7 Cara Mengajari Anak Bertanggung Jawab Sejak Dini
Tanggung jawab adalah melakukan semua tugas dan kewajibannya dengan sungguh-sungguh. Tidak hanya orang dewasa, anak-anak juga perlu mulai diajari tentang tanggung jawab.
Tak sedikit orang tua merasa kelimpungan soal mengajarkan anak mengenai arti tanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lantas, bagaimana cara mengajari anak bertanggung jawab sejak dini tanpa harus terus-menerus memarahi atau menghukumnya?
Cara mengajari anak bertanggung jawab sejak dini
Tanggung jawab yang diajarkan kepada anak sejak dini akan berpengaruh pada masa depan mereka. Oleh sebab itu, peran orang tua dan lingkungan sangat berpengaruh.
Mengutip sejumlah sumber, berikut ini cara mengajari anak bertanggung jawab sejak dini:
1. Mengurangi peran orang tua
Sejak usia 2-3 tahun, anak dapat dilatih untuk bertanggung jawab. Sebut saja, merapikan mainan setelah bermain.
Pada tahap awal, orang tua dapat ikut membantu anak untuk merapikan mainan. Setelah anak terbiasa, kurangi peran orang tua secara perlahan agar anak dapat merapikan semua mainannya sendiri.
Hal tersebut juga berlaku saat mengajarkan anak merapikan barang pribadi, meletakkan pakaian kotor pada tempatnya, hingga membuang sampah pada tempatnya.
2. Beri pujian
Selalu beri apresiasi berupa pujian pada anak setelah mereka berhasil menuntaskan tanggung jawabnya sendiri. Pujian dapat membuat anak merasa senang dan termotivasi untuk terus melakukan hal baik.
3. Mendampingi dan mengarahkan anak
Anak sudah bisa diajarkan sejak dini. Mereka sudah bisa membuat keputusan, contohnya jenis mainan yang diinginkan, pakaian atau sepatu yang akan dipakai, hingga jenis makanan yang diinginkan.
Peran orang tua adalah mendampingi anak untuk menentukan keputusan sejak kecil. Orang tua mesti mengarahkan anak untuk dapat mengambil keputusan yang tepat.
Hal ini dapat dilakukan dengan menjelaskan situasi serta untung dan rugi terhadap keputusan yang diambil.
Misalnya pada pemilihan pakaian, coba jelaskan situasi atau cuaca yang akan dihadapi. Ketika di rumah, dibutuhkan pakaian yang nyaman dan leluasa untuk bergerak.
4. Beri contoh langsung
Saat mengajarkan tanggung jawab, orang tua harus memberi contoh secara langsung. Misalnya, saat belajar atau mengerjakan tugas, maka orang tua bisa menyiapkan waktu untuk melakukan hal tersebut bersama-sama. Orang tua dengan bekerja dan anak sambal belajar.
Aktivitas tersebut menjadi contoh yang sempurna untuk dipraktikkan. Contoh lainnya adalah bersama-sama merapikan dan membersihkan rumah sebagai bagian dari tanggung jawab sehari-hari.
5. Meningkatkan peran anak
Peran dan tanggung jawab anak di rumah dapat ditingkatkan secara bertahap. Setelah anak bertanggung jawab terhadap diri sendiri dan barang-barang pribadi, mereka juga bisa diajarkan untuk bertanggung jawab pada sesuatu yang lebih besar.
Contoh, membantu mencuci piring kotor, mengelap meja makan dan menyiapkan makanan untuk seluruh anggota keluarga dan merawat hewan peliharaan.
6. Selalu evaluasi
Selalu perhatikan pertumbuhan tanggung jawab anak. Jika rasa tanggung jawab belum muncul, evaluasi kembali pada pola asuh Anda.
7. Tidak menjadikan kesalahan sebagai masalah besar
Dalam proses memahami arti tanggung jawab, mungkin anak akan banyak luput atau mengalami kegagalan saat mencobanya. Saat itu terjadi, hindari menjadikan kesalahan atau kegagalan tersebut sebagai masalah besar. Hal itu justru bisa menghambatnya untuk mencoba lagi.
Demikian cara mengajari anak bertanggung jawab sejak dini yang dapat Anda lakukan. Semoga berhasil!
(glo/fef)[Gambas:Video CNN]
