Bukan Sekadar Bau Bedak, Ini Alasan Bayi Punya Aroma yang Khas

CNN Indonesia
Kamis, 02 Jul 2026 23:30 WIB
Aroma bayi sering dianggap sebagai salah satu aroma yang menenangkan.
Ilustrasi. Aroma bayi sering dianggap sebagai salah satu aroma yang menenangkan. (istockphoto/hobo_018)
Daftar Isi
Jakarta, CNN Indonesia --

Aroma bayi sering dianggap sebagai salah satu aroma yang menenangkan. Tak sedikit orang tua mengaku gemas hanya karena mencium aroma kepala atau tubuh bayinya.

Ternyata, aroma ini bukan sekadar sugesti. Sejumlah penelitian memang menunjukkan bahwa bayi memiliki komposisi senyawa kimia yang berbeda dengan orang dewasa, terutama pada hari-hari pertama setelah lahir. Dari mana sebenarnya aroma khas bayi ini berasal?

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

1. Bayi memiliki senyawa aroma yang khas

Aroma tubuh seseorang berasal dari volatile organic compounds (VOCs) atau senyawa organik yang mudah menguap ke udara.

Mengutip penelitian dalam Scientific Reports, kepala bayi baru lahir menghasilkan puluhan senyawa yang sifatnya mudah berubah atau tidak stabil.

Senyawa tersebut antara lain berasal dari kelompok aldehid dan asam karboksilat, dengan nonanal sebagai salah satu senyawa yang paling dominan. Senyawa-senyawa inilah yang kemudian membentuk aroma khas yang sering dikenali sebagai bau bayi.

2. Bukan sekadar sisa cairan ketuban

Banyak yang mengira aroma bayi hanya berasal dari sisa cairan ketuban setelah lahir.Aroma kepala bayi memang memiliki beberapa komponen yang sama dengan cairan ketuban, tetapi pola kimianya berbeda.

Bahkan, ada 14 senyawa aroma yang tetap bertahan pada bayi berusia dua hingga tiga hari. Ini menunjukkan tubuh bayi kemungkinan terus menghasilkan senyawa aroma tertentu setelah dilahirkan, bukan sekadar membawa sisa aroma dari dalam kandungan.

3. Vernix caseosaikut memberikan aroma

Mengutip NIH, salah satu penyumbang aroma khas bayi adalah vernix caseosa, yakni lapisan putih menyerupai krim yang melapisi kulit bayi selama berada di dalam kandungan, terutama pada trimester akhir kehamilan.

Lapisan alami ini tersusun dari sel kulit janin, air, protein, lipid, dan sebum atau minyak alami kulit. Karena kaya akan lipid dan minyak alami, vernix diduga ikut memberikan aroma khas pada bayi baru lahir, terutama selama beberapa hari pertama setelah persalinan.

Selain membantu menjaga kelembapan kulit, vernix juga berfungsi melindungi kulit bayi saat masih berada di dalam rahim.

4. Kulit bayi masih beradaptasi dengan dunia luar

Setelah lahir, kulit bayi mulai beradaptasi dengan lingkungan yang benar-benar berbeda dibanding saat berada di dalam rahim. Perubahan ini memengaruhi aktivitas kelenjar minyak hingga proses oksidasi ketika kulit mulai terpapar udara.

Kadar beberapa asam juga meningkat dalam dua hingga tiga hari setelah kelahiran. Hal ini membuat aroma bayi juga dapat berubah secara bertahap dalam beberapa hari pertama kehidupannya.

Aroma khas bayi umumnya paling kuat pada masa-masa awal setelah lahir. Seiring bertambahnya usia, komposisi minyak kulit, aktivitas kelenjar keringat, paparan lingkungan, hingga produk perawatan yang digunakan akan mengubah aroma tubuh pada bayi.

Itulah sebabnya aroma bayi baru lahir sering kali terasa berbeda dibandingkan aroma bayi yang sudah berusia beberapa bulan.

(anm/asr) Add as a preferred
source on Google