Sekilas Menggemaskan tapi Ternyata Ini 3 Tanda Kucing Kamu Stres

CNN Indonesia
Jumat, 17 Jul 2026 13:15 WIB
Kucing yang stres tidak selalu menunjukkan perilaku agresif. Anabul bisa saja menunjukkan polah yang gemas.
Ilustrasi. Kucing yang stres tidak selalu menunjukkan perilaku agresif. Anabul bisa saja menunjukkan polah yang gemas. (Bored Panda)
Daftar Isi
Jakarta, CNN Indonesia --

Seperti manusia, kucing juga bisa stres. Bedanya di cara mengkomunikasikan kondisinya. Kadang kamu menganggap tingkah laku "majikan" sangat menggemaskan tapi sebenarnya, dia sedang stres. Berikut tanda-tandanya.

Kucing adalah hewan yang sensitif. Sedikit saja perubahan di lingkungannya bisa bikin stres. Saat stres, kucing menunjukkan stres lewat perubahan perilaku, nafsu makan, grooming, dan kebiasaan buang air.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kamu mungkin langsung tahu anabul sedang stres saat dia tidak nafsu makan, terlihat lemas, atau menunjukkan perilaku agresif.

Akan tetapi ada tingkah laku kucing yang tampaknya menggemaskan tapi sebenarnya manifestasi dari stres. Apa saja?

1. Semakin cerewet

Kucing yang stres cenderung lebih banyak bersuara. Suara yang dikeluarkan menyampaikan pesan tentang kondisinya. Melansir dari PetMD, suara-suara ini termasuk mengeong, melolong, mendesis, dan menggeram.

Mengeong dan melolong bisa jadi seruan minta tolong. Kucing berusaha menarik perhatianmu. Sementara mendesis dan menggeram adalah suara yang secara alami dikeluarkan saat merasa terancam.

2. Grooming berlebihan

Perilaku merawat diri (grooming) pada kucing berupa menjilati tubuh mampu melepaskan endorfin yang dapat meningkatkan rasa puas dan bahagia.

Jika dalam situasi menegangkan maka kucing bisa lebih sering menjilati tubuhnya agar merasa lebih baik. Perilaku grooming berlebihan ini lama-lama bisa memicu iritasi kulit.

3. Purring

Umumnya, kucing mendengkur atau purring dalam suasana rileks. Namun yang perlu kamu pahami, purring kadang menandakan stres yang mendalam.

Melansir dari Huffington Post, dokter hewan Cassidy Alvarez menjelaskan purring bisa berfungsi sebagai perilaku menenangkan diri.

Pemilik usaha memeriksa kondisi kucing yang di titipkan di Petzone Palembang, Palembang, Sumatera Selatan, Minggu (15/3/2026). Menurut pemilik usaha, permintaan jasa penitipan hewan menjelang libur Lebaran mengalami peningkatan dari 2-5 ekor per pekan menjadi 55 ekor per pekan dengan biaya mulai dari Rp60 ribu hingga Rp150 ribu per hari tergantung ukuran hewan. ANTARA FOTO/Angga Palguna/YUIlustrasi. Tingkah polah gemas kucing bisa jadi menandakan stres salah satunya purring. (ANTARA FOTO/Angga Palguna)

"Bahkan mungkin memiliki manfaat fisiologis, karena getaran frekuensi rendah yang dihasilkan selama mendengkur telah dikaitkan dengan penyembuhan jaringan dan modulasi nyeri," katanya.

Kemudian untuk membedakan purring yang rileks dan stres bisa dicek pada kondisi tubuh kucing. Selain purring, kucing yang stres biasanya memilih bersembunyi, menolak makan, bernapas cepat, dan duduk membungkuk.

"Kucing sangat pandai menyembunyikan penyakit, jadi penting untuk melihat gambaran keseluruhannya," imbuh Alvarez.

(els) Add as a preferred
source on Google


[Gambas:Video CNN]