Bikin Anak Lebih Tangguh, Yuk Kenali Apa Itu Dolphin Parenting
Daftar Isi
Belakangan, istilah dolphin parenting semakin sering dibahas sebagai salah satu pola asuh modern. Tapi, apa itu dolphin parenting?
Konon, pola asuh ini merupakan gabungan dari tiger parenting yang ketat dan jellyfish parenting yang terlalu lembut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam pola asuh ini, orang tua tetap memiliki aturan dan harapan yang jelas. Namun, mereka juga memberi kebebasan kepada anak untuk belajar, mencoba hal baru, serta mengambil keputusan sesuai usia mereka.
Tujuan dolphin parenting bukan sekadar mengejar nilai akademik, tetapi membantu anak tumbuh menjadi pribadi yang mandiri, sehat secara emosional, dan mampu menghadapi tantangan hidup.
Mengenal dolphin parenting
Apa itu dolphin parenting? Dinukil dari situs Twinkl, istilah dolphin parenting pertama kali diperkenalkan oleh psikiater Dr. Shimi Kang melalui bukunya The Dolphin Parent. Ia menggunakan lumba-lumba sebagai simbol karena hewan ini dikenal cerdas, mudah beradaptasi, serta mampu bekerja sama dengan kelompoknya.
Dalam pola asuh ini, orang tua berperan sebagai pembimbing, bukan pengendali. Mereka memberikan arahan dan dukungan, tetapi tidak mengatur setiap aspek kehidupan anak. Orang tua juga mendorong komunikasi yang terbuka sehingga anak merasa aman untuk menyampaikan pendapat maupun kesulitannya.
Situs Upworthy juga menambahkan bahwa pola asuh dolphin parenting bertujuan untuk menciptakan keseimbangan antara disiplin, kasih sayang, dan kebebasan.
Ciri-ciri dolphin parenting
Ada beberapa karakteristik yang biasanya dimiliki orang tua dengan pola asuh ini. Berikut di antaranya.
1. Memiliki aturan yang jelas tetapi tetap fleksibel
Orang tua menetapkan batasan yang harus dipatuhi anak, namun tetap mempertimbangkan kondisi dan kebutuhan mereka.
2. Tidak terlalu mengontrol anak
Anak diberi kesempatan untuk mengeksplorasi minat, belajar dari pengalaman, dan menyelesaikan masalah sendiri. Orang tua hanya membantu ketika benar-benar diperlukan.
3. Mengutamakan komunikasi
Dolphin parenting mendorong diskusi dua arah. Orang tua mendengarkan pendapat anak dan mengajaknya mencari solusi bersama, bukan sekadar memberi perintah.
4. Mendukung tanpa memberi tekanan berlebihan
Orang tua tetap mendorong anak berprestasi, tetapi tidak memaksakan target yang membuat mereka merasa terbebani.
5. Menyesuaikan cara mengasuh dengan perkembangan anak
Pendekatan yang digunakan akan berubah sesuai usia dan kebutuhan anak. Semakin besar anak, semakin banyak tanggung jawab dan kebebasan yang diberikan.
Manfaat dolphin parenting
Pola asuh ini dipercaya dapat memberikan berbagai manfaat bagi perkembangan anak, seperti berikut:
- Membantu anak menjadi lebih mandiri dan percaya diri.
- Mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan memecahkan masalah.
- Meningkatkan kecerdasan emosional karena anak terbiasa mengenali serta mengelola perasaannya.
- Mendorong kreativitas karena anak bebas mencoba berbagai hal.
- Membentuk kemampuan berkomunikasi yang baik melalui diskusi dengan orang tua.
- Menumbuhkan ketahanan mental karena anak belajar menghadapi tantangan dengan dukungan, bukan tekanan.
- Mempererat hubungan antara orang tua dan anak karena didasarkan pada rasa saling percaya.
Meski memiliki banyak kelebihan, dolphin parenting juga memiliki beberapa tantangan.
Ilustrasi. Tak sedikit orang tua yang belum tahu apa itu dolphin parenting. (Istockphoto/ Monkeybusinessimages) |
Jika orang tua terlalu longgar, anak bisa menganggap aturan sebagai sesuatu yang mudah ditawar. Sebaliknya, jika terlalu banyak berdiskusi tanpa mengambil keputusan yang tegas, anak dapat merasa bingung mengenai batasan yang harus dipatuhi.
Selain itu, pendekatan ini membutuhkan waktu, kesabaran, dan komunikasi yang konsisten. Orang tua perlu terus menyesuaikan cara mendampingi anak seiring bertambahnya usia dan perkembangan mereka. Karena itu, tidak semua keluarga merasa mudah menerapkannya.
Demikian adalah jawaban dari pertanyaan apa itu dolphin parenting yang membuat anak menjadi lebih tangguh disertai dengan ciri-cirinya. Semoga bermanfaat.
(sac/asr) Add
as a preferred source on Google


