Solusi Cuaca Panas, Ada Mi Instan yang Cukup Diseduh Air Dingin
Makan mi instan kuah di tengah cuaca panas terasa sedikit aneh. Cuaca panas ditambah kuah yang juga panas tak dianggap sebagai kombinasi yang menarik.
Tapi, kini ada solusi untuk tetap bisa menikmati mi instan kuah di tengah cuaca panas. Melansir Sora News 24, produk mi instan paling populer di Jepang, Nissin, merilis mi instan cup dingin pertamanya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berbeda dengan mi instan cup biasa yang harus diseduh dengan air panas mendidih. Mi instan satu ini cukup diseduh dengan air dingin.
Produk ini diberi nama Hiyashi Cup Noodle. Dalam bahasa Jepang, 'hiyashi' sendiri berarti dingin.
Dalam rilisnya, Nissin mengklaim sebagai perusahaan pertama yang menciptakan mi instan dingin.
Proses pengembangan produk mi instan ini berlangsung selama lima tahun. Perusahaan mengadopsi teknologi pembuatan mi baru yang memungkinkan mi untuk direhidrasi menggunakan air dingin.
Proses 'cold rehydration' yang dipatenkan ini dikembangkan khusus untuk merilis mi instan dingin.
Untuk menikmatinya, kamu hanya perlu menambahkan air dingin dalam kulkas. Tunggu selama lima menit, kemudian mi akan menjadi kenyal, lembut, dan siap disantap.
Meski praktis, tapi mi instan cup dingin ini baru akan tersedia di Jepang mulai 20 Juli mendatang. Jika kamu bertandang ke Jepang, boleh kalau ingin mencoba sensasi makan mi instan dingin.
Makanan favorit di dunia, tapi sebenarnya tidak sehat
Bukan rahasia lagi, mi instan kerap mendapatkan cap sebagai makanan tidak sehat. Kandungan garam, lemak, dan proses pengolahannya kerap dikaitkan dengan berbagai risiko penyakit.
Namun, meski reputasinya buruk, mi instan justru tetap digemari hampir di seluruh dunia. Nilai pasar mi instan global diperkirakan meningkat menjadi sekitar US$98,46 miliar atau setara Rp1,77 triliun pada 2032 mendatang.
Data terbaru menunjukkan, konsumsi mi instan global kini mencapai 123 miliar porsi per tahun. China menjadi konsumen terbesar dengan lebih dari 43,8 miliar bungkus per tahun.
Indonesia sendiri berada di posisi ke-2, satu tingkat di bawah China. Sekitar 14,68 miliar porsi mi instan dikonsumsi masyarakat Indonesia setiap tahun.
Para ilmuwan punya penjelasan sederhana mengapa makanan satu ini sangat digilai. Jawabannya adalah karena mi instan sangat menggoda otak.
Penelitian menunjukkan, makanan yang diproses berlebih, seperti mi instan, sering kali menghadirkan kombinasi kalori, garam, lemak, dan gula yang tinggi. Hal ini membuat mi instan memiliki tingkat hyperpalatability.
Artinya, mi instan memang dirancang sedemikian rupa hingga memicu keinginan untuk terus mengonsumsinya.
(asr) Add
as a preferred source on Google

