Bangunan Bersejarah Tahun 1888 di Bangkok Disulap Jadi Hotel Mewah
Bangkok tak pernah kehabisan cara untuk memadukan sejarah dengan kehidupan modern. Di tengah deretan gedung pencakar langit dan pusat perbelanjaan baru, sebuah bangunan berusia lebih dari satu abad di tepi Sungai Chao Phraya kini bersiap membuka lembaran baru.
Bekas Custom House atau Gedung Bea Cukai Lama yang dibangun pada 1888 itu telah direstorasi dan disulap menjadi hotel mewah The Langham, Custom House, Bangkok. Transformasi ini bukan sekadar mengubah fungsi bangunan, tetapi juga menjadi upaya menghidupkan kembali salah satu landmark bersejarah Thailand yang selama puluhan tahun terbengkalai.
Bangunan ikonik tersebut berdiri sejak masa pemerintahan King Rama V dan pernah menjadi gerbang utama Thailand untuk perdagangan internasional. Lokasinya yang menghadap Sungai Chao Phraya membuat gedung ini menjadi saksi perjalanan Bangkok dari kota pelabuhan menjadi salah satu destinasi wisata terbesar di Asia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada masanya, Custom House juga menjadi lokasi berbagai acara penting kerajaan, termasuk penyambutan King Rama V setelah kunjungannya ke Eropa. Arsitek Italia, Joachim Grassi, merancang bangunan ini dengan gaya neo-Palladian yang ditandai koridor empat lantai, tangga utama yang megah, serta lantai kayu jati yang hingga kini masih menjadi bagian penting dari karakter bangunan.
Bangunan berusia 136 tahun mendapat kehidupan baru
Selama beberapa dekade, bangunan tersebut nyaris tak difungsikan. Kini, melalui proyek restorasi menyeluruh, sejarahnya dihidupkan kembali tanpa menghilangkan identitas aslinya.
Alih-alih membangun ulang kompleks seperti bentuk awal, pengembang memilih mempertahankan bangunan bersejarah tersebut sebagai pusat kawasan hotel. Sementara itu, bangunan baru dengan desain kontemporer dibangun berdampingan sebagai tempat kamar tamu.
Langham yang dibangun di bangunan sejarah tahun 1888 di bangkok (Foto: Tangkapan layar web langhamhotels.com) |
Mengutip Timeout, Arsitek asal Thailand, Smith Obayawat, merancang bangunan tambahan dengan bentuk melengkung yang terinspirasi aliran Sungai Chao Phraya. Desain tersebut sengaja dibuat kontras namun tetap harmonis dengan gedung lama.
Sang arsitek bahkan mengibaratkan hubungan kedua bangunan tersebut seperti 'kakek dan cucu' berbeda generasi, tetapi saling melengkapi. Pendekatan itu membuat bangunan bersejarah tetap menjadi pusat perhatian, sementara elemen modern hadir untuk memenuhi kebutuhan hotel masa kini.
Menggabungkan sejarah dan kemewahan
Saat resmi beroperasi mulai 20 Desember mendatang, The Langham, Custom House, Bangkok akan menghadirkan 75 kamar yang terdiri atas 60 kamar dan 15 suite.
Seluruh akomodasi berada di bangunan baru yang bersebelahan dengan gedung bersejarah. Interiornya menggabungkan material alami, pencahayaan hangat, dan detail dekoratif yang terinspirasi era Siam pada masa King Rama V.
Beberapa elemen desain bahkan mengambil inspirasi dari simbol kemakmuran kerajaan Thailand, seperti tekstur logam menyerupai koin kuno pada bathtub, motif geometris khas kuil Thailand, hingga ornamen yang mengadaptasi lambang kerajaan secara halus.
Di sisi lain, gedung Custom House yang telah direstorasi akan difungsikan sebagai area publik hotel. Para tamu nantinya dapat menikmati berbagai ruang makan, bar, dan area berkumpul yang tetap mempertahankan karakter asli bangunan bersejarah tersebut.
Hotel ini juga akan menghadirkan Chuan Spa, pusat kebugaran modern, serta restoran Kanton T'ang Court yang telah mengantongi tiga bintang Michelin di Hong Kong.
Selain menawarkan pengalaman menginap di bangunan penuh sejarah, lokasi hotel juga menjadi daya tarik tersendiri.
The Langham berdiri di Distrik Bang Rak yang berada di sepanjang Sungai Chao Phraya. Dari sini, wisatawan dapat dengan mudah menjangkau sejumlah destinasi populer seperti Asiatique The Riverfront, ICONSIAM, Chinatown, hingga kawasan kreatif Charoen Krung yang dipenuhi galeri seni, kafe, dan bangunan tua bergaya kolonial.
Hotel juga akan menyediakan layanan perjalanan privat menyusuri Sungai Chao Phraya serta antar-jemput menggunakan mobil Bentley bagi tamu.
(tis/tis)[Gambas:Video CNN]



