5 Kombinasi Vitamin yang Sebaiknya Tidak Diminum Bersamaan
Mengonsumsi vitamin dan suplemen dapat membantu memenuhi kebutuhan nutrisi harian. Namun, tidak semua vitamin dan mineral sebaiknya dikonsumsi dalam waktu yang bersamaan.
Meski jarang ada kombinasi yang benar-benar dilarang, beberapa vitamin dan mineral diketahui dapat saling mengganggu proses penyerapan di dalam tubuh atau meningkatkan risiko efek samping jika dikonsumsi bersamaan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Karena itu, waktu mengonsumsi suplemen juga perlu diperhatikan agar manfaatnya tetap optimal.
Berikut lima kombinasi vitamin dan mineral yang sebaiknya tidak diminum bersamaan, berdasarkan berbagai penelitian dan rekomendasi National Institutes of Health (NIH):
1. Zat besi dan kalsium
Kombinasi yang paling banyak didukung bukti ilmiah adalah zat besi dan kalsium. Kalsium dapat menghambat penyerapan zat besi, baik yang berasal dari makanan maupun suplemen.
Sebuah penelitian yang dimuat dalam American Journal of Clinical Nutrition menemukan bahwa konsumsi 300-600 miligram kalsium bersamaan dengan makanan dapat menurunkan penyerapan zat besi sekitar 50-60 persen. Agar penyerapan zat besi tetap optimal, beri jeda waktu antara konsumsi suplemen zat besi dan kalsium.
2. Zat besi dan zinc dosis tinggi
Zat besi dan zinc juga sebaiknya tidak dikonsumsi bersamaan jika keduanya diminum dalam dosis tinggi. Kedua mineral tersebut menggunakan jalur penyerapan yang serupa di usus.
Akibatnya, ketika dikonsumsi bersamaan dalam jumlah besar, keduanya dapat saling bersaing sehingga penyerapannya menjadi kurang maksimal.
3. Asam folat (vitamin B9) dan vitamin B12
Asam folat dan vitamin B12 sama-sama berperan penting bagi tubuh. Namun, konsumsi asam folat dalam dosis tinggi dapat menutupi gejala kekurangan vitamin B12 sehingga kondisi tersebut berisiko terlambat terdeteksi.
Karena itu, konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter sebelum mengonsumsi kedua suplemen ini dalam dosis tinggi, terutama jika digunakan dalam jangka panjang.
4. Vitamin C dosis tinggi dan vitamin B12
Sebagian ahli menyarankan agar konsumsi vitamin C dosis tinggi, yakni lebih dari 500-1.000 miligram, tidak dilakukan bersamaan dengan suplemen vitamin B12. Meski bukti ilmiahnya masih terbatas, memberi jeda waktu di antara keduanya dinilai sebagai langkah kehati-hatian untuk menjaga penyerapan vitamin B12 tetap optimal.
5. Vitamin A dengan suplemen lain yang juga mengandung vitamin A
Yang perlu diwaspadai bukanlah kombinasi vitamin A dengan vitamin lain, melainkan mengonsumsi vitamin A dari beberapa suplemen sekaligus. Vitamin A merupakan vitamin larut lemak yang dapat disimpan di dalam tubuh.
Jika dikonsumsi secara berlebihan dalam jangka panjang, risikonya adalah toksisitas atau hipervitaminosis A. Kondisi ini dapat memicu sakit kepala, gangguan fungsi hati, penurunan kesehatan tulang, hingga meningkatkan risiko cacat lahir pada ibu hamil.
Sebelum mengonsumsi lebih dari satu jenis multivitamin atau suplemen, pastikan Anda memeriksa kembali kandungan vitamin A pada label kemasan agar tidak melebihi kebutuhan harian.
Ada kombinasi vitamin yang justru saling mendukung
Tidak semua vitamin perlu dipisahkan. Beberapa kombinasi justru dapat meningkatkan penyerapannya. Salah satunya adalah vitamin D dan kalsium. Vitamin D membantu tubuh menyerap kalsium lebih efisien sehingga keduanya sering direkomendasikan untuk menjaga kesehatan tulang.
Kombinasi lain adalah vitamin C dan zat besi. Vitamin C dapat meningkatkan penyerapan zat besi non-heme, yaitu zat besi yang berasal dari sumber nabati maupun suplemen. Karena itu, orang yang mengonsumsi suplemen zat besi sering dianjurkan meminumnya bersama makanan atau minuman yang kaya vitamin C.
(anm/tis)[Gambas:Video CNN]

