Studi Ungkap Fandom Musik Bantu Gen Z Jaga Kesehatan Mental

CNN Indonesia
Sabtu, 18 Jul 2026 18:45 WIB
Ilustrasi berkumpul dengan teman
Ilustrasi. Komunitas penggemar musik atau fandom ternyata memiliki manfaat lebih, tak hanya menjadi tempat berkumpulnya para penggemar artis. (iStock/filadendron)
Jakarta, CNN Indonesia --

Komunitas penggemar musik atau fandom ternyata memiliki manfaat lebih, tak hanya menjadi tempat berkumpulnya para penggemar artis.

Sejumlah penelitian menunjukkan fandom juga dapat menjadi ruang aman bagi Generasi Z (Gen Z) untuk memperoleh dukungan emosional, mengurangi rasa kesepian, hingga menjaga kesehatan mental.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hong Kong Music Therapy Association (HKMTA) mengungkapkan musik dapat meningkatkan emosi positif karena memengaruhi bagian otak yang berperan dalam mengatur emosi dan motivasi.

Musik juga diketahui membantu menurunkan kadar hormon stres kortisol, memperlambat detak jantung, serta menurunkan tekanan darah.

Temuan tersebut menunjukkan bahwa di balik antusiasme terhadap idola, komunitas penggemar musik juga dapat menjadi ruang yang membantu banyak anak muda membangun koneksi sosial dan menjaga kesehatan mental.

[Gambas:Video CNN]

Salah satu kisah datang dari Jessica Sikora, perempuan asal New Jersey, Amerika Serikat, yang mengaku komunitas penggemar Jonas Brothers membantunya bertahan hidup saat berjuang melawan depresi di masa remaja.

Saat berusia 13 tahun, Jessica mengalami depresi akibat tekanan dalam keluarga dan kesulitan bersosialisasi. Ia mengaku beberapa kali melakukan self-harm dan mencoba bunuh diri sebelum berusia 17 tahun.

Dalam kondisi tersebut, musik menjadi pelarian, sementara komunitas penggemar Jonas Brothers memberinya dukungan emosional.

"Itu adalah komunitas yang menyelamatkan hidup saya. Berbicara dengan sesama penggemar membuat saya tetap bertahan," kata Jessica, seperti diberitakan South China Morning Post, Sabtu (18/7).

Berangkat dari pengalaman pribadinya, Jessica mendirikan platform bernama Superbands, sebuah komunitas daring yang menghubungkan para penggemar musik sebagai bentuk dukungan sebaya (peer support). Menurutnya, fandom dapat menjadi pelengkap layanan kesehatan mental profesional.

"Mereka (layanan kesehatan mental) fokus pada penanganan krisis dan aspek klinis. Namun, fandom juga penting bagi kesehatan mental. Banyak anak muda mendengarkan musik setiap hari. Fandom memberi harapan, rasa memiliki, komunitas, dan identitas," ujarnya.

Melalui Superbands, Jessica menggelar berbagai kampanye kesehatan mental bersama musisi dan label rekaman. Platform yang hadir di media sosial seperti Instagram, TikTok, dan X ini juga menyediakan ruang bagi para penggemar untuk berbagi cerita tentang bagaimana musik membantu mereka melewati masa-masa sulit.

Dalam situs Superbands, Alyssa mengatakan kampanye Loud and Clear yang digelar Superbrands, "mengingatkan saya bahwa saya tidak sendirian, dan bahwa mencintai sebuah band dengan begitu dalam bukanlah sesuatu yang harus saya sembunyikan."

Pengalam Jessica bukanlah satu-satunya. Perusahaan olahraga dan hiburan AEG Global Partnership pada 2025 melakukan survei terhadap 3.000 orang dewasa di Inggris dan menemukan 70 persen responden merasa "seperti di rumah" saat menghadiri konser bersama sesama penggemar.

Selain itu, lebih dari 53 persen responden mengaku merasa lebih dipahami oleh sesama penggemar di konser dibandingkan oleh orang-orang dalam kehidupan sehari-hari. Survei tersebut juga menunjukkan Gen Z merupakan kelompok usia yang paling berpeluang menjadi superfan.

Fenomena itu terlihat pada berbagai komunitas penggemar musik, mulai dari Swifties penggemar Taylor Swift, Little Monsters penggemar Lady Gaga, Blinks penggemar BLACKPINK, hingga ARMY penggemar BTS.

Bagi banyak anak muda, komunitas tersebut menjadi tempat berbagi pengalaman tanpa rasa takut dihakimi.

Masalah depresi bukan hal enteng. Jika pernah memikirkan atau merasakan tendensi bunuh diri, krisis emosional, atau mengenal orang-orang dalam kondisi itu, Anda disarankan menghubungi bantuan profesional. Layanan Hotline Gratis Pencegahan Bunuh Diri Kementerian Kesehatan dan RS Marzoeki Mahdi bisa dihubungi melalui www.healing199.id , atau telepon di nomor 119 extension 8, maupun WhatsApp yang langsung terhubung di situs tersebut. Layanan itu langsung tersambung dengan konselor Pusat Kesehatan Jiwa Nasional RS Marzoeki Mahdi dan jejaring, serta psikolog klinis Ikatan Psikolog Klinis (IPK) Indonesia. Semua keluh-kesah akan didengar dengan tulus serta privasi terjaga.
(van/chri) Add as a preferred
source on Google