Kemarau Bikin Situ Gede Tasikmalaya Kering hingga Jadi Padang Rumput

CNN Indonesia
Kamis, 16 Jul 2026 17:45 WIB
Akibat kemarau, Situ Gede di Tasikmalaya alami kekeringan. Namun jadi muncul padang rumput yang menarik perhatian warga sekitar.
Akibat kemarau, Situ Gede di Tasikmalaya alami kekeringan. Namun jadi muncul padang rumput yang menarik perhatian warga sekitar, foto diambil Rabu (15/7). (Faizal Amiruddin - detikJabar)
Daftar Isi
Jakarta, CNN Indonesia --

Sektor pariwisata di Tasikmalaya mulai terhantam akibat kemarau. Salah satu danau yang jadi objek wisatanya, Situ Gede, mengalami penyusutan volume air yang sangat drastis setelah berminggu-minggu tak diguyur hujan.

Kini, air danau seluas 47 hektare itu hanya tersisa sekitar 20 persen dari kapasitas normal. Karena alami kekeringan, di beberapa titik dasar danau malah terlihat seperti padang rumput.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Keringnya Situ Gede dipicu terhentinya aliran air dari irigasi Sungai Cibanjaran yang menjadi sumber utama danau. Dari lima pintu air pengeluaran atau outlet yang ada, saat ini hanya satu pintu penguras yang masih dapat beroperasi.

Dampaknya pun berlapis, lahan pertanian terancam kekeringan, sedangkan pelaku usaha wisata kehilangan sumber penghasilan.

Jasa sewa perahu terpaksa meliburkan diri

Di sisi pariwisata, dampak paling terasa dirasakan para penyedia jasa sewa perahu. Mereka kini terpaksa menambatkan armada karena air danau terlalu dangkal untuk dilalui.

"Sudah jadi risiko kami, istirahat saja dulu," kata Diki, salah seorang penyedia jasa sewa perahu, dilansir Detik Jabar pada Rabu (15/7).

Diki mengaku kehilangan pendapatan yang selama ini menjadi tumpuan keluarganya. Biasanya, pada akhir pekan ia bisa membawa pulang penghasilan dari sekitar sepuluh putaran wisata perahu. Namun, sejak danau mengering, aktivitas itu berhenti total selama kurang lebih satu bulan.

"Biasanya di hari Minggu dapat sekitar sepuluh putaran, sekarang sudah sekitar 1 bulan tidak sama sekali," ujar Diki.

Menurutnya, memaksakan perahu tetap beroperasi di sisa genangan air bukanlah pilihan aman. Selain rawan menghantam batu di dasar danau, risiko kerusakan mesin dan badan perahu juga tinggi.

"Kalau air surut kayak gini risikonya lebih gede lagi, takut kena batu, kalau rusak, mesin atau perahu harus dibawa ke Pangandaran," ucapnya.

Omzet kuliner turun

Keluhan datang pula dari Mumu, pedagang kuliner di kawasan Situ Gede. Ia menyebut omzet usahanya turun tajam seiring menurunnya jumlah wisatawan yang datang ke lokasi tersebut.

"Kunjungan wisatawan merosot hingga 50 persen. Efeknya ke dagangan jadi sepi pembeli, tapi nasib tukang perahu lebih parah lagi, mereka sama sekali tidak bisa beroperasi karena airnya habis," keluh Mumu.

Mumu berharap pemerintah daerah segera turun tangan untuk mencari solusi konkret. Menurutnya, kawasan Situ Gede perlu kembali dihidupkan lewat kegiatan yang mampu menarik pengunjung.

"Kami berharap pemerintah bisa memfasilitasi acara-acara di sini, entah itu bazaar, pameran, atau event pariwisata lainnya. Yang penting kawasan ini bisa ramai pengunjung," ujarnya.

Situ Gede jadi padang rumput

Situ Gede Jadi Padang Rumput, Akibat KemarauSitu Gede jadi padang rumput akibat kemarau, foto diambil pada Rabu (15/7). (Faizal Amiruddin - detikJabar)

Meski membawa dampak buruk, kondisi danau yang mengering justru menghadirkan pemandangan unik.

Tepian danau kini berubah menjadi hamparan rumput hijau, sedangkan puluhan burung kuntul tampak mencari makan di sisa air.

Pemandangan itu justru jadi daya tarik tersendiri bagi warga sekitar. Tak sedikit warga yang datang untuk berfoto dan mengabadikan momen langka di tengah krisis air yang melanda Situ Gede.

(rti) Add as a preferred
source on Google


[Gambas:Video CNN]