Terbukti Ampuh Turunkan Tekanan Darah, Apa itu Diet DASH?
Penderita hipertensi perlu memilih asupan yang mendukung kestabilan tekanan darah. Banyak ahli kesehatan menyarankan untuk menganut diet DASH. Apa itu diet DASH?
Menjaga kestabilan tekanan darah mutlak diperlukan apalagi buat orang yang memiliki hipertensi atau penyakit darah tinggi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tekanan darah tinggi jadi faktor risiko sejumlah masalah kesehatan termasuk, penyakit ginjal dan penyakit karduovaskular. Agar tekanan darah stabil, menjaga pola makan jadi salah satu langkahnya.
Apa itu diet DASH?
Penderita hipertensi kerap diingatkan untuk menjaga asupan garam. Tak hanya itu, sebenarnya para ahli kesehatan menyarankan untuk menganut diet DASH.
Melansir dari laman resmi Kementerian Kesehatan RI, diet DASH merupakan singkatan dari Dietary Approaches to Stop Hypertension. Diet satu ini disebut terbukti menurunkan tekanan darah dan kolesterol.
Penelitian menunjukkan diet tinggi sayuran, buah, dan olahan susu rendah lemak jenuh, serta tinggi kalium, kalsium, dan magnesium dapat menurunkan tekanan darah sistolik 6-11 mmHg dan diastolik 3-6 mmHg.
Menerapkan diet DASH berarti memperbanyak asupan buah dan sayuran, lalu dikombinasikan dengan makanan rendah lemak sus, daging tanpa lemak, unggas, ikan, kacang-kacangan, dan biji-bijian.
Terdapat dua jenis diet DASH yakni,
- diet DASH standar, maksimal asupan sodium sebanyak 2.300 mg per hari.
- diet DASH di bawah standar, maksimal asupan sodium sebanyak 1.500 mg per hari.
Ingin mencoba diet DASH? Berikut beberapa tips yang bisa diperhatikan.
Ilustrasi. Apa itu diet DASH? Diet ini cocok diterapkan pada mereka yang memiliki tekanan darah tinggi. Selain konsumsi pangan rendah garam, diet DASH menyarankan untuk memilih olahan susu rendah atau tanpa lemak. (Anggita Kusmadewi) |
- Pilih buah dan sayuran tinggi magnesium kalium seperti pisang yang dikonsumsi sebagai camilan di sela makan besar.
- Buah tidak perlu dikupas jika bisa dikonsumsi bersama kulitnya karena tinggi zat gizi.
- Pilih olahan susu rendah atau tanpa lemak. Konsumsi 2-3 sajian per hari.
- Utamakan cara memasak yang sehat seperti panggang, kukus, atau rebus.
- Pilih ikan tinggi omega-3 seperti salmon, tuna, ikan kembung.
- Batasi konsumsi mentega, keju, susu, krim, telur, dan makanan olahan minyak kelapa.
- Hindari makanan dan minuman kemasan yang mengandung pemanis buatan terlebih yang berlabel "diet" atau "low sugar".
[Gambas:Video CNN]

