10 Kebiasaan Ganjil Orang dengan IQ Tinggi, Kamu Suka Melakukannya?

CNN Indonesia
Kamis, 13 Agu 2026 13:00 WIB
Menyendiri, kebiasaan orang dengan IQ tinggi.
Ilustrasi. Senang menyendiri, salah satu kebiasaan orang dengan IQ tinggi. (uveX/Pixabay)
Daftar Isi
Jakarta, CNN Indonesia --

Kecerdasan umumnya identik dengan kompetensi dan kemampuan berpikir yang kompleks. Tapi dalam beberapa kasus, kecerdasan justru terlihat dari kebiasaan-kebiasaan aneh dalam sehari-hari.

Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Intelligence menemukan, beberapa hal dapat mendorong orang dengan IQ tinggi ke dalam rutinitas dan kebiasaan yang ganjil.

Apa saja kebiasaan aneh itu? Simak selengkapnya di bawah ini, melansir Your Tango.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

1. Nyaman di ruang berantakan

Umumnya, ruang yang berantakan membuat otak tidak bisa berpikir dengan jernih. Namun, orang dengan IQ tinggi tampaknya tak terpengaruh dengan ruang yang berantakan.

Orang yang bisa fokus berpikir dan tetap nyaman di dalam ruang yang berantakan cenderung lebih kreatif dan cerdas. Hal ini ditemukan dalam studi yang diterbitkan dalam jurnal Psychological Science.

Ruangan yang kacau tak membuat mereka stres. Sebaliknya, mereka cenderung mengabaikan kekacauan yang ada di depan mata demi memberi ruang untuk pemikiran dan kreativitas yang lebih kompleks.

2. Sering berbicara sendiri

Bukan 'gila', berbicara sendiri justru jadi salah satu kebiasaan orang-orang dengan IQ tinggi.

Berdasarkan penelitian yang dipublikasikan dalam The Quarterly Journal of Experimental Psychology, berbicara dengan diri sendiri dapat bermanfaat untuk fungsi kognitif. Kebiasaan ini dapat membantu meningkatkan daya ingat, meningkatkan fokus dan konsentrasi, serta meningkatkan kejernihan pikiran.

3. Begadang

Studi yang dipublikasikan dalam BMJ Public Health menemukan, orang yang cenderung begadang memiliki keterampilan kognitif dan pemikiran kritis yang lebih tinggi dibandingkan orang yang lebih produktif dengan bangun pagi.

Dengan banyaknya informasi yang diproses dan disaring, orang cerdas biasanya tidur lebih sedikit daripada yang lainnya.

4. Menikmati waktu sendiri

Menghabiskan waktu seorang diri dapat meningkatkan pemikiran yang kritis, mendorong kreativitas, dan memungkinkan seseorang untuk memahami emosi sendiri.

Studi yang dipublikasikan dalam Journal of British Psychology menemukan, orang cerdas justru tak terlalu bahagia saat terlalu banyak bersosialisasi. Mereka merasa lebih puas dengan kesendirian yang dihabiskan untuk merenung dan menekuni hobi.

5. Mempertanyakan banyak hal

Orang cerdas cenderung lebih banyak bertanya. Saat berada di lingkungan sosial, misalnya, mereka tak cuma berperan sebagai pendengar yang aktif, tapi juga penanya andal yang didorong oleh rasa ingin tahu.

Mereka selalu ingin tahu banyak hal, baik itu tentang subjek tertentu, orang lain, atau proses berpikir.

6. Sarkas

Studi yang diterbitkan dalam Organizational Behavior and Human Decision Processes menunjukkan, sarkasme adalah 'bentuk kecerdasan tertinggi'. Sarkasme dapat meningkatkan kreativitas.

7. Sering mengumpat

Sebuah studi yang dipublikasikan dalam Language Sciences menyebutkan, kecenderungan menggunakan kata-kata kasar memperlihatkan luasnya koleksi kosakata yang dimiliki oleh seseorang.

Selain sebagai tanda kemampuan linguistik, mengumpat juga membantu orang meredakan ketegangan.

8. Mencorat-coret

Ilustrasi menulisIlustrasi. Mencorat-coret, salah satu kebiasaan aneh orang dengan IQ tinggi. (Picjumbo/Viktor Hanacek)

Suka mencorat-coret di kertas saat mengikuti rapat? Bisa jadi sebenarnya kamu adalah orang yang cerdas.

Mencorat-coret membantu seseorang untuk fokus, mengingat informasi, dan meningkatkan kreativitas. Hal ini ditemukan dalam penelitian yang diterbitkan oleh Applied Cognitive Psychology.

9. Menunda-nunda

Studi yang dipublikasikan dalam Journal of Research in Psychology menemukan, orang dengan IQ tinggi cenderung sering menunda pekerjaan.

Kebiasaan menunda ini dilakukan lantaran mereka belum menemukan formula terbaik, masih melakukan brainstorming, dan membayangkan proyek mereka secara kreatif.

10. Menyukai seni abstrak dan musik instrumental

Seni abstrak cenderung memicu bagian otak yang terkait dengan kreativitas. Secara umum, orang-orang dengan kecerdasan tinggi lebih mengapresiasi seni seperti itu. Mereka menghargai tantangan dan keterlibatan dari sebuah karya yang tidak dijelaskan secara eksplisit.

Ide yang sama juga berlaku pada musik instrumental. Tak cuma bikin otak lebih fokus, tapi juga jadi kesempatan untuk orang-orang cerdas menelaah, memahami, dan mendengarkannya.

(asr)