Defisit 40 Kg, Ini Cara Mantan Menpora Dito Ariotedjo Turunkan BB
Bikin pangling, mantan Menteri Pemuda dan Olahraga Dito Ariotedjo terlihat lebih langsing saat memenuhi panggilan KPK pada Selasa (30/6) lalu.
Adapun Dito dipanggil oleh KPK sebagai saksi dalam kasus korupsi kuota haji di Kementerian Agama pada 2023-2024.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tadi ini pemeriksaan buat sprindik yang baru. Kan, kemarin saya pertama ke sini untuk sprindik yang tersangka pertama Gus Yaqut sama Gus Alex. Ini yang kedua swasta. Ya, keterangan tambah-tambah informasi," kata Dito di Gedung KPK, Jakarta Selatan, dilansir Detik.
Terlepas dari panggilan KPK terhadapnya, penampilan Dito yang jauh lebih langsing mencuri perhatian wartawan. Ia pun berbagi sekilas tentang gaya hidupnya saat ini yang membuatnya turun berat badan.
Jadi, apa saja yang dilakukan oleh Dito hingga ia berhasil menurunkan berat badan hingga 40 kg?
"Saya balik ke pola zaman saya disiplin. Makan saya batasin, maksimal 800-1.000 kalori per hari," kata Dito.
Pria berusia 35 tahun ini diketahui menjabat sebagai Menpora di masa kepemimpinan Presiden Joko Widodo. Ia menjabat sebagai Menpora sejak 3 April 2023 hingga 8 September 2025.
Sejak September 2025, Dito mengatakan dirinya mulai konsisten diet. Tak cuma mengatur pola makan, ia juga berolahraga. Lalu, apa saja tips turun berat badan dari Dito?
"Olahraga tiap hari. Camilan sangat minim. Kuncinya, asupan gizi dan nahan lapar," ucap Dito.
Ketika menjabat sebagai Menpora, Dito dikenal memiliki badan yang cukup besar. Ia sendiri mengakui mengalami kenaikan berat badan pada masa itu.
Meski sudah berhasil menurunkan 40 kg, Dito mengatakan jumlah tersebut masih jauh dari targetnya.
"Saya kan naik berat badan 2020-2023 hampir 50 kilogram. Naik 50 kilo, turun 40 kilo. Masih ada 10 kilo lagi," kata Dito.
Berapa jumlah penurunan berat badan yang ideal?
Berdasarkan keterangan Dito, ia berhasil menurunkan 40 kg sejak September 2025. Artinya, penurunan berat badan dilakukannya sekitar 9-10 bulan jika dihitung hingga akhir Juni.
Namun, amankah penurunan 40 kg dalam jangka waktu tersebut? Mengutip Healthline, penurunan berat badan yang cepat dan dalam jangka waktu pendek dapat berdampak pada hilangnya massa otot, kekurangan nutrisi, hingga menyebabkan batu empedu.
Adapun penurunan berat badan yang aman, yakni yang terkendali dan dalam jangka panjang. Idealnya 0,45-0,9 kg per minggu.
Dalam 10 bulan, kemungkinan ada 40-43 minggu, sehingga penurunan 40 kg dalam jangka waktu tersebut, jika dibagi per minggunya, yakni sekitar 0,93-1 kg per minggu. Penurunan berat badan ini tergolong normal.
Bagi yang ingin menurunkan berat badan, bisa saja mengikuti cara yang dilakukan Dito. Namun dengan catatan kecepatan tiap orang bisa berbeda dalam menurunkan berat badan.
Banyak faktor yang bisa memengaruhi kecepatan tersebut, antara lain faktor genetika, usia, dan fluktuasi hormonal.
Meski demikian, pendekatan penurunan berat badan yang lambat dan bertahap direkomendasikan untuk hampir semua orang.
Penurunan berat badan yang cepat cenderung karena volume cairan tubuh yang berkurang, bukan massa lemak. Adapun dalam setiap program penurunan berat badan, penurunan massa lemak menjadi tujuan utama.
Nah, penurunan berat badan secara bertahap bisa menyebabkan penurunan massa lemak yang lebih besar. Di sisi lain peningkatan komposisi tubuh dan denyut jantung metabolisme istirahat dapat mempertahankan penurunan berat badan dalam jangka panjang.
Cara ini bisa lebih berhasil tentunya jika diimbangi dengan olahraga secara teratur, makan makanan dengan nutrisi seimbang, mengelola tingkat stres, hingga tidur cukup dan berkualitas.
Jadi, agar tidak mendapat efek yo-yo, pertimbangkan menggunakan pendekatan penurunan berat badan yang lebih lambat dan bertahap.
(rti) Add
as a preferred source on Google
[Gambas:Video CNN]
