Cerita Penumpang Salah Naik Pesawat, Nyasar Terbang 11 Jam ke Tokyo

CNN Indonesia
Selasa, 21 Jul 2026 14:00 WIB
LOS ANGELES, CA - JANUARY 9: A Boeing 787 Dreamliner operated by United Airlines takes off at Los Angeles International Airport (LAX) on January 9, 2013 in Los Angeles, California. Two separate 787 jets operated by Japan Airlines (JAL) experienced me
Ilustrasi pesawat United Airlines. (David McNew/Getty Images/AFP)
Jakarta, CNN Indonesia --

Sebuah insiden penerbangan tak biasa dialami penumpang bernama Víctor Calderon. Pria berusia 54 tahun tersebut tak sengaja naik pesawat menuju Tokyo, Jepang, padahal tujuannya adalah Houston, Amerika Serikat.

Calderon tersesat hingga sejauh sekitar 12.800 kilometer dari tujuan asalnya. Peristiwa ini terjadi pada Agustus 2025 lalu.

Calderon yang bertolak dari Los Angeles berniat terbang menuju Houston untuk melakukan transit sebelum melanjutkan penerbangan ke Managua, Nikaragua.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Begitu naik ke dalam pesawat, warga California tersebut tanpa curiga langsung mengenakan headphone, mendengarkan musik, dan menonton film sepanjang perjalanan, bahkan mengabaikan pengumuman keselamatan dari awak kabin.

Namun, setelah penerbangan terasa memakan waktu jauh lebih lama dari durasi normal (3,5 jam), Calderón baru menyadari kesalahan fatal tersebut. Alih-alih mendarat di Houston, Texas, ia berada di dalam pesawat penerbangan lintas Samudra Pasifik selama 11 jam menuju Tokyo.

Sebelum menyadari dirinya salah pesawat, Calderón sempat dibuat heran oleh layanan maskapai. Ia ditawari bantal dan menyantap hidangan makan malam lengkap di atas awan.

"Aneh sekali," kenang Calderón, seperti dilansir Travel and Leisure. Ia merasa heran karena untuk penerbangan domestik biasa, penumpang biasanya hanya mendapatkan minuman ringan dan camilan gratis.

Sekitar enam jam setelah lepas landas, Calderón mulai cemas karena takut tertinggal penerbangan transitnya ke Nikaragua. Ia kemudian memanggil pramugari untuk bertanya, dan di situlah kebenaran terungkap: pesawat yang ia tumpangi sedang mengudara menuju Bandara Haneda (HND), Tokyo.

Setibanya di Bandara Haneda, Calderón yang berada ribuan kilometer dari tempat tujuan tak bisa keluar dari area bandara. Petugas maskapai memperingatkan bahwa ia tidak diizinkan melintasi imigrasi Jepang, karena tidak memiliki dokumen perjalanan penerbangan lanjutan yang sesuai, dan berisiko dideportasi.

"Jujur saja, saya sangat takut. Saya memikirkan hal terburuk... saya khawatir mereka mengira saya seorang teroris, jadi saya sangat gugup," tutur Calderón kepada Los Angeles Times.

Calderón terpaksa tertahan di dalam terminal bandara sampai pihak maskapai United Airlines mengaturnya kembali ke rute yang benar. Pihak maskapai akhirnya memindahkan Calderón ke kelas satu untuk penerbangan baliknya dan memberikan voucher kredit penerbangan senilai US$300 atau sekitar Rp5,6 juta.

Secara keseluruhan, Calderón membutuhkan waktu hingga 48 jam perjalanan udara sebelum akhirnya benar-benar mendarat di Managua, Nikaragua.

Insiden salah masuk pesawat ini terbilang aneh mengingat Calderón telah mengikuti seluruh prosedur di Bandara Internasional Los Angeles (LAX). Petugas gate sempat memindai tiketnya dan mengizinkannya masuk, bahkan Calderón duduk sesuai dengan nomor kursi di tiketnya, yaitu 34D.

Akibat salah jurusan ini, koper Calderón terbang lebih dulu ke Houston tanpa dirinya, dan reservasi hotelnya di Nikaragua hangus. Ia terpaksa merogoh kocek hingga US$1.095 atau sekitar Rp19,5 juta untuk membeli pakaian baru dan menginap dua malam di hotel.

Merasa ganti rugi awal dari maskapai tidak adil, Calderón melaporkan kasus ini ke media Telemundo 52. Setelah adanya perselisihan dan penyerahan bukti kuitansi, United Airlines akhirnya menambah nilai ganti rugi menjadi US$1.000 atau sekitar Rp17,8 juta serta menyampaikan permohonan maaf secara resmi.

Calderon pun mengaku mendapat pelajaran berharga dari pengalaman tak terlupakannya ini. "Hal paling utama adalah memastikan Anda berdiri di gate penerbangan yang benar sebelum naik," ujar Calderon.

(wiw/asr) Add as a preferred
source on Google


[Gambas:Video CNN]