7 Ciri Orang yang Punya Empati Tinggi, Tak Cuma Memahami Perasaanmu

CNN Indonesia
Selasa, 21 Jul 2026 10:30 WIB
Ciri orang yang punya empati tinggi
Ilustrasi. Seperti apa ciri orang yang punya empati tinggi? Rupanya tak hanya soal turut sedih atau senang atas apa yang dialami orang lain. (Dewi Maharani Astutik)
Daftar Isi
Jakarta, CNN Indonesia --

Menemukan orang yang mampu memahami apa yang kamu rasakan lalu serta merta kamu menyebut dia punya empati tinggi. Sebaiknya cek dulu ciri orang yang punya empati tinggi sebagai berikut.

Empati sering disebut sebagai salah satu kualitas yang penting dalam menjalin hubungan, baik dengan pasangan, keluarga, teman, maupun rekan kerja. Sayangnya, banyak orang masih menganggap empati hanya sebatas mudah merasa iba atau ikut sedih terhadap kesulitan orang lain.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Melansir studi dalam Review of General Psychology, empati merupakan kemampuan yang lebih kompleks. Empati mencakup kemampuan memahami sudut pandang orang lain, merasakan apa yang mereka alami, sekaligus memberikan respons yang sesuai terhadap situasi tersebut.

Ciri orang yang punya empati tinggi

Empati bukan hanya sesuatu yang dirasakan, tetapi juga tercermin dalam cara seseorang bersikap dan berinteraksi dengan orang lain. Lalu, bagaimana cara mengenali seseorang yang memiliki empati tinggi? Ternyata ini ciri-cirinya.

1. Mereka mendengarkan orang lain

Salah satu tanda yang paling mudah dikenali adalah cara mereka mendengarkan. Orang yang memiliki empati tinggi cenderung membiarkan lawan bicara menyelesaikan ceritanya terlebih dahulu.

Mereka tidak buru-buru mengambil alih percakapan atau mengarahkan pembicaraan kembali pada dirinya sendiri. Bagi mereka, memahami lebih penting daripada sekadar merespons.

2. Mereka lebih dulu mencoba memahami daripada menghakimi

Saat mendengar sebuah cerita, orang yang empatik biasanya tidak langsung menentukan siapa yang benar atau salah. Sebaliknya, mereka berusaha memahami alasan di balik tindakan atau perasaan seseorang.

Mengutip studi Journal of Personality and Social Psychology, kemampuan ini dikenal sebagai perspective taking, yaitu melihat suatu situasi dari sudut pandang orang lain. Oleh karenanya, mereka cenderung tidak mudah menyimpulkan seseorang hanya dari satu kejadian.

3. Cepat sadar ketika ada orang yang sedang tidak baik-baik saja

Empati tidak hanya terlihat dari apa yang diucapkan, tetapi juga dari kepekaan membaca situasi.

Orang yang memiliki empati tinggi sering kali menangkap perubahan kecil, mulai dari ekspresi wajah yang berbeda, nada bicara yang melemah, hingga bahasa tubuh yang menunjukkan seseorang sedang menyimpan masalah.

Bahkan, tidak jarang mereka menyadari kondisi tersebut sebelum orang itu mengungkapkannya secara langsung.

4. Tidak selalu buru-buru memberi solusi

Ciri orang yang punya empati tinggi Ilustrasi. Orang yang punya empati tinggi biasanya tidak langsung menawarkan solusi ketika mendengarkan curhat orang lain. (Pexels.com/ArtHouse Studio)

Banyak orang merasa membantu berarti harus segera menawarkan jalan keluar. Padahal, orang yang memiliki empati tinggi justru lebih sering bertanya, mendengarkan, lalu menyesuaikan respons dengan kebutuhan lawan bicara.

Mereka memahami bahwa tidak semua orang sedang mencari solusi. Karenanya, mereka jarang melontarkan kalimat seperti, "Harusnya kamu begini," sebelum benar-benar memahami situasinya.

5. Tidak mudah memberi label pada seseorang

Orang yang memiliki empati tinggi menyadari bahwa setiap orang memiliki pengalaman hidup yang berbeda. Alih-alih cepat menyebut seseorang 'malas', 'berlebihan', atau 'terlalu sensitif', mereka lebih memilih mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi.

Bukan berarti mereka membenarkan semua tindakan orang lain, tetapi mereka memilih memahami konteks sebelum memberikan penilaian.

6. Terdorong membantu ketika memang mampu

Empati sering kali diikuti dengan perilaku prososial, yakni keinginan memberikan bantuan kepada orang lain. Bentuk bantuannya pun tidak selalu besar.

Kadang cukup dengan menemani teman yang sedang kesulitan, mendengarkan tanpa menghakimi, atau menawarkan bantuan sederhana yang memang dibutuhkan. Yang membedakan, mereka membantu karena peduli, bukan untuk mencari pengakuan.

7. Mereka peduli, tetapi tetap punya batas emosional

Empati juga melibatkan kemampuan membedakan emosi diri sendiri dengan emosi orang lain. Sehingga orang yang memiliki empati tinggi tetap bisa memberi dukungan tanpa kehilangan kendali atas emosinya sendiri. Mereka hadir untuk membantu, tetapi tidak ikut tenggelam dalam masalah yang sedang dihadapi orang lain.

Sementara itu, empati sering dianggap sebagai sifat bawaan. Namun, berbagai penelitian menunjukkan kemampuan ini juga dapat dikembangkan.

Membiasakan diri mendengarkan tanpa menyela, mencoba memahami sudut pandang orang lain, hingga lebih peka terhadap bahasa tubuh merupakan beberapa langkah sederhana yang dapat membantu meningkatkan empati.

Orang yang memiliki empati tinggi bukanlah mereka yang selalu memiliki jawaban atas setiap masalah. Justru, mereka adalah orang-orang yang mampu membuat orang lain merasa dipahami, diterima, dan tidak sendirian ketika menghadapi situasi sulit.

(els) Add as a preferred
source on Google


[Gambas:Video CNN]