5 Karakter Orang yang Suka Membandingkan Orang Lain

CNN Indonesia
Sabtu, 08 Agu 2026 14:40 WIB
ilustrasi buat tanda orang red flag yang dilihat dari chat
Ilustrasi. Ternyata begini orang yang suka membandingkan orang lain, punya karakter tertentu. (istockphoto/Jacob Wackerhausen)
Daftar Isi
Jakarta, CNN Indonesia --

Karakter orang yang suka membandingkan orang lain sering kali tampak dari cara mereka menilai orang di sekitarnya. Kebiasaan ini mungkin terlihat sepele jika terjadi sesekali. Namun, jika terus dilakukan, dampaknya dapat memengaruhi hubungan sosial maupun kondisi emosional orang yang menjadi sasaran perbandingan.

Menurut Psychology Today, kecenderungan membandingkan merupakan hal yang wajar. Melalui Social Comparison Theory yang diperkenalkan psikolog Leon Festinger, manusia cenderung menilai kemampuan, pencapaian, hingga kondisi dirinya dengan membandingkannya dengan orang lain.

Perbandingan tidak selalu berdampak buruk. Dalam situasi tertentu, seseorang dapat menjadikannya sebagai motivasi untuk berkembang. Namun, ketika kebiasaan tersebut berubah menjadi cara menghakimi atau mengkritik orang lain, hubungan interpersonal bisa terganggu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Karakter orang yang suka membandingkan orang lain

Ada beberapa ciri yang umum dimiliki oleh orang yang gemar membandingkan orang lain:

1. Menjadikan orang lain sebagai tolok ukur

Berdasarkan penjelasan dalam laman Love and Abuse, salah satu karakter yang paling menonjol adalah menjadikan orang lain sebagai standar penilaian. Alih-alih melihat seseorang sebagai individu dengan proses dan kemampuannya sendiri, mereka lebih sering menilai berdasarkan pencapaian, kelebihan, atau kualitas orang lain.

2. Sering mengkritik lewat perbandingan

Karakter berikutnya adalah menyampaikan kritik dengan membandingkan. Misalnya, membandingkan pasangan dengan mantan, saudara dengan saudara lainnya, atau rekan kerja dengan kolega lain. Cara ini sering digunakan sebagai bentuk kritik, tetapi justru dapat melukai perasaan orang yang dibandingkan.

3. Memiliki standar yang terus berubah

Love and Abuse juga menjelaskan bahwa orang yang gemar membandingkan biasanya memiliki standar yang sulit dipenuhi.

Ketika seseorang berhasil memenuhi harapan, mereka akan mencari sosok lain untuk dijadikan pembanding. Akibatnya, orang yang dibandingkan merasa tidak pernah cukup baik.

Mengapa orang suka membandingkan orang lain?

Menurut Psychology Today, membandingkan merupakan salah satu cara manusia mengevaluasi diri. Dalam teori tersebut dikenal istilah upward comparison, yaitu membandingkan diri dengan orang yang dianggap lebih unggul. Cara ini dapat memicu motivasi, tetapi juga berisiko menimbulkan rasa iri atau rendah diri.

Sebaliknya, ada pula downward comparison, yakni membandingkan diri dengan orang yang dianggap memiliki kondisi lebih buruk. Bentuk perbandingan ini dapat meningkatkan rasa percaya diri, tetapi juga berpotensi membuat seseorang memandang rendah orang lain.

Pada dasarnya, perbandingan dapat memberikan manfaat jika digunakan sebagai dorongan untuk berkembang. Namun, manfaat tersebut akan hilang ketika perbandingan dipakai untuk menghakimi, merendahkan, atau membuat orang lain merasa tidak berharga.

Dampak kebiasaan membandingkan orang lain

Orang yang terus-menerus dibandingkan berisiko mengalami berbagai dampak psikologis, seperti sedih, kecewa, marah, hingga merasa dirinya tidak cukup baik. Dalam jangka panjang, mereka dapat terus mempertanyakan kemampuan diri karena merasa harus memenuhi standar yang selalu berubah.

Karena itu, jika ingin menyampaikan harapan atau kekecewaan kepada seseorang, akan lebih baik mengomunikasikannya secara terbuka dan langsung. Cara ini dapat membantu membangun hubungan yang lebih sehat tanpa harus menjadikan orang lain sebagai pembanding.

Itulah penjelasan mengenai karakter orang yang suka membandingkan orang lain, beserta penyebab dan dampaknya terhadap hubungan sosial. Memahami kebiasaan ini dapat menjadi langkah awal untuk membangun komunikasi yang lebih sehat dan saling menghargai.

(han/tis)


[Gambas:Video CNN]