7 Ciri Orang yang Mudah Overthinking, Otak Seolah Tak Mau Diam

CNN Indonesia
Selasa, 28 Jul 2026 06:00 WIB
Overthinking adalah kecenderungan memikirkan segala sesuatu secara berlebihan. Berikut ciri-ciri orang yang mudah overthinking.
Overthinking adalah kecenderungan memikirkan segala sesuatu secara berlebihan. Berikut ciri-ciri orang yang mudah overthinking. (Getty Images/iStockphoto/RyanKing999)
Daftar Isi
Jakarta, CNN Indonesia --

Pernahkah Anda menghabiskan waktu lama hanya untuk memutuskan hal-hal sederhana, lalu masih merasa ragu setelah mengambil keputusan?

Kebiasaan seperti ini menjadi tanda bahwa seseorang cenderung memikirkan segala sesuatu secara berlebihan. Berikut ciri-ciri orang yang mudah overthinking yang perlu diketahui.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Overthinking dapat memengaruhi berbagai aspek kehidupan, mulai dari pekerjaan, hubungan, hingga kesehatan mental. Seseorang yang sering berpikir berlebihan biasanya kesulitan menghentikan alur pikirnya, bahkan untuk persoalan yang sebenarnya sepele.

Akibatnya, mereka lebih mudah merasa cemas, lelah secara emosional, dan kehilangan kepercayaan diri saat harus mengambil keputusan. Meski kemampuan berpikir mendalam memiliki sisi positif, kebiasaan ini juga dapat menjadi beban jika tidak dikelola dengan baik.

Oleh karena itu, mengenali ciri-ciri orang yang mudah overthinking dapat membantu Anda memahami diri sendiri maupun orang-orang di sekitar.

Ciri-ciri orang yang mudah overthinking

Dilansir dari Your Tango, berikut ciri-ciri orang yang mudah overthinking pada umumnya.

1. Merasa tertekan saat harus mengambil keputusan dengan cepat

Salah satu tanda paling umum adalah merasa tertekan ketika diharuskan menentukan pilihan dalam waktu singkat. Bagi mereka, setiap keputusan membutuhkan banyak pertimbangan sehingga sulit menentukan mana yang terbaik.

Hal yang bagi orang lain tampak sederhana justru bisa menjadi sumber stres. Mereka khawatir jika keputusan yang diambil terlalu terburu-buru akan menimbulkan penyesalan di kemudian hari.


2. Sulit tidur karena terus memikirkan keputusan yang sudah dibuat

Orang yang mudah overthinking sering kali terus mengingat keputusan yang telah mereka ambil. Mereka bertanya-tanya apakah pilihannya sudah benar atau justru seharusnya memilih alternatif lain.

Pikiran seperti ini dapat muncul saat malam hari sehingga membuat mereka sulit beristirahat. Akibatnya, kualitas tidur menurun karena otak terus memutar berbagai kemungkinan yang sebenarnya belum tentu terjadi.


3. Selalu melihat banyak kemungkinan dalam setiap situasi

Mereka jarang memandang suatu persoalan sebagai sesuatu yang hitam atau putih. Sebaliknya, ada banyak kemungkinan yang terus dianalisis sebelum akhirnya mengambil keputusan.

Kemampuan melihat berbagai sudut pandang memang dapat menjadi kelebihan, terutama saat menghadapi masalah yang kompleks. Namun, terlalu banyak mempertimbangkan pilihan juga dapat membuat mereka kesulitan menentukan langkah yang paling tepat.


4. Lebih nyaman jika orang lain yang menentukan pilihan

Ketika dihadapkan pada keputusan sederhana, seperti memilih tempat makan atau menentukan jadwal, mereka justru merasa lega jika orang lain yang memutuskannya.

Bukan karena tidak memiliki pendapat, melainkan karena mereka ingin menghindari proses berpikir panjang yang menguras energi. Dengan begitu, tekanan mental yang mereka rasakan pun menjadi lebih ringan.


5. Mudah menyesali keputusan yang telah diambil

Setelah membuat keputusan besar, mereka sering kembali memikirkan apakah pilihan tersebut benar. Bahkan ketika hasilnya cukup baik, rasa ragu tetap muncul.

Kebiasaan terus membandingkan dengan kemungkinan lain membuat mereka lebih mudah mengalami penyesalan. Jika berlangsung terus-menerus, kondisi ini dapat meningkatkan stres dan mengganggu kesejahteraan emosional.


6. Tidak nyaman dengan banyak pilihan

Bagi orang yang mudah overthinking, semakin banyak pilihan justru membuat mereka semakin sulit mengambil keputusan. Alih-alih merasa diuntungkan, mereka cenderung kewalahan karena harus mempertimbangkan kelebihan dan kekurangan dari setiap opsi.

Kondisi ini membuat mereka mudah bingung, bahkan untuk menentukan hal-hal sederhana. Terlalu banyak alternatif sering kali memicu kecemasan karena mereka takut memilih opsi yang kurang tepat atau menyesal setelah memutuskan.

[Gambas:Video CNN]


7. Memiliki pergulatan pikiran yang tidak pernah berhenti

Salah satu ciri-ciri orang yang mudah overthinking adalah adanya perdebatan yang terus berlangsung di dalam pikiran. Mereka tidak hanya mempertimbangkan satu pilihan, tetapi juga terus memikirkan berbagai skenario yang mungkin terjadi.

Akibatnya, fokus menjadi terpecah dan proses pengambilan keputusan semakin sulit. Pikiran yang terlalu penuh juga dapat membuat seseorang merasa cepat lelah, sulit berkonsentrasi, dan kehilangan ketenangan dalam menjalani aktivitas sehari-hari.

Ciri-ciri orang yang mudah overthinking tidak hanya terlihat dari kebiasaan berpikir terlalu dalam, tetapi juga dari sulitnya mengambil keputusan, mudah menyesal, hingga terus memikirkan berbagai kemungkinan yang belum tentu terjadi.

Meski kemampuan menganalisis merupakan kelebihan, kebiasaan berpikir berlebihan tetap perlu dikendalikan agar tidak berdampak pada kesehatan mental dan kualitas hidup.

(fef/gas/fef) Add as a preferred
source on Google


[Gambas:Video CNN]