Bisa Jadi Gangguan Aorta Jantung, Beda EVAR dan TEVAR untuk Nyeri Dada

Mayapada Hospital | CNN Indonesia
Selasa, 04 Agu 2026 15:14 WIB
ilustrasi nyeri dada
Ilustrasi. (Foto: istockphoto/pocketlight)
Jakarta, CNN Indonesia --

Nyeri dada atau punggung yang muncul secara mendadak yang kerap diabaikan karena dianggap biasa, bisa menjadi petunjuk atas berbagai masalah kesehatan, mulai dari gangguan pada jantung hingga masalah pada pembuluh darah.

Salah satu kondisi yang perlu diwaspadai adalah gangguan pada aorta jantung, yaitu pembuluh darah utama yang membawa darah dari jantung ke seluruh tubuh. Gangguan ini dapat terjadi dalam berbagai bentuk, di antaranya aneurisma aorta dan diseksi aorta.

Aneurisma aorta ditandai dengan pelebaran dinding aorta secara abnormal, sedangkan diseksi aorta terjadi akibat robekan pada lapisan dalam dinding aorta. Jika tak segera ditangani, keduanya dapat berkembang menjadi kondisi yang mengancam jiwa.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dr. dr. Ismail Dilawar, Sp.BTKV (K) JD, MARS dari Mayapada Hospital Jakarta Selatan menyatakan, tantangan dalam mengenali diseksi aorta antara lain adalah gejalanya yang dapat menyerupai serangan jantung.

"Kondisi ini dapat menyebabkan gangguan aliran darah ke berbagai organ tubuh sehingga membutuhkan penanganan segera. Karena itu, evaluasi oleh tim medis yang berpengalaman dalam menangani gangguan aorta jantung menjadi penting untuk menentukan penanganan yang sesuai dengan kondisi pasien," ujar dr. Ismail.

Aneurisma aorta memiliki gejala berupa keluhan seperti nyeri dada atau punggung, sesak napas, hingga mudah lelah. Sementara itu, diseksi aorta umumnya ditandai dengan nyeri dada atau punggung yang muncul tiba-tiba dan terasa berat.

Seiring perkembangan teknologi medis, kondisi tersebut kini dapat ditangani melalui pendekatan minimal invasif (tindakan minim sayatan), seperti Endovascular Aortic Repair (EVAR) dan Thoracic Endovascular Aortic Repair (TEVAR).

Kedua prosedur ini dilakukan melalui pembuluh darah menggunakan kateter dengan bantuan stent graft, yaitu alat berbentuk tabung yang ditempatkan pada area aorta yang mengalami kelainan. Fungsinya adalah untuk membantu memperkuat dinding pembuluh darah, dan menjaga aliran darah.

Baik EVAR maupun TEVAR dibedakan berdasarkan lokasi aorta yang ditangani. EVAR digunakan untuk mengatasi kelainan pada aorta bagian abdomen (perut), sedangkan TEVAR digunakan untuk area aorta torakal (dada).

Pada kondisi tertentu, kedua prosedur ini dapat menjadi pilihan penanganan untuk aneurisma maupun diseksi aorta. Dr. Ismail menegaskan, keputusan tindakan harus tetap ditentukan berdasarkan hasil pemeriksaan, lokasi dan karakteristik kelainan, kondisi pembuluh darah, serta kondisi kesehatan pasien secara keseluruhan.

"Melalui prosedur ini, dokter dapat membantu menangani area aorta yang mengalami kelainan tanpa melakukan operasi terbuka pada sebagian kondisi pasien. Namun, keputusan tindakan tetap harus mempertimbangkan berbagai faktor, termasuk lokasi kelainan, kondisi pembuluh darah, serta kondisi kesehatan pasien secara keseluruhan," tambah dr. Ismail.

Sebagai salah satu tanda gangguan pada jantung maupun pembuluh darah, nyeri di dada memerlukan evaluasi medis lebih lanjut, antara lain melalui layanan Chest Pain Unit dari Mayapada Hospital.

Layanan ini meliputi pemeriksaan awal nyeri dada secara menyeluruh, yang diberikan secara gratis apabila keluhan tidak disebabkan oleh jantung. Layanan ini juga terintegrasi dengan Cardiac Emergency 24/7 yang didukung tim dokter dan perawat multidisiplin untuk menangani kondisi kardiovaskular kegawatdaruratan, dan dilengkapi fasilitas Cath Lab untuk proses diagnosis dan tindakan secara cepat serta akurat.

Selain layanan kegawatdaruratan, penanganan berbagai penyakit jantung juga tersedia melalui Cardiovascular Center, layanan komprehensif yang mencakup pencegahan, diagnosis, tindakan intervensi, bedah jantung, hingga rehabilitasi.

Didukung tim dokter multidisiplin, teknologi medis terkini, serta pendampingan Cardiac Advisor bagi pasien dan keluarga sejak awal perawatan hingga pemulihan, layanan jantung tersedia di Mayapada Hospital Jakarta (Kuningan, Lebak Bulus, Cakung), Tangerang, Bogor, Bandung, Surabaya, dan Nusantara.

Penjadwalan konsultasi bersama dokter jantung di Mayapada Hospital dapat dilakukan melalui Call Center 150770, WhatsApp 0817-1715-077 atau Emergency 150990.

Adapun informasi lengkap seputar layanan jantung di seluruh unit Mayapada Hospital bisa diakses melalui fitur Health Articles & Tips di aplikasi MyCare, yang juga memiliki fitur Personal Health yang terhubung dengan Google Fit dan Health Access untuk membantu memantau detak jantung, kalori, langkah, dan Body Mass Index (BMI).

(rea/rir)


[Gambas:Video CNN]