Kenapa Kita Digigit Nyamuk Tapi Orang Lain Tidak? Ini Alasannya!

CNN Indonesia
Jumat, 10 Jul 2026 13:30 WIB
Banyak orang yang bertanya-tanya kenapa kita digigit nyamuk tapi orang lain tidak.
Ilustrasi. Banyak orang yang bertanya-tanya kenapa kita digigit nyamuk tapi orang lain tidak. (Pixabay/skeeze)
Daftar Isi
Jakarta, CNN Indonesia --

Pernah merasa kamu selalu menjadi sasaran nyamuk, sementara orang di sebelahmu nyaris tidak digigit sama sekali? Kenapa bisa begitu, ya?

Nah, simak penjelasan di bawah ini untuk memahami kenapa kita digigit nyamuk tapi orang lain tidak.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ternyata, berbagai penelitian menunjukkan bahwa sebagian orang memang lebih mudah menarik perhatian nyamuk dibandingkan yang lain.

Nyamuk betina menggigit manusia untuk mendapatkan protein dari darah yang dibutuhkan dalam proses menghasilkan telur. Mereka tidak memilih mangsa secara acak, tetapi menggunakan berbagai petunjuk seperti bau tubuh, panas, hingga karbon dioksida yang kita keluarkan saat bernapas.

Alasan nyamuk menggigit kita

Melansir dari situs GoodRX, berikut beberapa alasan mengapa seseorang lebih sering digigit nyamuk.

1. Menghasilkan lebih banyak karbon dioksida

Alasan pertama kenapa kita digigit nyamuk tapi orang lain tidak adalah karena karbon dioksida yang dikeluarkan.

Setiap kali bernapas, tubuh mengeluarkan karbon dioksida. Gas ini menjadi salah satu 'penanda' utama yang membantu nyamuk menemukan manusia.

Orang yang mengeluarkan lebih banyak karbon dioksida, misalnya karena bertubuh besar atau baru berolahraga, biasanya lebih mudah dideteksi nyamuk.

2. Memiliki aroma tubuh tertentu

Keringat mengandung berbagai zat alami, seperti asam laktat, amonia, dan senyawa lainnya. Kombinasi zat tersebut berbeda pada setiap orang sehingga aroma tubuh yang dihasilkan juga tidak sama.

Pada sebagian orang, aroma tubuh ini ternyata lebih menarik bagi nyamuk.

3. Suhu tubuh lebih hangat

Nyamuk juga mampu mendeteksi panas tubuh. Setelah berolahraga, saat demam, atau ketika suhu tubuh meningkat, seseorang bisa menjadi sasaran nyamuk karena tubuhnya memancarkan lebih banyak panas dibandingkan orang lain.

4. Golongan darah berpengaruh

Beberapa penelitian menemukan bahwa nyamuk lebih menyukai orang dengan golongan darah O dibandingkan golongan darah A. Meski alasannya belum sepenuhnya dipahami, faktor genetik diduga berperan besar dalam menentukan ketertarikan nyamuk terhadap seseorang.

5. Sedang hamil

Ibu hamil cenderung lebih sering digigit nyamuk.

Selama kehamilan, metabolisme tubuh meningkat sehingga menghasilkan lebih banyak karbon dioksida dan panas. Kedua hal tersebut membuat nyamuk lebih mudah menemukan targetnya.

6. Bakteri alami di kulit

Kulit manusia dihuni oleh jutaan bakteri baik. Bakteri ini membantu memecah keringat dan menghasilkan aroma khas tubuh.

Komposisi bakteri kulit yang berbeda-beda membuat sebagian orang lebih menarik bagi nyamuk dibandingkan yang lain.

7. Mengenakan pakaian berwarna gelap

Selain mengandalkan penciuman, nyamuk juga menggunakan penglihatan untuk mencari mangsa. Warna hitam, merah tua, dan oranye lebih mudah menarik perhatian nyamuk dibandingkan warna terang seperti putih, biru muda, atau hijau muda.

8. Baru berolahraga

Olahraga membuat tubuh berkeringat, suhu tubuh meningkat, dan produksi karbon dioksida bertambah. Kombinasi ketiga faktor tersebut membuat nyamuk lebih mudah menemukanmu, terutama jika berolahraga di luar ruangan.

9. Mengonsumsi alkohol

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa konsumsi minuman beralkohol, terutama bir, dapat meningkatkan daya tarik seseorang bagi nyamuk. Diduga, alkohol memengaruhi metabolisme tubuh sehingga produksi karbon dioksida dan suhu tubuh ikut meningkat.

Bagaimana cara mengurangi risiko digigit nyamuk?

An Aedes Aegypti mosquito is photographed on human skin in a lab of the International Training and Medical Research Training Center (CIDEIM) on January 25, 2016, in Cali, Colombia. CIDEIM scientists are studying the genetics and biology of Aedes Aegypti mosquito which transmits the Zika, Chikungunya, Dengue and Yellow Fever viruses, to control their reproduction and resistance to insecticides. The Zika virus, a mosquito-borne disease suspected of causing serious birth defects, is expected to spread to all countries in the Americas except Canada and Chile, the World Health Organization said. AFP PHOTO/LUIS ROBAYO (Photo by Luis ROBAYO / AFP)Ilustrasi. Ada beberapa cara untuk mengurangi risiko digigit nyamuk. (Photo by Luis ROBAYO / AFP)

Situs Mosquito Magnets menyebutkan, ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengurangi risiko gigitan nyamuk, seperti berikut:

- Gunakan pakaian berlengan panjang saat berada di luar rumah, terutama pada pagi dan menjelang malam ketika nyamuk paling aktif.
- Pilih pakaian berwarna terang, gunakan losion antinyamuk, dan segera mandi setelah berolahraga untuk mengurangi keringat yang menempel di kulit.
- Pastikan lingkungan rumah bebas dari genangan air karena tempat tersebut menjadi lokasi favorit nyamuk berkembang biak.

Dengan menjaga kebersihan lingkungan dan melindungi diri dari gigitan nyamuk, risiko terkena penyakit yang ditularkan nyamuk, seperti demam berdarah, malaria, maupun chikungunya, juga dapat dikurangi.

Demikian adalah alasan kenapa kita digigit nyamuk tapi orang lain tidak. Semoga bermanfaat.

(sac/asr) Add as a preferred
source on Google