama pelanggan cukup pada ukuran bagasi kabin mereka. Model baru ini memberikan lebih banyak pilihan sekaligus membantu menjaga harga tiket dasar kami tetap rendah," ujar Tully.
Besaran biaya untuk penggunaan kompartemen kabin atas akan bervariasi tergantung rute dan tingkat permintaan. Jetstar mengungkapkan tarif akan dimulai dari 25 dolar Australia (sekitar Rp315 ribu) untuk rute domestik pendek seperti Launceston ke Sydney.
Sementara untuk rute internasional jarak jauh, seperti Cairns menuju Tokyo, biaya yang dikenakan mencapai 52 dolar Australia (sekitar Rp656 ribu), dengan potensi penyesuaian tergantung lonjakan permintaan.
Skema baru ini menyelaraskan kebijakan Jetstar dengan sejumlah maskapai berbiaya rendah global lainnya, seperti EasyJet dan Ryanair yang telah lebih dulu memisahkan biaya bagasi kabin berukuran besar.
Meski demikian, pengumuman ini memicu gelombang kritik pedas di media sosial. Banyak calon penumpang menuding maskapai sengaja membebankan biaya tambahan untuk fasilitas dasar yang seharusnya sudah termasuk dalam harga tiket.
"Biaya minimal 25 dolar (Australia) hanya untuk pakai kompartemen atas? Setelah ini apa lagi, bayar toilet?" tulis salah satu pengguna media sosial.
Senator oposisi Australia, Bridget McKenzie, turut melayangkan kritik keras dan menyebut aturan baru bagasi kabin tersebut tidak lebih dari sekadar aksi mengeruk keuntungan.
(wiw)[Gambas:Video CNN]